class="post-fixed">

Minggu, 20 Mei 2012

Garis besar Materi Elektronika Semester 2 Kelas 7



BAB. Teori Adaptor
1.Sebutkan kegunaan dari adaptor
2.Gambarkan diagram blok dari adaptor
3.Sebutkan fungsi bagian input adaptor dan sebutkan komponenya
4.Sebutkan fungsi bagian penurun tegangan pada adaptor dan sebutkan komponennya
5.Sebutkan fungsi bagian penyearah pada adaptor dan sebutkan komponennya
6.Sebutkan fungsi bagian filter adaptor dan sebutkan komponenya
7.Sebutkan fungsi bagian output dari adaptor dan sebutkan komponenya
8.Sebutkan 3 jenis penyearah pada adaptor.
9.Rangkaian penyearah jembatan dibagi menjadi 2 sebutkan


BAB. Pembuatan Adaptor
1.Sebutkan daftar komponen yang diperlukan dalam pembuatan adaptor
2.Sebutkan bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat Chasis(PCB)
3.Bagaimanakah posisi memasang komponen pada PCB
4.Bagaimanakah Urut-urutan pekerjaan menyolder ditinjau dari komponen pasif dan aktif
5.Jelaskan langkah-langkah menyolder
6.Sebutkan catatan khusus dalam menyolder
7.Jelaskan langkah-langkah dalam pembuatan PCB




BAB. Mengetest Adaptor
1.Bagaimana cara Mengetest steker
2.Bagaimana cara Mengetest sekering
3.Bagaimana cara Mengetest trafo adaptor
4.Bagaimana cara Mengetest diode
5.Bagaimana cara Mengetest transistor
6.Bagaimana cara Mengetest elco
7.Bagaimana cara Mengetest resistormengetest potensiometer

281 komentar:

  1. Bab 1
    fungsi adaptor





    heri_7b_37

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAB. Teori Adaptor
      1. mengubah arus listrik bolak-balik menjadi arus listrik searah
      2. input -> penurun tegangan -> penyearah -> penyaring -> output
      3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponen : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
      4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponen: trafo stepdown
      5. mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
      6. menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
      7. penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
      8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
      9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

      Ajeng Arthaningrum 7A/03

      Hapus
    2. BAB PEMBUATAN ADAPTOR
      Ajeng Arthaningrum 7a/03

      1. steker dengan kabelnya
      sakelar geser 2 buah
      lampu pilot, trafo adaptor, Kondensator, resisitor, transistor, jack dengan kabelnya, kabel secukupnya, tenol super

      2.CCB, Fe C13, spidol cat, bensin, pensil dan kertas karton, bor mini, pemukul kecil, paku driv, kain lap, ember plastik dan air, amplas, gambar layout PCB

      3.dilakukan dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB

      4. dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, IC, transisitor

      5. panaskan solder baut atau hubungkan pada stopkontak yang bertegangan listrik, bersihkan permukaan yang akan disolder, tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder, tempelkan pula tenol pada ujung besi solder, perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan, angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya setelah cairan timah cukup dan menempel pada PCB

      6. ukuran solder disesuaikan dengan ketebalan jenis komponen yang akan disolder, usahakan menyolder sekali selesai tidak diulang ulang, apabila cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras, gunakan tenol super, amati hubungan setelah penyolderan, usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak, hasil patrian yang baik kelihatan mengkilat

      7. potong CCB dgn ukuran sesuai gambar layout PCB yg telah direncanakan,bersihkan PCdari korosi dgn amplas halus, pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya, stelah diteliti kebenaran jalurnya selanjutnya tebalkan jalur jalur tersebut dengan spidol cat lalu keringkan, buatlah larutan ferrie chlorida dengan air sebaiknya dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plastik, masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat kedalam larutan ferrie chlorida lalu goyang goyangkanlsh, angkat CCB dari ember plastik dan cuci dgn air bersih, buatlah titik titik pada bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen dengan menggunakan paku driv dan palu, buatlah lubang pada titik tersebut, bersihkan spidol cat pada PCB dengan bensin lalu bersihkan dgn kain lap, teliti kembali jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang korslting atau tidak, bila sudah benar berarti PCB siap digunakan, bila ada yang korsleting betulkan dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan konslet hilang

      Hapus
    3. BAB MENGETES ADAPTOR
      Ajeng Arthaningrum 7a/03

      1.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
      Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B

      2.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
      Hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter
      Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring

      3.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
      Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian

      4.Diberi Tegangan Maju
      Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
      Hubungkan kabel merah pada kaki katoda
      Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
      Diberi Tegangan Mundur
      Caranya sama

      5.Diber Tegangan Maju
      Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
      Hubungkan kabel hitam pada kaki basis
      Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
      Diberi Tegangan Mundur
      Caranya sama

      6.Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
      Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stel jarum pada anga 0 ohm
      Hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif
      Hubungkan kabel hitam pada kaki positif

      7.Resistor
      Perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur
      Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau kilo ohm Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
      Potensiometer
      Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
      Stel jarum pada angka 0 ohm
      Hubungkan kabel merah pada terminal B
      Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian), putar as potensiometer.

      Hapus
  2. BAB I :
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator electronik
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    Aulia Riskafina Kusuma 06/VIIF
    Rizki Olivia Putri 23/VIIF

    BalasHapus
  3. BAB Teori Adaptor
    1.Merubah arus listrik AC menjadi DC
    2.Input tegangan  Penurun tegangan  Penyearah  Penyaring  Output
    3.Fungsi : Menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik AC pada stop kontak.
    Komponen : Steker,Kabel Input (kabel AC),saklar on/off,saklar pemindah tegangan 110/220 V,sekring dan lampu pilot
    4.Fungsi : Untuk menrunkan tegangan AC yg biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V
    Komponen : Trafo jenis step down
    5.Fungsi : Merubah arus AC menjadi DC.
    Komp. : Dioda silikon
    6.Fungsi : sebagai perata/ penyaring
    Komp. :elco
    7.Fungsi = Sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    komp = kabel output positif (+) berwarna merah,kabel kutub negatif (-) berwarna hitam,dan jepit buaya (jack)
    8.Penyearah tunggal,Penyearah ganda,dan Penyearah jembatan dioda
    9.Tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    Nama : Octavia A.W (19/7F)
    Winda Haniifah P. (26/7F)

    BalasHapus
  4. BAB. teori adaptor
    Nama : Ajeng Mustika Rana (03/7C)
    1. Adaptor berfunsi untuk menyearahkan arus bolak-balik(AC)menjadi arus searah(DC)
    2. input->penurun tegangan->penyearah->penyaring->output
    3. Bagian input adaptor berfungsi untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak-balik(AC) pada stop kontak. komponennya adalah steker,saklar dan lampu pilot
    4. Bagian penurun tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110V atau 220V. komponenya adalah trafo jenis step down.
    5. bagian penyearah adptor berfungsi untuk mengubah arus bolak-balik(AC)menjadi arus searah (DC). komponenya adalah dioda silikon
    6. bagian filter adaptor berfungsi untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus. komponenya adalah kondensator elektrolit (elco).
    7. bagian output adaptor berfungsi untuk penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponenya adalah jack atau jepit buaya.
    8. 1.penyearah tunggal
    2.penyearah ganda
    3.penyearah jembatan dioda
    9. 1.tegangan output tunggal
    2.tegangan output ganda

    BalasHapus
  5. bab 1
    1. mengubah arus AC menjadi arus DC
    2.
    3. menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC)pada stop kontak. komponen: steker, kabel input (kabel AC) sakelar ON OF, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V / 220 V. komponen: step down (penurun tegangan)
    5. merubah arus bolak-balik menjadi arus searah. komponen: dioda silikon
    6. rangkaian perata dan penyaring. komponen: elco
    7. penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponen: peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel & jepit buaya/jack)
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda & penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal & tegangan output ganda

    BalasHapus
  6. BAB. Teori Adaptor
    1. mengubah arus listrik ac/bolak-balik menjadi arus listrik searah/dc
    2. input --> penurun tegangan --> penyearah --> penyaring --> output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponennya : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponennya : sebuah trafo stepdown
    5. untuk mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
    6. untuk menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda
    NAMA ; NURUL AZIZAH/18C

    BalasHapus
  7. BAB. Teori Adaptor
    1. mengubah arus listrik bolak-balik menjadi arus listrik searah
    2. input -> penurun tegangan -> penyearah -> penyaring -> output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponen : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponen: trafo stepdown
    5. mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
    6. menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    7. penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda
    NAMA ; shintya an/24C

    BalasHapus
  8. BAB. Teori Adaptor
    1. mengubah arus listrik (AC) bolak-balik menjadi arus listrik searah (DC)
    2.
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponennya : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponennya : sebuah trafo stepdown
    5. untuk mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
    6. untuk menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda
    NAMA ; Roisah Savitri A (VII C/ 22)

    BalasHapus
  9. BAB TEORI ADAPTOR
    1. Adaptor digunakan untuk mengubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2. Input tegangan  Penurun tegangan  Penyearah  Penyaring (Filter)  Output tegangan
    3. Kegunaan bagian input tegangan adalah untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak. Alat-alat/komponennya : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot.
    4. Bagian penurun tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 volt atau 220 volt. Alat-alat/komponennya : trafo jenis step down (penurun tegangan).
    5. Penyearah berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponen : diode silicon.
    Irsa_8_7C

    BalasHapus
  10. bab teori adaptor
    1.merubah arus AC ke arus DC
    2.
    3.*funsi:menghubungkan gulungan primer trapo penurun dengan arus listik AC pada stop kontak.
    *terdiri dari:steker,kabel AC,sakelar on-off,sakelar pemindah tegangan,dll.
    4.*fungsi:menurunkan tegangan AC
    *terdiri:trafo jenis step down
    5.*fungsi:mengubah arus AC menjadi arus DC.
    *terdiri:dioda
    6.*fungsi:untuk mendapatkan tegangan DC yang lebih halus dan rata.
    *terdiri:kondensator elektrolit(elco).
    7.*fungsi:peghubung output teganan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika.
    8.*penyearah tunggal
    *penyearah ganda
    *penyearah jembatan dioda
    9.*tegangan output tunggal
    *tegangan output ganda

    anisah zaky farras A(06/VIIC)

    BalasHapus
  11. bab pembuatan adaptor
    1.
    *steker dan kabelnya
    *sakelar geser 2 buah
    *lampu pilot
    *trafo adaptor CT 500 mA
    *jepit buaya
    *tenol,dll
    2.
    *CCB
    *Ferrie Cholorida
    *spidol cat
    *bensin/spiritus
    *pensil&kertas karbon
    *bor mini,dll
    3.mendatar atau tegak tergantung pada jarak lubang yang tersedia di PCB
    4.dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,kondensator dan lilitan,yang terakhir komponen aktif seper
    ti dioda,transistor dan IC
    5.*panaskan solder bout yang akan digunakan
    *bersihkan permukaan bagian yang akan disolder
    *tempelkan ujung besi yang sudah panas pada titik yang akan disolder
    *tempelkan tenol pada ujung besi solder,maka tonol akan mencair
    *perhatikan cairan tenol jangan sampai menyebrang jalur lain
    *angkat ujung besi solder dari PCB
    *sebaiknya saat menyolder dari komponen pasif ke aktif.
    6.
    * ukuran solder sebaiknya disesuaikan dengan flat
    *usahakan menyolder sekali selesai
    *jika cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dengan air keras
    *gunakan tenol yang berkualitas baik
    7.
    *potong CCB sesuai gambar lay out
    *besihkan CCB dari korosi dengan amplas halus
    *pindahkan gambar lay out ke CCb sesuai pola jalurnya
    *buatlah laurutan Ferrie Cholorida dengan air
    *masukkan CCB yang sudah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan Ferrie Cholorida
    *angkat CCB lalu dicuci dengan air
    *buatlah titik titik untuk memasukkan kaki komponen.
    *bersihakan spidol cat pada CCB dengan bensin/spiritus
    *telitilah kembali pola jalur jlaur lapisan tembaga pada PCB

    anisah zaky farras A(06/VIIC)

