class="post-fixed">

Senin, 17 Oktober 2011

Komponen Elektronika

Komponen Elektronika
Mempelajari Elektronika :
1. Mengetahui Fungsi komponen dalam rangkaian
2. Melakukan perbaikan peralatan
3. Merancang peralatan
4. Meningkatkan kemapuan peralatan

Komponen Elektronika dibedakan menjadi 2 jenis :
1. Komponen Pasif : dapat bekerja tanpa catu daya.
Contoh : resistor, kapasitor, induktor.
2. Komponen aktif : dapat bekerja denga menggunakan catu daya.
contoh : dioda, transistor dan SCR



Resistor
Resistor ialah komponen yang memiliki daya hambat tertentu sehingga membatasi arus listrik yang mengalir. Satuan hambatan listrik adalah ohm ditulis Ω

Fungsi Resistor :
1. Membatasi arus listrik yang mengalir dalam rangkaian listrik.
2. Pembagi tegangan listrik
Resistor ada 2 Jenis :
a. Resistor Tetap. : Nilai R tetap
b. Resistor Variabel. : Nilai R dapat diubah-ubah.

Jenis – jenis Resistor Variabel :
1. Potensiometer : R var dengan memutar tangkainya.
2. Pembagi tegangan : R var dengan memutar dengan obeng.
3. Reostat : R var dengan menggeser.
4. NTC, PTC DAN LDR : R var berubah secara otomatis.

* NTC : jika Suhu besar, R kecil
* PTC : Jika Suhu besar, R besar
* LDR : jika cahaya banyak, R kecil





















Kondensator/Kapasitor

Kondensator adalah komponen elektronik yang berfungsi menampung muatan listrik dalam waktu tertentu dan mengeluarkan kembali pada saat diperlukan.
Kondensator pada prinsipnya terbuat dari dua plat penghantar yang diantara plat-plat tersebut berisi bahan isolator atau penyekat.

Menurut Jenisnya kondensator dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Kondensator polaritas
yaitu kondensator yang mempunyai polaritas di kakinya.
2. Kondensator non polaritas
yaitu kondensator yang tidak berpolaritas. Tidak mempunyai kutub positif dan kutup negatif.

Contoh kondensator berpolar dan non polar
1. Kondensator polaritas
a. kondensator elektrolit (elco)
b. kondensator tantalum

2. Kondensator non polaritas
a. kondensator kertas
b. kondensator variabel (varco).
c. kondensator keramik
d. kondensator trimmer
e. kondensator mika
f. kondensator polyster

Fungsi Kondensator :
1. Menyusun muatan listrik
2. Sebagai penghubung
3. Penyimpan arus
4. Sebagai filter dll

Sifat Kondensator :
1. Dapat menyimpan arus pada batas tertentu
2. Tidak dapat dilewati arus DC (searah)
3. Dapat dilewatia arus AC

Kapasitas kondensator adalah kemampuan kondensator menyimpan muatan listrik. Satuanya farad.
1 mikro farad = 10 -6 farad
1 nano farad = 10 -9 farad
1 piko farad = 10 -12 farad

Catatan khusus kondensator
a. Untuk kondensator elektrolit, varco, trimer dan kertas nilai kapasitasnya tertulis di badanya.
contoh : 100 µF/15V
artinya : kondensator itu berkapasitas 100 µF dengan tegangan maksimum 15V.
b. Kondensator keramik, mika, kertas cara menghitung kapasitasnya sbb :
1. angka pertama merupakan angka pertama
2. angaka kedua merupakan angka kedua
3. angka ketiga merupakan jumlah nol
contoh : kondensator tertulis 103 = 10 x 1000 pf

Dioda
Dioda merupakan komponen aktif yang berfungsi sebagai penyearah.
Dioda disusun menggunakan semikonduktor jenis p sebagai kutup posistif (anode) dan semikonduktor jenis n sebagai kutu negatif(katode).
Arah aliran arus dioda dari anode ke katode.
Jenis – jenis dioda :
1. Dioda penyearah
2. LED (Light Emiting Diode)
3. Dioda zener
4. Fotodioda





Transistor
Transistor pada umumnya berfungsi sebagai sakelar , penguat arus ataupun tegangan.
Pada transistor memiliki 3 terminal (kaki) yaitu :
Emiter(E), Kolektor(K), Basis(B).
Transistor ada 2 jenis :
1. Transistor jenis NPN
2. Transistor jenis PNP


Induktor
Induktor berfungsi untuk menyimpan beban magnetik dan digunakan sebagai beban induktif. Induktor mengubah energi listrik menjadi energi magnet.
Contoh induktor yang terkenal adalah induktor rumkorf
Induktor dilambangkan dengan huruf Lsatuanya Henry, disingkat H



IC (Integrated Circuit)


IC adalah suatu komponen dari bahan semikonduktor dan merupakan penegmbangan dari transistor.
Dalam IC terdapat beberapa jenis komponen pasif amaupun aktif yang tersusun dalam satu kemasan.
Jenis-jenis IC :
1. IC Analog : IC yang tersusun oleh beberapa rangkaian Analog(linier) dan beroperasi dengan menggunakan sinyal sinusoidal).
Contoh : IC Op-Amp, IC Timer 555, IC, Power
2. IC Digital : IC yang beroperasi pada tegangan 0 volt (low) dan 5 volt (high). Tersusun dari gerbang logika AND, OR, NOT, NAND, NOR, dan XOR.

simbol komponen elektronika dapat di download disini

Daftar Pustaka

1. http://abisabrina.files.wordpress.com/2010/07/simbol-transistor.gif
2. http://www.reuk.co.uk/OtherImages/labelled-transistor.jpg
3. kpsec.freeuk.com
4. physlink.com
5. qolbyjaa.wordpress.com
6. Uyuk Syaripudin,M.M.Pd. 2010. Elektronika 1. Jakarta.Yudhistira
7. Cakra.2010.Elektronika Kelas VII. Klaten. Sinar Mandiri .
8. Prestasi. 2010. Elektronika Kelas VII. Klaten. Prestasi Agung Pratama

1 komentar:

  1. Great post! We are linking to this particularly great article
    on our site. Keep up the good writing.
    Also visit my web blog ; web designer montreal

    BalasHapus