    BalasHapus
  12. bab mengetes adaptor
    1.*putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1
    *hubungkan kabel merah dan kabel hitam ke kedua penghantar A dan B (boleh terbalik balik)lihat kondisi jarum
    2.*putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1
    *hubungkan kabel merah dan kabel hitam multimeter
    *hubungkan kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3.*putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1
    *hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara bergantian
    4.
    *sakelar pemilih pada posisi menunjukkan KΩ
    *hubungkan kabel merah pada kaki katode
    *hubungkan kabel hitam pada kaki anode
    *tunggu arah jarum
    5.
    *sakelar pemilih pada posisi menunjukkan KΩ
    *hubungkan kabel hitam pada kakibasis
    *hubungkan kabel merah pada kaki kolektordan emitor secara bergantian
    6.
    *

    BalasHapus
  13. Bab Teori Adaptor
    1. mengubah arus bolak-balik menjadi searah
    2. input - tegangan AC 220 volt
    trafo - penurun tegangan
    dioda - penyearah
    elco - penyaring
    output - tegangan DC 12 volt
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC)pada stopkontak. contoh komponen input steker, kabel input, sekring, sakelar on off, lampu pilot, sakelar pemindah tegangan 110/220 volt
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V. komponennya trafo jenis step down
    5. merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). komponennya dioda silikon
    6. mendapatkan tegangan keluaran yang rata dan halus. komponennya elco
    7. sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponennnya kabel output dan jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal yang terdiri dari 1 dioda
    penyearah ganda terdiri dari 2 dioda
    penyearah jembatan dioda terdiri dari 4 dioda
    9. penyearah output tunggal dan penyearah output ganda

    Anggit Prastiyawati_5_VIIC

    BalasHapus
  14. Bab pembuatan Adaptor
    1. steker dengan kabelnya
    sakelar geser 2 buah
    lampu pilot, trafo adaptor, Kondensator, resisitor, transistor, jack dengan kabelnya, kabel secukupnya, tenol super
    2.CCB, Fe C13, spidol cat, bensin, pensil dan kertas karton, bor mini, pemukul kecil, paku driv, kain lap, ember plastik dan air, amplas, gambar layout PCB
    3.dilakukan dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB
    4. dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, IC, transisitor
    5. panaskan solder baut atau hubungkan pada stopkontak yang bertegangan listrik, bersihkan permukaan yang akan disolder, tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder, tempelkan pula tenol pada ujung besi solder, perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan, angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya setelah cairan timah cukup dan menempel pada PCB
    6. ukuran solder disesuaikan dengan ketebalan jenis komponen yang akan disolder, usahakan menyolder sekali selesai tidak diulang ulang, apabila cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras, gunakan tenol super, amati hubungan setelah penyolderan, usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak, hasil patrian yang baik kelihatan mengkilat
    7. potong CCB dgn ukuran sesuai gambar layout PCB yg telah direncanakan,bersihkan PCdari korosi dgn amplas halus, pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya, stelah diteliti kebenaran jalurnya selanjutnya tebalkan jalur jalur tersebut dengan spidol cat lalu keringkan, buatlah larutan ferrie chlorida dengan air sebaiknya dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plastik, masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat kedalam larutan ferrie chlorida lalu goyang goyangkanlsh, angkat CCB dari ember plastik dan cuci dgn air bersih, buatlah titik titik pada bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen dengan menggunakan paku driv dan palu, buatlah lubang pada titik tersebut, bersihkan spidol cat pada PCB dengan bensin lalu bersihkan dgn kain lap, teliti kembali jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang korslting atau tidak, bila sudah benar berarti PCB siap digunakan, bila ada yang korsleting betulkan dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan konslet hilang
    Anggit Prastiyawati_5_7C

    BalasHapus
  15. bab mengetes adaptor
    1. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1 , hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B lalu amati keadaan jarum
    2. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1,hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter, hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1, hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian
    4. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel merah pada kaki katoda, hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
    5. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel hitam pada kaki basis , hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
    6. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stell jarum pada anga 0 ohm, hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif, hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7. resistor : perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur, putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau killo ohm , hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm, hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
    Potensiometer: putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk killo ohm, stel jarum pada angka 0 ohm, hubungkan kabel merah pada terminal B, hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C, (secara bergantian) , putar as potensiometer.
    Anggit Prastiyawati_5_7C

    BalasHapus
  16. bab pembuatan adaptor
    1. steker dengan kabelnya, sakelar geser 2 buah, lampu pilot, jack/jepit buaya dengan kabelnya.
    2.CCB,Fe C13, spidol cat, bensin atau spiritus, pensil dll.
    3. dapat dilakukan dengan posisi tegak atau mendatar tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. dimulai dari resistor, kondesator, lilitan dan terakhir yaitu dioda transistor dan IC.
    5. panaskan solder, bersihkan permukaan bagian yang akan disolder, tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan di solder, tempelkan tenol pda ujung besi solder, jangan sampai berlebihan, angkat ujung besi solder dari PCB, tunggu sampai rekat menyatu.
    6.ukuran solder hendaknya disesuaikan dengan ketebalan plat yang akan disolder, usahakan menyolder sekali selesai,sebaiknya tenol ditetesi dulu dengan air keras, gunakan tenol berkualitas baik,amaaati hugungan setelah penyolderan,usahakan kmponen yang dipatri tak bergerak,hasil patrian yang baik keliatan mengkilat.

    BalasHapus
  17. BAB 1
    1.Untuk merubah listrik arus bolak balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2.Input Tegangan -- Penurun Tegangan -- Penyearah -- Penyaring (Filter) -- Output Tegangan.
    3.Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : Steker, Kabel Input (Kabel AC), Sakelar On-Off, Sakelar pemindah tegangan 110/220 V, Sekring, & Lampu pilot.
    4.Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yang berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 Volt / 220 Volt.
    Komponen : Trafo Jenis Step Down (Tunggal / Ganda).
    5.Fungsi : untuk merubah arus AC menjadi arus DC
    Komponen : Dioda.
    6.Fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponen : Kondensator Elektrolit (Elco).
    7.Fungsi : untuk penghubung output tegangan dengan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    8.* Penyearah Tunggal = menggunakan 1 dioda, 1⁄2 gelombang. Untuk arus AC yang berasal dari gulungan sekunder Trafo Output Tunggal. Hasilnya arus yang berdenyut.
    * Penyearah Ganda = menggunakan 2 dioda, gelombang penuh. Trafo yang digunakan adalah Trafo Output Ganda / CT.
    * Penyearah Jembatan = menggunakan 4 dioda, gelombang penuh.
    - Tegangan Output Tunggal = keluaran DC : tegangan positif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Output Ganda = keluaran DC : tegangan positif (+), nol (0), tegangan negatif (-).
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).
    = Yasmin Laksmi N, 27 , VII F =

    BalasHapus
  18. BAB 2
    1.Resistor, kondensator elektrolit (elco), dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jack buaya.
    2.CCB, FeC13, Spidol cat, Bensin/spirtus, Pensil & Kertas karbon, Bor mini, Palu, Paku driv, Kain Lap, Ember plastik & air, Amplas, Gambar Layout PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Hendaknya dilakukan secara berurutan. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, & lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, & IC.
    5.1. Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    2. Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    3. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    4. Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    5. Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    6. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya.
    6. 1. Ukuran solder harus sesuai dengan ketebalan plat / jenis komponen.
    2. Usahakan, menyolder sekali selesai.
    3. Apabila tenol tidak mudah menempel, ditetesi dulu dengan air keras.
    4. Gunakan tenol super (kualitas baik).
    5. Amati hubungan setelah penyolderan.
    6. Usahakan, komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah mengeras.
    7. Hasil patrian yang baik akan mengkilat.
    7. 1. Potong CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang direncanakan.
    2. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    3. Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    4. Teliti kebenaran jalurnya, tebalkan jalurnya dengan spidol cat lalu keringkan.
    5. Buat larutan FeC13 dengan air, pakai ember plastik.
    6. Masukkan CCB yang telah diberi gambar ke dalam larutan FeC13. Goyang-goyangkan hingga tembaga tidak tertutup cat (hilang/larut).
    7. Angkat CCB dari ember plastik, cuci dengan air bersih.
    8. Buat titik-titik pada bagian yang digunakan untuk memasang komponen menggunakan paku driv dan palu.
    9. Bersihkan/cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spirtus, lalu bersihkan dengan kain lap.
    10. Telitilah, jangan sampai ada yang korslet. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    11. Bila ada yang salah, betulkan dengan pisau hingga lapisan tembaga penyebab korslet hilang.

    = Yasmin Laksmi N, 27, VII F =

    BalasHapus
  19. BAB 3
    1.* Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1* Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),. ( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2.* Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.- Melalui Gulungan Primer
    a. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    - Melalui Gulungan Sekunder
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4. – Diberi Tegangan Maju (Foward Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    - Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias)
    = cara sama =
    (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).
    5. – Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    - Diberi Tegangan Mundur
    = Cara Sama =
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6. a. Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = putus).
    7. a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    b. Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    8. a. Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). (Ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, Tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)
    =Yasmin Laksmi N, 27,VIIF=

    BalasHapus
  20. Maaf Pak ,, kalo saya tulis semua nanti tidak cukup. Jadi saya singkat :D Makasih =Yasmin Laksmi N, 27 VII F =

    BalasHapus
  21. BAB TEORI ADAPTOR
    1.Alat yang digunakan untuk mengubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2.Input-penurut tegangan-penyearah-penyaring-output
    3.Fungsinya untuk : menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak. Komponennya : steker, kabel input (kabel AC) sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekering, dan lampu pilot.
    4.Fungsinya untuk : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 volt. Komponennya : trafo jenis step down (penurun tegangan).
    5.Fungsinya untuk : merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponennya : dioda penyearah.
    6.Fungsinya untuk : mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus. Komponennya : kondensator elektrolit (elco).
    7.Fungsinya untuk : sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    8.a. Penyearah tunggal
    b. Penyearah ganda
    c. Penyearah jembatan dioda
    9.a. Tegangan output tunggal
    b. Tegangan output ganda

    Nama : Fatin Alissa Ditamtya
    No : 12 / VII B

    BalasHapus
  22. Bab 1
    1) mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    2) Input tegangan -> Penurun Tegangan -> Penyearah -> Penyearah -> Output Tegangan.
    3) Komponen input adaptor :
    - steker
    - Kabel AC ( kabel input )
    - Saklar on off
    - saklar pemindah tegangan 110/220 V
    - sekring
    - lampu pilot.
    Fungsi input adaptor :
    - untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak.
    4) Fungsi penurun tegangan pada adptor :
    menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 / 220 V.
    > Komponen penurun tegangan pada adaptor:
    - terdiri dari sebuah trafo jenis step down ( penurun tegangan )
    5) Fungsi penyearah pada adaptor:
    merubah arus bolak - balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    > Komponen penyearah pada adaptor:
    - Dioda silikon
    6) Fungsi filter pada adaptor :
    Rangkaian / penyaring yang digunakan untuk mendapatkan tegangan yang lebih rata dan halus.
    > Komponen filter pada adaptor:
    - Kondensator elektrolit ( elco )
    7) Fungsi output pada adaptor:
    Penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    > Komponen output pada adaptor:
    - Peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel dan jepit buaya/jack)
    8)jenis penyearah pada adaptor :
    - Penyearah tunggal
    - penyearah ganda
    - penyearah jembatan dioda
    9)Rangkaian penyearah jembatan :
    - Tegangan output tunggal
    - Tegangan output ganda

    Mariskamila,14/VII F

    BalasHapus
  23. Bab 2
    1) Daftar komponen :
    - Steker dengan kabelnya
    - Sakelar geser 2 buah
    - Lampu pilot
    - Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA
    p = 0,110,220
    - D1,D2 = 1N4001 dan yang sejenis
    - C1,C2 = 22A0 uf/10V
    - R = 10 ohm atau 5 watt
    - jack/jepit buaya dengan kabelnya
    - kabel secukupnya
    - tenol super
    2) Bahan - bahan yang diperlukan :
    - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    3)Dapat dilakukan dengan posisi datar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4)Komponen pasif yaitu:
    - resistor,condensator,lilitan
    Komponen aktif yaitu :
    - dioda,transisor,dan IC
    5)Langkah - langkah menyolder :
    - Panaskan solder baut yang akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6) Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    7)Urutan membuat PCB:
    - Potong PCB sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang sudah tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang salah / tidak. Bila tidak,PCB siap digunakan

    Mariskamila,14/VIIF

    BalasHapus
  24. Balasan
    1. berarti yg di bawahnya Pak Heri ini udh tdk terpakai pak? :o

      Hapus
  25. Bab. Teori Adaptor
    1. Berguna untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2. Input tegangan -> Penurun Tegangan -> Penyearah -> Penyearah -> Output tegangan
    3. Untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC) pd stop kontak. Komponen: Steker, kabel input (kabel AC) sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot
    4. Untuk menurunkan tegangan AC yg biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Komponen: trafo jenis step down
    5. berfungsi untuk merubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponen: dioda silikon
    6. Untuk mendapatkan tegangan keluaran yg lebih rata dan halus. Komponen: elco
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yg memerlukan. Komponen: peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel & jack)
    8. - Penyearah Tunggal
    - Penyearah Ganda
    - Penyearah Jembatan Dioda
    9. - Tegangan output tunggal
    - Tegangan output ganda

    Gabrielle Galuh As/10/VII F

    BalasHapus
  26. Bab Pembuatan Adaptor
    1. Steker dgn kabelnya. sakelar geser 2 buah, lampu pilot, trafo adaptor menggunakan CT 500 mA P = 0,110,220, D1, D2 = IN400I dan yg sejenis, C!, C@ = 22A0 uf/10V, R = 10 ohm 5 watt, Jack dgn kabelnya, kabel secukupnya, tenol super/timah patri
    2. CCB/PCB polos, Ferrie Chloride, spidol cat, bensin/spiritus, pensil & kertas karbon, bor mini, pemukul kecil/palu, paku driv, kain lap, ember plastik & air, amplas, gambar lay out PCB
    3. Dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pada PCB serta disesuaikan dgn besarnya fisik komponen yang akan dipasang
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, IC
    5. - Panaskan solder bout yg akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yg akan disolder dr korosi kotoran
    - Tempelkan ujung besi solder yg sudah panas pd titik yg akan disolder
    - Tempelkan pula timah patri pada ujung besi solder
    - Perhatikan cairan timah patri pd titik yg disolder
    - Angkat ujung besi solder dr PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup
    6. - Ukuran solder hendaknya disesuaikan dgn ketebalan plat/jenis komponen yg akan disolder
    - Usahakan sekali menyolder selesai, tidak diulang-ulang pd titik yg sama
    - Apabila cairan timah tidak mudah menempel pd logam yg dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dgn air keras
    - Gunakan tenol yg berkualitas baik
    - Amati hubungan setelah penyolderan
    - Usahakan komponen yg dipatri tdk bergerak sebelum timah benar-benar mengeras
    - Hasil patrian yg baik akan kelihatan mengkilat
    7. - Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yg telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dgn amplas halus
    - Pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    - Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut
    - Buatlah larutan ferrie chlorida dgn air
    - Masukkan CCB yg telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida
    - Angkat CCB dr ember plastik & cucilah dgn air bersih
    - Buatlah titik-titik pd bagian-bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen
    - Buatlah lubang pd titik-titik tersebut
    - Bersihkan/cucilah spidol cat pd PCB dgn bensin/spiritus lalu bersihkan dengan kain lap
    - Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pd PCB
    - Bila ada yg betulkan korslet dgn menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang

    Gabrielle Galuh As/10/VII F

    BalasHapus
  27. ALDO(VIIC/04)

    Bab Teori Adaptor
    1. mengubah arus bolak-balik menjadi searah
    2. input - tegangan AC 220 volt
    trafo - penurun tegangan
    dioda - penyearah
    elco - penyaring
    output - tegangan DC 12 volt
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC)pada stopkontak. contoh komponen input steker, kabel input, sekring, sakelar on off, lampu pilot, sakelar pemindah tegangan 110/220 volt
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V. komponennya trafo jenis step down
    5. merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). komponennya dioda silikon
    6. mendapatkan tegangan keluaran yang rata dan halus. komponennya elco
    7. sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponennnya kabel output dan jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal yang terdiri dari 1 dioda
    penyearah ganda terdiri dari 2 dioda
    penyearah jembatan dioda terdiri dari 4 dioda
    9. penyearah output tunggal dan penyearah output ganda

    BalasHapus
    Balasan
    1. DIEN AINUN NIKMAH
      VII B / 11

      Hapus
  28. Ikhsan B.P_15 VIIC

    1.Alat yang digunakan untuk mengubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2.Input-penurut tegangan-penyearah-penyaring-output
    3.Fungsinya untuk : menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak. Komponennya : steker, kabel input (kabel AC) sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekering, dan lampu pilot.
    4.Fungsinya untuk : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 volt. Komponennya : trafo jenis step down (penurun tegangan).
    5.Fungsinya untuk : merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponennya : dioda penyearah.
    6.Fungsinya untuk : mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus. Komponennya : kondensator elektrolit (elco).
    7.Fungsinya untuk : sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    8.a. Penyearah tunggal
    b. Penyearah ganda
    c. Penyearah jembatan dioda
    9.a. Tegangan output tunggal
    b. Tegangan output ganda

    BalasHapus
  29. Salwa 23/7C

    BAB. Teori Adaptor
    1. mengubah arus listrik ac/bolak-balik menjadi arus listrik searah/dc
    2. input --> penurun tegangan --> penyearah --> penyaring --> output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponennya : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponennya : sebuah trafo stepdown
    5. untuk mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
    6. untuk menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    BalasHapus
  30. Bab Teori Adaptor
    Nama : Retina Firsti Gracia
    No/Kelas : 20/VII C

    1.Adaptor digunakan untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    2.Input tegangan >> Penurun tegangan >> Penyearah tegangan >> Penyaring tegangan >> Output tegangan.
    3.Fungsinya : Untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak.
    Komponennya : steker,kabel input (kabek AC),sakelar on-off,sakelar pemindah tegangan 110/220 V,sekring, dan lampu pilot.
    4.Fungsinya : Untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V.
    Komponennya : trafo jenis step down (penurun tegangan).
    5.Fungsinya : Untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    Komponennya : dioda silikon.
    6.Fungsinya : Untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponennya : kondensator elektrolit (elco).
    7.Fungsinya : Sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    Komponennya : peralatan kabel output/kabel output (kabel dan jepit buaya/jack).
    8.-Penyearah tunggal
    -Penyearah ganda
    -Penyearah jembatan dioda
    9.-Tegangan output tunggal
    -Tegangan output ganda

    BalasHapus
  31. anindito evan Mahendra (VIIB)/7
    bab 1
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator electronik
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    BalasHapus
  32. anindito evan m (VIIB)/7
    bab2
    1.-steker dan kabelnya
    -sakelar geser 2 buah
    -lampu pilot
    -trafo adaptor CT 500 mA
    -jepit buaya
    -tenol,
    -R=10 OHM 5 WATT
    -C1,C2=22A0 UF/10V
    D1,D2=1N4001 DAN YANG SEJENIS
    2.-CCB
    -Ferrie Cholorida
    -spidol cat
    -bensin/spiritus
    -pensil&kertas karbon
    -bor mini,dll
    3.mendatar atau tegak tergantung pada jarak lubang yang tersedia di PCB
    4.dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,kondensator dan lilitan,yang terakhir komponen aktif seper
    ti dioda,transistor dan IC
    5.-panaskan solder bout yang akan digunakan
    -bersihkan permukaan bagian yang akan disolder
    -tempelkan ujung besi yang sudah panas pada titik yang akan disolder
    -tempelkan tenol pada ujung besi solder,maka tonol akan mencair
    -perhatikan cairan tenol jangan sampai menyebrang jalur lain
    -angkat ujung besi solder dari PCB
    -sebaiknya saat menyolder dari komponen pasif ke aktif.
    6.- ukuran solder sebaiknya disesuaikan dengan flat
    -usahakan menyolder sekali selesai
    -jika cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dengan air keras
    -gunakan tenol yang berkualitas baik
    7.-potong CCB sesuai gambar lay out
    -besihkan CCB dari korosi dengan amplas halus
    -pindahkan gambar lay out ke CCb sesuai pola jalurnya
    -buatlah laurutan Ferrie Cholorida dengan air
    -masukkan CCB yang sudah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan
    Ferrie Cholorida
    -angkat CCB lalu dicuci dengan air
    -buatlah titik titik untuk memasukkan kaki komponen.
    -bersihakan spidol cat pada CCB dengan bensin/spiritus
    -telitilah kembali pola jalur jlaur lapisan tembaga pada PCB

    BalasHapus
  33. ANINDITO EVAN M. (VIIB)/7
    BAB3
    1. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1 , hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B lalu amati keadaan jarum
    2. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1,hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter, hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1, hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian
    4. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel merah pada kaki katoda, hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
    5. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel hitam pada kaki basis , hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
    6. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stell jarum pada anga 0 ohm, hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif, hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7. resistor : perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur, putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau killo ohm , hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm, hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
    Potensiometer: putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk killo ohm, stel jarum pada angka 0 ohm, hubungkan kabel merah pada terminal B, hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C, (secara bergantian) , putar as potensiometer

    BalasHapus
  34. Bab Pembuatan Adaptor
    Nama : Retina Firsti Gracia
    No/Kelas : 20/VII C

    1.a)Steker dengan kabelnya
    b)Sakelar geser 2 buah
    c)Lampu pilot
    d)Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA P=0,110,220
    e)D1,D2=1N4001 dan yang sejenisnya
    f)C1,C2=22A0 uf/10V
    g)R=10 ohm 5 watt
    h)Jack/jepit buaya dengan kabelnya
    i)Kabel secukupnya
    j)Tenol super/timah patri
    2.-CCB/PCB polos
    -Ferrie Chlorida
    -Spidol cat
    -Bensin/spiritus
    -Pensil dan kertas karbon
    -Bor mini
    -Pemukul kecil/palu
    -Paku driv
    -Kain lap
    -Ember plastik dan air
    -Amplas
    -Gambar lay out PCB
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB.
    4.Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,condensator,lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda,transistor, dan IC.
    5.Panaskan solder bout yang akan digunakan, Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder, Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas, Selanjutnya tempelken pula timah patri, Perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder, Angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup dan kaki komponen dengan permukaan PCB yang disolder rekat menyatu.
    6.Ukuran solder hendaknya disesuaikan dengan ketebalan plat yang akan disolder, Usahakan, menyolder sekali selesai, Apabila cairan timah tidak mudah menempel, sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras, Gunakan tenol yang berkualitas baik, Amati hubungan setelah penyolderan, apakah ada yang korslet, Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak, Hasil patrian yang baik akan kelihatan menkilat.
    7.Potonglah CCB, Bersihkan PC, Pindahkan gambar lay out pada CCB, Setelah diteliti, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut, Buatlah larutan ferrie chlorida dengan air, Masukkan CCB ke dalam larutan ferrie chlorida, kemudian goyang-goyangkan, Angkat CCB dari ember plastik dan cucilah dengan air bersih, Buatlah titik-titik pada bagian yang dipakai untuk memasang kaki komponen, Buatlah lubang pada titik-titik tersebut, Bersihkan spidol cat pada PCB dengan bensin, Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pada PCB, Bila ada yang korslet betulkan dengan pisau.

    BalasHapus
  35. Bab mengetes adaptor
    1. - Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1
    - Hubungkan kabel merah & hitam pd kedua ujung penghantar A & B, lalu amati keadaan jarum
    - Selanjutnya, C & D amati keadaanjarum:
    - Bila jarum bergerak jauh menyimpang ke kanan, berarti hubungan steker dgn kabel input tidak putus (baik)
    - Bila jarum tetap/diam, berarti steker & kabel input terputus
    2. - Putarlah saklar pemilih multimeter pd posisi menunjuk X1
    - Hubungkan ujung kabel merah & kabel hitam multimeter
    - Hubungkan ujung kabel merah & kabel hitam pd kedua ujung penghantar sekring
    Hasil pengamatan:
    - Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti kawat pengaman sekring tidak putus
    - Bila jarum diam, berarti kawat pengaman sekring putus
    3. - Melalui Gulungan Primer
    - Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    - Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian.
    Hasil pengamatan:
    - Bila jarum bergerak ke kanan menunjuk angka tertentu, berarti gulungan kawat primer tidak terputus (baik)
    - Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan primer putus(rusak)
    - Melalui Gulungan Sekunder
    - Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    - Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian
    Hasil pengamatn:
    - bila jarum bergerak ke kanan menunjuk angka tertentu berarti gulungan kawat sekunder tidak putus,
    - bila jarum tetap/diam menunjukan gulungan sekunder putus
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    - Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1
    - Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0,110,220)
    - Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gulungan sekunder (0,3,6,9,12)
    Hasil pengamatan:
    - Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer tidak korsleting,
    - Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer korsleting
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).

    Gabrielle Galuh As/10/VII F

    BalasHapus
  36. 1. Kegunaannya untuk merubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2. Input tegangan penurun tegangan penyearah penyaring ouput tegangan
    3. Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring, dan lampu pilot.
    4. Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yan biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 volt atau 220 volt.
    Komponen : trafo jenis step down (penurun tegangan)
    5. Fungsi : untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    Komponen : dioda silikon
    6. Fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponen : kondensator elektrolit (elco)
    7. Fungsi :sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    Komponen : peralatan kabel output atau kabel pengubung (kabel dan jepit buaya atau jack)
    8. Penyearah tunggal, penyearah ganda, dan penyearah jembatan dioda
    9. Tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    BalasHapus
  37. 1. Kegunaannya untuk merubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2. Input tegangan penurun tegangan penyearah penyaring ouput tegangan
    3. Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring, dan lampu pilot.
    4. Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yan biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 volt atau 220 volt.
    Komponen : trafo jenis step down (penurun tegangan)
    5. Fungsi : untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    Komponen : dioda silikon
    6. Fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponen : kondensator elektrolit (elco)
    7. Fungsi :sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    Komponen : peralatan kabel output atau kabel pengubung (kabel dan jepit buaya atau jack)
    8. Penyearah tunggal, penyearah ganda, dan penyearah jembatan dioda
    9. Tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    Vina Hanifa (24/7F)

    BalasHapus
  38. BAB 2
    1. a. Steker dengan kabelnya
    b. Sakelar geser 2 buah
    c. Lampu pilot
    d. Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA
    P= 0, 110, 220
    e. D1, D2 = 1N4001 dan yang sejenis
    f. C1, C2 = 22A0 uf/10V
    g. R = 10 ohm 5 watt
    h. Jack atau jepit buaya dengan kabelnya
    i. Kabel secukupnya
    j. Tenol super atau timah patri
    2. a. CCB (Cooper Clead Board) atau PCB polos
    b. Ferrie Chloride (Fe Cl3)
    c. Spidol cat (tahan air)
    d. Bensin atau spiritus
    e. Pensil dan kertas karbon
    f. Bor mini (mini drill)
    g. Pemukul kecil/palu
    h. Paku driv
    i. Kain lap
    j. Ember plastik dan air
    k. Amplas
    l. Gambar Lay Out (gambar konsep) PCB
    3. Posisinya mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. Komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan, dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, dan IC.
    5. a. Panaskan solder bout yang akan dipergunakan.
    b. Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari korosi kotoran agar cairan timah dapat menyatu denga baik.
    c. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    d. Selanjutnya tempelkan pula timah patri (tenol) pada ujung besi solder, maka timah patri dapat akan mencair
    e. Perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder, jangan sampai berlebihan sehingga menyeberang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan terjadinya korsleting.
    f. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup dan kaki komponen dengan permukaan PCB yang disolder rekat menyatu.
    6. a. Ukuran solder harus disesuaikan dengan ketebalan plat atau jenis komponen yang akan disolder.
    b. Usahakan, menyolder sekali selesai, tidak diulang-ulang pada titik yang sama.
    c. Apabila cairan timah (tenol) tidak mudah menempel pada logam yang dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras.
    d. Gunakan tenol berkualitas baik (tenol super).
    e. Amati hubungan setelah penyolderan.
    f. Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak (bergoyang) sebelum timah benar-benar mengeras.
    g. Hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilat.
    7. a. Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yang telah direncanakan.
    b. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    c. Pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    d. Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut dengan mempergunakan spidol cat lalu keringkan.
    e. Buatlah larutan ferrie chlorida dengan air, sebaiknya larutan dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plastik jangan dari logam.
    f. Masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida. Selanjutnya goyang-goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang tidak tertutup cat hilang dan larut.
    g. Angkat CCB dari ember plastik dan cucilah dengan air bersih.
    h. Buatlah titik-titik pada bagian-bagian yang akan dibuat untuk memasang kaki komponen dengan mempergunakan paku driv dan palu.
    i. Buatlah lubang pada titik-titik tersebut dengan menggunakan paku driv dan palu.
    j. Bersihkan/cucilah spidol cat pada PCB dengan bensin atau spiritus lalu bersihkan dengan kain lap.
    k. Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pada PCB.
    l. Bila ada jalur yang korsleting betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang.

    Vina Hanifa (24/7F)

    BalasHapus
  39. BAB 3
    1. Langkah-langkah kegiatan:
    a. Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1.
    b. Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung pengahantar A dan B (boleh terbalik), lalu amati keadaan jarum.
    Selanjutnya, C dan D, lalu amati keadaan jarum.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak jauh menyimpang ke kanan, berarti hubungan steker dengan kabel input tidak putus (baik).
    b. Bila jarum tetap atau diam, berarti steker dan kabel input terputus.
    2. Langkah-langkah kegiatan:
    a. Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.
    c. Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti kawat pengaman sekring tidak putus.
    b. Bila jarum diam, berarti kawat pengaman sekring putus.
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Putarlah saklar pemilih miltimeter pada posisi menunjuk XI.
    b. Hubungkan kedua ujung kabel multimeter, jarum harus bergerak jauh ke kanan.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal (Tap) X dan kabel hitam pada terminal A. (tuas saklar geser digeser ke A).
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak jauh ke kanan, berarti terminal X dan A dalam keadaan berhubungan (baik).
    b. Bila jarum diam, berarti terminal X dan A terputus.
    c. Lakukan pula pengetesan terhadap hubungan terminal X dan B dengan langkah seperti kegiatan tersebut diatas.
    3. Mengetes trafo adaptor
    1. Mengetes Gulungan Primer
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara bergantian (hubungkan kabel bolak-balik).
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak ke kanan menunjuk angka tertentu, berarti gulungan kawat primer tidak terputus (baik).
    b. Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan primer putus (rusak).
    2. Mengetes gulungan sekunder
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap (sama) diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada termilan 3, 6, 9, 12, dan seterusnya secara bergantian.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak ke kanan menunjuk angka tertentu berarti gulungan kawat sekunder tidak putus (baik).
    b. Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan sekunder putus.
    3. Mengetes gulungan primer terhadap gulungan sekunder
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Saklar pemilih pada posisi menunujuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0, 110 atau 220).
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terrminal gulungan sekunder
    (0, 3, 9 atau 12)
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan sekunder tidak korsleting (baik).
    b. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer dengan sekunder terjadi korsleting.
    4. Mengetes gulungan primer terhadap inti besi
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0, 110 atau 220
    )
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X).
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan int besi tidak korsleting (baik).
    b. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer dengan inti besi terjadi korsleting.
    5. Mengetes gulungan sekunder terhadap inti besi
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0, 3, 9, atau 12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan inti besi tidak korsleting (baik).
    b. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer dengan inti besi terjadi korsleting.

    BalasHapus
  40. 4. 1. Mengetes dioda diberi tegangan maju (forward bias)
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Hubungkan kabel merah pad kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitan pada kaki anoda (A).
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti dioda baik (mengalirkan arus).
    b. Bila jarum diam, berarti dioda rusak (putus).
    2. Mengetes dioda diberi tegangan mundur (reverse bias)
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungakan kabel hitam pada kaki anoda (A).
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum tetap/diam, berarti dioda baik.
    b. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti dioda rusak (short).
    Catatan Khusus:
    Untuk pengetesan dioda hubungkan kabel merah dan hitam secara berbolak-balik. Apabila dalam pengetesan tersebut jarum tetap diam/bergerak ke kanan terus, berarti dioda rusak.
    5. 1. Mengetes transistor PNP diberi tegangan maju
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B).
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti transistor jenis PNP dalam keadaan baik.
    b. Bila jarum tetap/diam, berarti rusak.
    2. Mengetes transistor diberi tegangan mundur
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum tetap/diam, berarti transistor jenis PNP dalam keadaan baik.
    b. Bila jarum bergerak ke kanan berarti rusak.
    Catatan Khusus:
    Pengetesan transistor jenin NPN langkah kegiatan dan hasil pengamtannya berkebalikan dengaan pengetesan transistor jenis PNP.
    6. Langkah-langkah kegiatan:
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Hubungakn ujung kabel merah dan hitam, lalu stel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas negatif (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki positif.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak menyimpang jauh ke kanan dan lambat laun kembali ke kiri pada kedudukan semula berarti Elco dalam keadaan baik.
    b. Bila jarum bergerak jauh ke kanan dan tidak kembali, berarti elco sudah bocor (short).
    c. Bila jarum tidak bergerak, berarti elco putus.
    7. 1. Mengetes resistor
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (menurut kode warnanya).
    b. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1, X10 atau KΩ disesuaikan dengan jangkuan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak ke kanan menunjuk angka yang sesuai dengan nilai hambatan resistor berarti resistor baik.
    b. Bila jarum tetap diam, berarti resistor atau ada kemungkinan posisi saklar pemilih kurang tepat sehingga jarum tidak dapat dibaca. Pindahkan saklar pemilih ke posisi yang lain sehingga simpangan jarum dapat dibaca.
    2. Mengetes potensiometer
    Langkah-langkah kegiatan:
    a. Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk KΩ.
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian).
    e. Putarlah as potensiometer.
    Hasil pengamatan:
    a. Bila jarum bergerak ke kanan atau ke kiri bersamaan pada waktu as diputar, berarti potensiometer dalam keadaan baik.
    b. Bila jarum bergerak tersendat-sendat pada saat as diputar, berarti potensiometer sudah aus.
    c. Bila jarum tidak bergerak, berarti potensiometer putus.

    Vina Hanifa (24/7F)

    BalasHapus
  41. BAB TEORI ADAPTOR
    1.Mengubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2.Input tegangan->Penurun tegangan->Penyearah->Penyearah->output tegangan
    3.Fungsi : Menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pda stop kontak.
    Komponen : Steker,Kabel input (Kabel AC),saklar on off,saklar pemindh tgangan 110/220 V,sekring,& lampu pilot.
    4.Fungsi : Menurunkan tegangan AC yg biasanya brsal dr listrik PLN dgn tgangan 110/220 V.
    Komponen : Trafo jenis step down.
    5.Fungsi : Mengubah arus listrik bolak-balik (AC) mnjd listrik arus searah (DC).
    Komponen : Dioda silikon
    6.Fungsi : Menyaring output dr bgian penyearah brp tgangan & arus listrik searah (DC) yg belum rata & msih mengandung keruh agar mndptkan keluaran yg lbh rata & halus.
    Komponen : Kondensator elektrolit (elco)
    7.Fungsi : Penghubung output tegangan & arus DC yg dihsilkan adaptor k psawat elektronika yg memerlukan.
    Komponen : Peralatan kabel output/kabel penghubung ( kabel & jepit buaya/jack).
    8.Penyarah tunggal, Penyerah ganda, Penyearah jembatan dioda.
    9.Tegangan output tunggal & Tegangan output ganda

    Hayu Fatwa Septia (15/VII A)

    BalasHapus
  42. BAB PEMBUATAN ADAPTOR

    1.a)steker dgn kabelnya
    b)Saklar geser 2 buah
    c)Lamou pilot
    d)Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA P=0,110,220
    e)D1,D2=1N4001 & yg sejenis
    f)C1,C2=22A0 uf/10V
    g)R= 10 0hm 5 watt
    h)Jepit buaya dgn kabelnya
    i)Kabel scukupnya
    j)Tenol super/timah patri




    2.a) CCB
    b)Ferrie Chloride (Fe C13)
    c)Spidol cat (than air)
    d)Bensin/Spiritus
    e)Pensil & Kertas Karbon
    f)Bor mini (mini drill)
    g)Pemukul kcil/palu
    h)Paku driv
    i)Kain lap
    j)Ember plastik & air
    k)Amplas
    l)Gambar lay out PCB


    3.Pemasangannya dpat dilakukan dgn posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pd PCB serta disesuaikan dgn bsarnya fisik kmponen yg akan dipasang .
    4.Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,condensator,lilitan, & trakhir komponen aktif yaitu Dioda,Transistor, IC.
    5.a)Panaskan solder bout yg akan digunakan
    b)Brsihkan permukaan bagian yg akan disolder dari korosi kotoran agar cairan timah dpt menyatu dgn baik
    c)Tempelkan ujung besi solder yg sdh panas pd titik yg akan disolder
    d)Tempelkan pula tenol pd ujung besi solder,mka timah patri akan mencair
    e)Perhatikan cairan timah patri pd titik yg akan disolder,jgn sampai berlebihan hingga menyeberang k jalur lain krn dpt menyebabkn korsleting
    f)Agkat ujung besi solder dari PCB brsama dgn tennnolnya stelah cairan timah diperkirakan sdh ckup & kaki komponen dgnpermukaan PCB yg disolder rekat menyatu
    6.a) Sesuaikan ukuran solder dgn ktebalan plat/jenis komponen yg akan disolder
    b)Ushakanlah menyolder sekali selesai (jgn diulang-ulang pd titik yg sama)
    c)Jika cairan timah tdk mudah menempel pd logam yg dipatri,sebaiknya tetesi dulu dgn air keras
    d)Gunakan tenol yg berkualitas baik
    e)Amati hubungan setelah penyolderan,apakah ada jalur yg brhubungan singkat (korsleting) / hbungan be lum baik (cairan timah yg msih mentah)
    f)Usahakan komponen yg dipatri tdk bergerak sbelum timah benar-benar mengeras
    g)Hasil patrian yg baik akan terlihat mengkilat
    7.a)Potong CCB dgn ukuran yg sesuai dgn gambar lay out PCB yg telah direncakan
    b)Bersihkan PC dari korosi dgn amplas halus
    c)Pindahkan gambar lay out pd CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    d)Setelah diteliti kbenaran jalurnya,tebalkan jalur-jalur trsbut menggunakan spidol cat lalu keringkan
    e)Buatlah larutan ferrie choride dgn air,sebaiknya buatlah agak peka menggunakan ember plastik
    f)Masukkan gambar CCB yg telah diberi spidol cat k dlam larutan ferrie chloride. Lalu goyang-goyangkan hingga lpisan logam pd permukaan CCB yg tdk tertutup cat hilang.
    g)Angkat CCB dr ember plastik & cuci sampai bersih.
    h)Buatlah titik-titik pd bagian-bagian yg akan dibuat un.tuk memasang kaki kompnen menggunkan paku driv & palu.
    i)Buatlah lubang pd titik-titik tsb menggunkan paku driv & palu.
    j)Bersihkan spidol cat pd PCB dgn bensin/spiritrus lalu bersihkan menggunakan kain lap.
    K)Telitilah kembali pola jalur-jalur lpisan tembaga pd PCB
    l)Bila ada yg korslet betulkan menggunakan pisau hingga lpisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang.

    Hayu Fatwa Septia (15/VII A)

    BalasHapus
  43. Nama : Siti Maezaroh
    No : 27
    Kelas : VIIE (7E)
    Bab Teori Adaptor:
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan > penurun tegangan > penyearah tegangan >penyaring > output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Tegangan AC tersebut diturunkan menjadi 3V,4,5V,6V,7,5V,9V,12V atau lebih menurut kebutuhan.
    komponen :trafo jenis step down
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lebih rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator elektrolit
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. * Penyearah Tunggal = menggunakan 1 dioda, 1⁄2 gelombang. Untuk arus AC yang berasal dari gulungan sekunder Trafo Output Tunggal. Hasilnya arus yang berdenyut.
    * Penyearah Ganda = menggunakan 2 dioda, gelombang penuh. Trafo yang digunakan adalah Trafo Output Ganda / CT.
    * Penyearah Jembatan = menggunakan 4 dioda, gelombang penuh.
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).

    BalasHapus
  44. Siti Maezaroh26 Mei 2012 09.51

    Nama : Siti Maezaroh
    No : 27
    Kelas : VIIE (7E)
    Bab Teori Adaptor:
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan > penurun tegangan > penyearah tegangan >penyaring > output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Tegangan AC tersebut diturunkan menjadi 3V,4,5V,6V,7,5V,9V,12V atau lebih menurut kebutuhan.
    komponen :trafo jenis step down
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lebih rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator elektrolit
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. * Penyearah Tunggal = menggunakan 1 dioda, 1⁄2 gelombang. Untuk arus AC yang berasal dari gulungan sekunder Trafo Output Tunggal. Hasilnya arus yang berdenyut.
    * Penyearah Ganda = menggunakan 2 dioda, gelombang penuh. Trafo yang digunakan adalah Trafo Output Ganda / CT.
    * Penyearah Jembatan = menggunakan 4 dioda, gelombang penuh.
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).

    BalasHapus
  45. Nama: siti maezaroh
    No:27
    Kelas: 7e
    Bab Pembuatan Adaptor
    1. komponen:
    steker dengan kabelnya,
    sakelar geser 2 buah,
    lampu pilot,
    trafo adaptor menggunakan CT 500 mA,P= 0,110,220,
    D1,D2= IN4001 dan yang sejenis,
    C1,C2=22A0 uf/10V,
    R= 10 ohm 5 watt,
    Jack /jepit buaya dengan kabelnya,
    Kabel secukupnya,
    Tenol super atau timah patri
    2.Bahan-bahan yang diperlukan:
    - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    - Gambar lay out PCB
    3.Posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,condensator,lilitan, dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor,dan IC.
    5. -Panaskan solder baut yang akan digunakan (hubungkan pada stop kontak yang bertegangan listrik)
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari korosi kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6.Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    -Apabila tenol tidak mudah menempel pada logam yang akan dipatri, sebaiknya ditetesi dengan air keras
    -Amati hubungan setelah penyolderan, apakah ada yang korsleting,hubungan blm baik
    -Hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilat
    7.)Urutan membuat PCB:
    - Potong PCB sesuai dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang tdk tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci/bersihkan spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang korsleting / tidak. Bila sudah benar,PCB siap digunakan.
    -Bila ada yang betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang.

    BalasHapus
  46. Siti Maezaroh / 27/ 7e
    Bab 3
    1. Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1, Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2. Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1,Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter, Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.-Melalui Gulungan Primer:Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    - Melalui Gulungan Sekunder:Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas,Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder:-Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer,Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi:Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220),Hubungkan kabel hitam pada inti besi. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi:Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer,Hubungkan kabel hitam pada inti besi (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4.* Diberi Tegangan Maju (Foward Bias):Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω,Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K),Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    *Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias):Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω,Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K),Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).
    5. * Diberi Tegangan Maju:Sakelar pemilih menunjuk K Ω,Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B),Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    * Diberi Tegangan Mundur: cara sama
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6.- Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    - Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    - Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    - Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = berarti putus).
    7.*Mengetest Resistor:
    - Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    - Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    - Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    - Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    pengamatan= jarumjauh ke kanan menunjuk angka yng sesuai dengan nilai hambatan resistor :baik,jarum diam berarti resistor ada kemungkinan posisi saklar pemilih kurang tepat
    Mengetest Potensiometer:
    - Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    - Setel jarum pada angka nol Ohm.
    - Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    - Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). ( Bila ke kanan/ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)

    BalasHapus
  47. Nama : Zuhra Nur Jauza Ozura
    No :28 Kelas : VIIE
    BAB 1
    1.Untuk merubah listrik arus bolak balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2.Input Tegangan -- Penurun Tegangan -- Penyearah -- Penyaring (Filter) -- Output Tegangan.
    3.Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : Steker, Kabel Input (Kabel AC), Sakelar On-Off, Sakelar pemindah tegangan 110/220 V, Sekring, & Lampu pilot.
    4.Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yang berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 Volt / 220 Volt.
    Komponen : Trafo Jenis Step Down (Tunggal / Ganda).
    5.Fungsi : untuk merubah arus AC menjadi arus DC
    Komponen : Dioda.
    6.Fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponen : Kondensator Elektrolit (Elco).
    7.Fungsi : untuk penghubung output tegangan dengan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    8. * Penyearah Tunggal
    * Penyearah Ganda
    * Penyearah Jembatan
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).

    BAB 2
    1.Resistor, kondensator elektrolit (elco), dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jack buaya.
    2.CCB, FeC13, Spidol cat, Bensin/spirtus, Pensil & Kertas karbon, Bor mini, Palu, Paku driv, Kain Lap, Ember plastik & air, Amplas, Gambar Layout PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Hendaknya dilakukan secara berurutan. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, & lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, & IC.
    5. a. Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    b. Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    c. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    d. Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    e. Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    f. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya.
    6. a. Ukuran solder harus sesuai dengan ketebalan plat / jenis komponen.
    b. Usahakan, menyolder sekali selesai.
    c. Apabila tenol tidak mudah menempel, ditetesi dulu dengan air keras.
    d. Gunakan tenol super (kualitas baik).
    e. Amati hubungan setelah penyolderan.
    f. Usahakan, komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah mengeras.
    g. Hasil patrian yang baik akan mengkilat.
    7. a. Potong CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang direncanakan.
    b. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    c. Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    d. Teliti kebenaran jalurnya, tebalkan jalurnya dengan spidol cat lalu keringkan.
    e. Buat larutan FeC13 dengan air, pakai ember plastik.
    f. Masukkan CCB yang telah diberi gambar ke dalam larutan FeC13. Goyang-goyangkan hingga tembaga tidak tertutup cat (hilang/larut).
    g. Angkat CCB dari ember plastik, cuci dengan air bersih.
    h. Buat titik-titik pada bagian yang digunakan untuk memasang komponen menggunakan paku driv dan palu.
    i. Bersihkan/cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spirtus, lalu bersihkan dengan kain lap.
    j. Telitilah, jangan sampai ada yang korslet. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    k. Bila ada yang salah, betulkan dengan pisau hingga lapisan tembaga penyebab korslet hilang.

    BalasHapus
  48. 1.* Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1
    * Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),. ( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2.* Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.
    * Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.
    * Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.- Melalui Gulungan Primer
    a. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    - Melalui Gulungan Sekunder
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4. – Diberi Tegangan Maju (Foward Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    - Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).

    Zuhra Nur Jauza (VII E/28)

    BalasHapus
  49. Tambahan bab III ( maaf pak kepedhot...)
    5. – Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    - Diberi Tegangan Mundur
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6. a. Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = putus).
    7. a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    b. Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    8. a. Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). (Ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, Tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)
    Zuhra Nur Jauza (VIIE/28)

    BalasHapus
  50. Zuhra NJO (VIIE/28)
    BAB 1
    1.Untuk merubah listrik arus bolak balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2.Input Tegangan -- Penurun Tegangan -- Penyearah -- Penyaring (Filter) -- Output Tegangan.
    3.Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : Steker, Kabel Input (Kabel AC), Sakelar On-Off, Sakelar pemindah tegangan 110/220 V, Sekring, & Lampu pilot.
    4.Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yang berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 Volt / 220 Volt.
    Komponen : Trafo Jenis Step Down (Tunggal / Ganda).
    5.Fungsi : untuk merubah arus AC menjadi arus DC
    Komponen : Dioda.
    6.Fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus.
    Komponen : Kondensator Elektrolit (Elco).
    7.Fungsi : untuk penghubung output tegangan dengan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    8. * Penyearah Tunggal
    * Penyearah Ganda
    * Penyearah Jembatan
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).
    BAB 2
    1.Resistor, kondensator elektrolit (elco), dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jack buaya.
    2.CCB, FeC13, Spidol cat, Bensin/spirtus, Pensil & Kertas karbon, Bor mini, Palu, Paku driv, Kain Lap, Ember plastik & air, Amplas, Gambar Layout PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Hendaknya dilakukan secara berurutan. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, & lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, & IC.
    5. a. Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    b. Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    c. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    d. Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    e. Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    f. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya.
    6. a. Ukuran solder harus sesuai dengan ketebalan plat / jenis komponen.
    b. Usahakan, menyolder sekali selesai.
    c. Apabila tenol tidak mudah menempel, ditetesi dulu dengan air keras.
    d. Gunakan tenol super (kualitas baik).
    e. Amati hubungan setelah penyolderan.
    f. Usahakan, komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah mengeras.
    g. Hasil patrian yang baik akan mengkilat.
    7. a. Potong CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang direncanakan.
    b. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    c. Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    d. Teliti kebenaran jalurnya, tebalkan jalurnya dengan spidol cat lalu keringkan.
    e. Buat larutan FeC13 dengan air, pakai ember plastik.
    f. Masukkan CCB yang telah diberi gambar ke dalam larutan FeC13. Goyang-goyangkan hingga tembaga tidak tertutup cat (hilang/larut).
    g. Angkat CCB dari ember plastik, cuci dengan air bersih.
    h. Buat titik-titik pada bagian yang digunakan untuk memasang komponen menggunakan paku driv dan palu.
    i. Bersihkan/cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spirtus, lalu bersihkan dengan kain lap.
    j. Telitilah, jangan sampai ada yang korslet. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    k. Bila ada yang salah, betulkan dengan pisau hingga lapisan tembaga penyebab korslet hilang.

    BalasHapus
  51. Zuhra NJO (VIIE/28)
    BAB 3
    1.* Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1
    * Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),. ( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2.* Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.
    * Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.
    * Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.- Melalui Gulungan Primer
    a. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    - Melalui Gulungan Sekunder
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4. – Diberi Tegangan Maju (Foward Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    - Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).

    BalasHapus
  52. Zuhra NJO (VIIE/28)
    Bab III
    5. – Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    - Diberi Tegangan Mundur
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6. a. Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = putus).
    7. a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    b. Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    8. a. Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). (Ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, Tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)

    BalasHapus
  53. Bab Teori Adaptor
    1. mengubah arus bolak-balik menjadi searah
    2. input - tegangan AC 220 volt
    trafo - penurun tegangan
    dioda - penyearah
    elco - penyaring
    output - tegangan DC 12 volt
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC)pada stopkontak. contoh komponen input steker, kabel input, sekring, sakelar on off, lampu pilot, sakelar pemindah tegangan 110/220 volt
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V. komponennya trafo jenis step down
    5. merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). komponennya dioda silikon
    6. mendapatkan tegangan keluaran yang rata dan halus. komponennya elco
    7. sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponennnya kabel output dan jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal yang terdiri dari 1 dioda
    penyearah ganda terdiri dari 2 dioda
    penyearah jembatan dioda terdiri dari 4 dioda
    9. penyearah output tunggal dan penyearah output ganda
    ahmad jauhar asidiq 03/7e

    BalasHapus
  54. bab pembuatan adaptor Ahmad Jauhar Asidiq 03/VII E
    1.steker dgn kabel, sakelar geser 2 buah, lampu pilot, trafo CT 500mA, dioda yg sejenis, condensator, resistor, jack, kabel, tenol
    2.CCB, FeCl3, spidol cat, bensin/spiritus, pensil dgn kertas karbon,bor mini, pali, peku driv, kain lap, ember dan air, amplas, layout PCB
    3.Dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pada PCB serta disesuaikan dgn besarnya fisik komponen yang akan dipasang
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, IC
    5. - Panaskan solder bout yg akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yg akan disolder dr korosi kotoran
    - Tempelkan ujung besi solder yg sudah panas pd titik yg akan disolder
    - Tempelkan pula timah patri pada ujung besi solder
    - Perhatikan cairan timah patri pd titik yg disolder
    - Angkat ujung besi solder dr PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup
    6. - Ukuran solder hendaknya disesuaikan dgn ketebalan plat/jenis komponen yg akan disolder
    - Usahakan sekali menyolder selesai, tidak diulang-ulang pd titik yg sama
    - Apabila cairan timah tidak mudah menempel pd logam yg dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dgn air keras
    - Gunakan tenol yg berkualitas baik
    - Amati hubungan setelah penyolderan
    - Usahakan komponen yg dipatri tdk bergerak sebelum timah benar-benar mengeras
    - Hasil patrian yg baik akan kelihatan mengkilat
    7. - Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yg telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dgn amplas halus
    - Pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    - Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut
    - Buatlah larutan ferrie chlorida dgn air
    - Masukkan CCB yg telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida
    - Angkat CCB dr ember plastik & cucilah dgn air bersih
    - Buatlah titik-titik pd bagian-bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen
    - Buatlah lubang pd titik-titik tersebut
    - Bersihkan/cucilah spidol cat pd PCB dgn bensin/spiritus lalu bersihkan dengan kain lap
    - Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pd PCB
    - Bila ada yg betulkan korslet dgn menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang.

    BalasHapus
  55. AHMAD JAUHAR ASIDIQ 03/VII E.BAB Mengetest Adaptor
    1. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1 , hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B lalu amati keadaan jarum
    2. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1,hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter, hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1, hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian
    4. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel merah pada kaki katoda, hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
    5. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel hitam pada kaki basis , hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
    6. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stell jarum pada anga 0 ohm, hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif, hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7. resistor : perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur, putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau killo ohm , hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm, hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
    Potensiometer: putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk killo ohm, stel jarum pada angka 0 ohm, hubungkan kabel merah pada terminal B, hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C, (secara bergantian) , putar as potensiometer.

    BalasHapus
  56. Bab Teori Adaptor
    Annisa Yustisia R (08/VII E)
    1.Untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2. Input tegangan - Penurun Tegangan - Penyearah - Filter - Output tegangan
    3. Untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC) pd stop kontak. Komponen: Steker, kabel input (kabel AC) sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot
    4. Untuk menurunkan tegangan AC yg biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Komponen: trafo jenis step down
    5.Untuk merubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponen: dioda silikon
    6. Untuk mendapatkan tegangan keluaran yg lebih rata dan halus. Komponen: elco
    7.Sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yg memerlukan. Komponen: peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel & jack)
    8. Penyearah Tunggal
    Penyearah Ganda
    Penyearah Jembatan Dioda
    9. Tegangan output tunggal
    Tegangan output ganda

    BalasHapus
  57. Bab Pembuatan Adaptor
    Annisa Yustisia(VII E/08)
    1.Resistor, kondensator elektrolit (elco), dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jack buaya.
    2.CCB, FeC13, Spidol cat, Bensin/spirtus, Pensil & Kertas karbon, Bor mini, Palu, Paku driv, Kain Lap, Ember plastik & air, Amplas, Gambar Layout PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Hendaknya dilakukan secara berurutan. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, & lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, & IC.
    5.Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya.
    6.Ukuran solder harus sesuai dengan ketebalan plat / jenis komponen.
    Usahakan, menyolder sekali selesai.
    Apabila tenol tidak mudah menempel, ditetesi dulu dengan air keras.
    Gunakan tenol super (kualitas baik).
    Amati hubungan setelah penyolderan.
    Usahakan, komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah mengeras.
    Hasil patrian yang baik akan mengkilat.
    7. Potong CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang direncanakan.
    Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    Teliti kebenaran jalurnya, tebalkan jalurnya dengan spidol cat lalu keringkan.
    Buat larutan FeC13 dengan air, pakai ember plastik.
    Masukkan CCB yang telah diberi gambar ke dalam larutan FeC13. Goyang-goyangkan hingga tembaga tidak tertutup cat (hilang/larut).
    Angkat CCB dari ember plastik, cuci dengan air bersih.
    Buat titik-titik pada bagian yang digunakan untuk memasang komponen menggunakan paku driv dan palu.
    Bersihkan/cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spirtus, lalu bersihkan dengan kain lap.
    Telitilah, jangan sampai ada yang korslet. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    Bila ada yang salah, betulkan dengan pisau hingga lapisan tembaga penyebab korslet hilang.

    BalasHapus
  58. Bab mengetest adaptor
    Annisa Yustisia R(VIIE/08)
    1. Putar saklar pemilih multimeter pada posisi X1 Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2.Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.Melalui Gulungan Primer
    a. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    Melalui Gulungan Sekunder
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4. Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    - Diberi Tegangan Mundur
    (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).
    5. Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    - Diberi Tegangan Mundur
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6. a. Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = putus).
    7. a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    b. Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    8. a. Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). (Ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, Tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)

    BalasHapus
  59. BAB Teori Adaptor
    1. Untuk mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus lisrik searah (DC)
    2. Input tegangan >> Penurun tegangan >> Penyearah >> Filter >> Output tegangan
    3. Fungsinya untuk : menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC) pada stop kontak
    Komponennya : Steker,kabel input (kabel AC),sakelar on-off,sakelar pemindah tegangan 110V/220V,sekering dan lampu pilot
    4. Fungsinya untuk : menurunkan tehgangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 volt/220 volt
    Komponennya : Trafo jenis step down (penurun tegangan)
    5. Fungsinya untuk : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi searah (DC)
    Komponennya : Dioda silikon
    6. Fungsinya untuk : Menadapatkan tegangan keluar yang lebih rata dan halus
    Komponennya : Kondensator elektrolit (elco)
    7. Fungsinya untuk : Penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    Komponennya : Peralatan kabel output atau kabel penghubung (kabel dan jepit buaya atau jack.)
    8. Penyearah tunggal,penyearah ganda,penyearah jeembatan
    9. Tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    NAMA : M.RAUDYA HANANDITYA/17/VII E

    BalasHapus
  60. AMIRA HASANAH26 Mei 2012 21.27

    BAB. Pembuatan Adaptor
    1.Steker dengan kabelnya, lampu pilot, resistor,sakelar geser 2buah,trafo adaptor menggunakan CT 500 mA, dioda, elco, kabel secukupnya, timah patri, jepit buaya dengan kabelnya.
    2. CCB,Ferrie Chlorida, spidol cat, bensin, pessil dan kertas karbon, bor mini, palu, paku driv, kain lap, ember plastik dan air, ampals, gambar lay out PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dengan posisi mendatar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB, disesuaikan besar fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Menyolder dimulai dari komponen pasif dan terakhir komponen aktif.
    5.Panaskan solder yang akan digunakan, bersihkan permukaan yang akan disolder, tempelkan ujung solder yang panas pada titik yang akan disolder, tempelkan tenol pada ujung besi solder,cairan timah patri jangan sampai berlebihan,angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya.
    6.Ukuran solder disesuaikan ketebalan plat, usahakan menyolder sekali selesai, jika tenol tidak mudah menempel sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras,gunakan tenol super, amati hubungan setelah penyolderan, usahakan komponen yg dipatri tidak bergerak sebelum cairan timah patri mengeras, hasil patrian yang baik adalah mengkilat.
    7.Potong CCB sesuai ukuran gambar lay out PCB, bersihkan PC dari korosi, pindahkan gambar lay out ke PCB, tebalkan jalur-jalur tersebut dengan spidol cat, buatlah larutan Ferri Chloride dengan air, masukkan CCb ke dalam larutan Ferri Chloride,angkat CCB dan cuci dengan air, buatlah lubang dengan menggunakan paku driv dan palu, cucilah spidol cat dengan bensin.

    AMIRA HASANAH/ 6 / 7E

    BalasHapus
  61. BAB I :
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator electronik
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    MUH.LUTHFI GHOZALI (16/7c)
    FIKRI RAHMAT M (10/7C)

    BalasHapus
  62. BAB. Teori Adaptor
    1. Merubah arus listrik AC (bolak-balik) menjadi arus DC (searah)
    2. Input tegangan→ Penurun tegangan→Penyearah tegangan→Penyaring tegangan→Output tegangan.
    3. Menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus AC pada stop kontak, komponen: sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, steker, kabel input, sekring , dan lampu pilot.
    4. Menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220V, komponen: trafo jenis step down.
    5. Merubah arus AC menjadi arus DC, komponen: diode
    6. Meratakan & mengahaluskan tegangan keluaran DC, komponen: elco, resistor, dan CL.
    7. Penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang membutuhkan, komponen: jepit buaya beserta kabelnya.
    8. Penyearah tunggal, penyearah ganda, dan penyearah jembatan dioda.
    9. Penyearah jembatan: tegangan output tunggal, tegangan output ganda.

    AMIRA HASANAH / 6 / 7E

    BalasHapus
  63. BAB. Pembuatan Adaptor
    1.Steker dengan kabelnya, lampu pilot, resistor,sakelar geser 2buah,trafo adaptor menggunakan CT 500 mA, dioda, elco, kabel secukupnya, timah patri, jepit buaya dengan kabelnya.
    2. CCB,Ferrie Chlorida, spidol cat, bensin, pessil dan kertas karbon, bor mini, palu, paku driv, kain lap, ember plastik dan air, ampals, gambar lay out PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dengan posisi mendatar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB, disesuaikan besar fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Menyolder dimulai dari komponen pasif dan terakhir komponen aktif.
    5.Panaskan solder yang akan digunakan, bersihkan permukaan yang akan disolder, tempelkan ujung solder yang panas pada titik yang akan disolder, tempelkan tenol pada ujung besi solder,cairan timah patri jangan sampai berlebihan,angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya.
    6.Ukuran solder disesuaikan ketebalan plat, usahakan menyolder sekali selesai, jika tenol tidak mudah menempel sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras,gunakan tenol super, amati hubungan setelah penyolderan, usahakan komponen yg dipatri tidak bergerak sebelum cairan timah patri mengeras, hasil patrian yang baik adalah mengkilat.
    7.Potong CCB sesuai ukuran gambar lay out PCB, bersihkan PC dari korosi, pindahkan gambar lay out ke PCB, tebalkan jalur-jalur tersebut dengan spidol cat, buatlah larutan Ferri Chloride dengan air, masukkan CCb ke dalam larutan Ferri Chloride,angkat CCB dan cuci dengan air, buatlah lubang dengan menggunakan paku driv dan palu, cucilah spidol cat dengan bensin.
    AMIRA HASANAH (6/7E)

    BalasHapus
  64. Nama: Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/ VII A

    BAB I :
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator electronik
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    BalasHapus
  65. Nama: Vania Lysandra 27/VII A
    Fathi I.H 10/VII A

    Bab Teori Adaptor
    1. untuk mengubah listrik arus bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC)
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi: menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak
    komponen: steker, kabel input (kabel AC) saklar on off, saklar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot
    4. fungsi: menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V
    komponen: trafo jenis step down
    5. fungsi: merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC)
    komponen: dioda silikon
    6. fungsi: mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    komponen: elco
    7. fungsi: penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    komponen: kabel output/kabel penghubung (kabel dan jepit buaya)
    8. penyearah tunggal,penyearah ganda,penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    BalasHapus
  66. Nama : Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/VII A

    Bab 1
    1) mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    2) Input tegangan -> Penurun Tegangan -> Penyearah -> Penyearah -> Output Tegangan.
    3) Komponen input adaptor :
    - steker
    - Kabel AC ( kabel input )
    - Saklar on off
    - saklar pemindah tegangan 110/220 V
    - sekring
    - lampu pilot.
    Fungsi input adaptor :
    - untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak.
    4) Fungsi penurun tegangan pada adptor :
    menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 / 220 V.
    > Komponen penurun tegangan pada adaptor:
    - terdiri dari sebuah trafo jenis step down ( penurun tegangan )
    5) Fungsi penyearah pada adaptor:
    merubah arus bolak - balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    > Komponen penyearah pada adaptor:
    - Dioda silikon
    6) Fungsi filter pada adaptor :
    Rangkaian / penyaring yang digunakan untuk mendapatkan tegangan yang lebih rata dan halus.
    > Komponen filter pada adaptor:
    - Kondensator elektrolit ( elco )
    7) Fungsi output pada adaptor:
    Penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    > Komponen output pada adaptor:
    - Peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel dan jepit buaya/jack)
    8)jenis penyearah pada adaptor :
    - Penyearah tunggal
    - penyearah ganda
    - penyearah jembatan dioda
    9)Rangkaian penyearah jembatan :
    - Tegangan output tunggal
    - Tegangan output ganda

    BalasHapus
  67. Nama : Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/ VII A

    Bab 2
    1) Daftar komponen :
    - Steker dengan kabelnya
    - Sakelar geser 2 buah
    - Lampu pilot
    - Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA
    p = 0,110,220
    - D1,D2 = 1N4001 dan yang sejenis
    - C1,C2 = 22A0 uf/10V
    - R = 10 ohm atau 5 watt
    - jack/jepit buaya dengan kabelnya
    - kabel secukupnya
    - tenol super
    2) Bahan - bahan yang diperlukan :
    - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    3)Dapat dilakukan dengan posisi datar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4)Komponen pasif yaitu:
    - resistor,condensator,lilitan
    Komponen aktif yaitu :
    - dioda,transisor,dan IC
    5)Langkah - langkah menyolder :
    - Panaskan solder baut yang akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6) Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    7)Urutan membuat PCB:
    - Potong PCB sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang sudah tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang salah / tidak. Bila tidak,PCB siap digunakan

    BalasHapus
  68. Nama : Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/ VIIA

    Bab 2
    1) Daftar komponen :
    - Steker dengan kabelnya
    - Sakelar geser 2 buah
    - Lampu pilot
    - Trafo adaptor menggunakan CT 500 mA
    p = 0,110,220
    - D1,D2 = 1N4001 dan yang sejenis
    - C1,C2 = 22A0 uf/10V
    - R = 10 ohm atau 5 watt
    - jack/jepit buaya dengan kabelnya
    - kabel secukupnya
    - tenol super
    2) Bahan - bahan yang diperlukan :
    - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    3)Dapat dilakukan dengan posisi datar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4)Komponen pasif yaitu:
    - resistor,condensator,lilitan
    Komponen aktif yaitu :
    - dioda,transisor,dan IC
    5)Langkah - langkah menyolder :
    - Panaskan solder baut yang akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6) Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    7)Urutan membuat PCB:
    - Potong PCB sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang sudah tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang salah / tidak. Bila tidak,PCB siap digunakan

    BalasHapus
  69. Nama : Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/VII A
    BAB 2
    1.Resistor, kondensator elektrolit (elco), dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jack buaya.
    2.CCB, FeC13, Spidol cat, Bensin/spirtus, Pensil & Kertas karbon, Bor mini, Palu, Paku driv, Kain Lap, Ember plastik & air, Amplas, Gambar Layout PCB.
    3.Pemasangan komponen pada chasis PCB dilakukan dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Hendaknya dilakukan secara berurutan. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, & lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, & IC.
    5.1. Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    2. Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    3. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    4. Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    5. Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    6. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya.
    6. 1. Ukuran solder harus sesuai dengan ketebalan plat / jenis komponen.
    2. Usahakan, menyolder sekali selesai.
    3. Apabila tenol tidak mudah menempel, ditetesi dulu dengan air keras.
    4. Gunakan tenol super (kualitas baik).
    5. Amati hubungan setelah penyolderan.
    6. Usahakan, komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah mengeras.
    7. Hasil patrian yang baik akan mengkilat.
    7. 1. Potong CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang direncanakan.
    2. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    3. Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    4. Teliti kebenaran jalurnya, tebalkan jalurnya dengan spidol cat lalu keringkan.
    5. Buat larutan FeC13 dengan air, pakai ember plastik.
    6. Masukkan CCB yang telah diberi gambar ke dalam larutan FeC13. Goyang-goyangkan hingga tembaga tidak tertutup cat (hilang/larut).
    7. Angkat CCB dari ember plastik, cuci dengan air bersih.
    8. Buat titik-titik pada bagian yang digunakan untuk memasang komponen menggunakan paku driv dan palu.
    9. Bersihkan/cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spirtus, lalu bersihkan dengan kain lap.
    10. Telitilah, jangan sampai ada yang korslet. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    11. Bila ada yang salah, betulkan dengan pisau hingga lapisan tembaga penyebab korslet hilang.

    BalasHapus
  70. Nama : Angga Rizki R
    No/Kelas : 05/ VII A

    BAB 3
    1.* Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1* Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),. ( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus ).
    2.* Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter.* Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.- Melalui Gulungan Primer
    a. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    - Melalui Gulungan Sekunder
    a. Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas.
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    - Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220)
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    - Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi
    a. Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1.
    b. Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12).
    c. Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4. – Diberi Tegangan Maju (Foward Bias)
    a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω.
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K).
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    - Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias)
    = cara sama =
    (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).
    5. – Diberi Tegangan Maju
    a. Sakelar pemilih menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    - Diberi Tegangan Mundur
    = Cara Sama =
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6. a. Sakelar pemilih posisi menunju K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-).
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = putus).
    7. a. Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna).
    b. Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan.
    c. Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm.
    d. Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    8. a. Putar saklar pemilih menunjuk K Ω
    b. Setel jarum pada angka nol Ohm.
    c. Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah).
    d. Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). (Ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, Tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)

    BalasHapus
  71. BAB. Mengetest Adaptor
    1.Putarlah sakelar pemilih pada multimeter pada posisi X1, hubungkan kabel merah & hitam pada kedua ujung penghantar A & B.
    2.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi menunjukkan X1, hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter, hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring.
    3.Mengetes gulungan primer: putarlah saklar pemilih pada X1, hubungkan kabel hitam pada terminal B & merah pada terminal 110 & 220 secara bergantian. Mengetes gulungan sekunder: posisi saklar pemilih multimeter tetap sama di atas, hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3, 6,9, 12 secara bergantian. Mengetes gulungan primer terhadap gulungan sekunder: saklar pemilih pada posisi X1, hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer , hubungkan kabel hitam pada inti besi. Mengetes gulungan primer terhadap inti besi: saklar pemilih pada posisi menunjuk X1, hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer, hubungkan kabel hitam pada inti besi. Mengetes gulungan sekunder terhadap inti besi: saklar pemilih pada posisi menunjuk X1, hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer, hubungkan kabel hitam pada inti besi.
    4.Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K ohm.
    Hubungkan kabel merah pada kaki katoda.
    Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda.

    5.Sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kohm.
    Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) & Emitor (E) secara bergantian.
    6.Sakelar pemilih pada posisi K ohm.
    Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu stel jarum pada angka 0 ohm.
    Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-)
    Hubungkan kabel hitam pada kaki positif.

    7.Resistor: Perkirakan nilai resistor yang akan diukur.
    Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1, X10 disesuaikan dengan jangkauan nilai yang diperkirakan.
    Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu setel jarum pada angka 0 ohm.
    Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor.
    Potensiometer:
    Putarlah saklar pemilih pada K ohm.
    Setel jarum pada angka 0 Ohm.
    Hubungkan kabel merah pada terminal B.
    Hubungkan kabel hitam pada terminal a & c (secara bergantian)
    Putarlah as potensiometer.
    AMIRA HASANAH (6/7E)

    BalasHapus
  72. Nama: Vania Lysandra 27/VII A
    Fathi I.H 10/VII A

    Bab Pembuatan Adaptor
    1. -steker dgn kabelnya
    -saklar geser 2 buah
    -lampu pilot
    -trafo adaptor menggunakan CT 500 mA
    P= 0,110,220
    -D1,D2= IN4001 dan yg sejenis
    -C1,C2= 22A0 uf/10V
    -R= 10 ohm 5 watt
    -jack atau jepit buaya dgn kabelnya
    -kabel secukupnya
    -tenol super/timah patri
    2. -CCB/PCB polos
    -ferrie chlorida (Fe C13)
    -spidol cat(tahan air)
    -bensin/spiritus
    -pensil dan kertas karbon
    -bor mini
    -pemukul kecil/palu
    -paku driv
    -kain lap
    -ember plastik dan air
    -amplas
    -gambar lay out (gambar konsep)PCB
    3. dilakukan dgn posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen ya akn dipasang
    4. dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,condensator,lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda,transistor,IC
    5. a.panaskan solder baut yg akn dipergunakan
    b.bersihkan permukaan bagian yg akn disolder dari korosi kotoran
    c.tempelkan ujung besi solder yg sudah panas pada titik yg akn disolder
    d.tempelkan pula timah patri(tenol)pada ujung besi solder
    e.perhatikan cairan timah patri pada titik yg disolder,jangan sampai berlebihan sehingga menyebrang ke jalur lain yg dpt menyebabkan terjadinya korsleting
    f.angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup
    6. a.ukuran solder hendaknya disesuaikan dgn ketebalan plat/jenis komponen yg akn disolder
    b.usahakan,menyolder sekali selesai,tdk diulang-ulang pada titik yang sama
    c.apabila cairan timah(tenol)tdk mudah menempel pada logam yang dipatri,sebaiknya ditetesi dulu dgn air keras
    d.gunakan tenol yg berkualitas baik
    e.amati hubungan setelah penyolderan,apakah ada jalur yg berhubungan singkat(korsleting)/hubungan belum baik(cairan timah yg masih mentah)
    f.usahakan komponen yg dipatri tidak bergerak sebelum timah benar-benar mengeras
    g.hasil patrian yg baik akn kelihatan mengkilat
    7. a.potonglah CCB dgn ukuran sesuai gambar lay out PCB yg telah direncanakan
    b.bersihkan PC dari korosi dgn amplas halus
    c.pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    d.tebalkan jalur-jalur tersebut dgn mempergunakan spidol cat lalu keringkan
    e.buatlah larutan ferrie chlorida dgn air
    f.masukkan CCB yg telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida
    g.angkat CCB dari ember plastik dan cucilah dgn air bersih
    h.buatlah titik-titik yg akn dibuat untuk memasang kaki komponen dgn menggunakan paku driv dan palu
    i.buatlah lubang pada titik-titik tersebut dgn menggunakan paku driv dan palu
    j.bersihkan/cucilah spidol cat pada PCB dgn bensin/spirtus lalu bersihkan dgn kain lap
    k.telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yg berhubungan singkat(korsleting)atau tidak.Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai
    l.bila ada yg betulkan korslet dgn menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang

    BalasHapus
  73. bab. Teori Adaptor
    1. mengubah arus listrik ac/bolak-balik menjadi arus listrik searah/dc
    2. input --> penurun tegangan --> penyearah --> penyaring --> output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo stepdown dengan sumber arus listrik ac pada stopkontak. komponennya : steker, kabel input, saklar on off, saklar pemindah tegangan, sekring, dan lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan ac yang biasanya berasal dari listrik pln dengan tegangan 110v/220v. komponennya : sebuah trafo stepdown
    5. untuk mengubah arus listrik ac menjadi arus listrik dc
    6. untuk menyaring tegangan keruh sehingga mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus dc yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda
    AKSA/VII F (01)

    BalasHapus
  74. BAB PEMBUATAN ADAPTOR

    1. a. Steker dengan kabelnya
    b. Sakelar geser
    c. Lampu pilot
    d. Trafo
    e. Dioda
    f. Elco
    g. Resistor
    h. Jack atau penjepit buaya
    i. Kabel seukupnya
    j. Tenol super atau timah patri
    2. a. CCB (Cooper Clead Board) atau PCB polos
    b. Ferrie Chlorida (Fe Cl3)
    c. Spidol cat (tahan air)
    d. Bensin atau spiritus
    e. Pensil atau kertas karbon
    f. Bor mini (mini drill)
    g. Pemukul kecil atau kayu
    h. Paku driv
    i. Kain lap
    j. Ember plastik
    k. Amplas
    l. Gambar layout (gambar konsep) PCB
    3. Dapat dilakukan dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu : resistor, kondensator, lilitan. Dan yang terakhir komponen aktif yaotu dioda, trasisitor, dan IC
    5. a. Panaskan solder bout yang akan dipergunakan (hubungkan pada stop kontak yang bertegangan listrik)
    b. bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari korosi atau kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik
    c. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder
    d. Selanjutnya tempelkan pula timah patri (tenol) pada ujung besi solder, maka timah patri dapat akan mencari
    e. Perhatikan cairan timah patri pada titik yang akan disolder, jangan sampai berlebihan sehingga menyeberang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan terjadinya konsleting
    f. Angkat ujung solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup dan kaki komponen dengan permukaan PCB yang disolder rekat menyatu
    6. a. Ukuran solder hendaknya disesuaikan dengan ketebalan plat atau jenis komponen yang akan disolder
    b. Usahakan, menyolder sekali selesai, tidak diulang-ulang pada titik yang sma
    c. Apabila cairan timah (tenol) tidak mudah menempel pada logam yang dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras
    d. Gunakan tenol yang berkualitas baik (tenol super)
    e. Amati hubungan setelah penyoldiran, apakah ada jalur yang berhubungan singkat (korsleting) atau hubungna belum baik (cairan timah yang masih mentah)
    f. Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak (bergoyang) sebelum timah belum benar-benar mengeras
    g. Hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilap dan dalam bentuk hasil soldiran
    7. a. Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar layout PCB (konsep) yang telah direncanakan
    b. Bersihkan PC dari korosi dengan amblas halus
    c. Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    d. Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutkan tebalkan julur-jalur tersebut dengan mempergunakan spidol cat lalu keringkan
    e. Buatlah larutan ferrie chlorida dengan air, sebaiknya larutan dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plastik drai logam
    f. Masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat kedalam larutan ferrie chlorida. Selanjutnya goyang-goyangkan hingga lapisan logam (tembaga) pada permukaan CCB yang tidak tertutup cat hilkang atua larut
    g. Angkat CB dari ember plastik dan cucilah dengan air bersih
    h. Butalah titik-titik dengan bagian-bagian yang akan dibuat untuk memasang kaki komponen dengan mempergunakan paku driv atau palu
    i. Buatlah lubang pada titik-titik tersebut dengan menggunakan paku driv dan palu
    j. Bersihkan / cucilah spidol cat pada PCB dengan bensin atau spirtus lalu bersihkan dengan kain lap
    k. Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga dari PCB apakah ada jalur yang berhubungan sinkat (korsleting) atau tidak. Bila sudah benar berarti PCB siap dipakai
    l. Bila ada yang betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang


    Fatin Alissa Ditamtya VII B / 12

    BalasHapus
  75. BAB MENGETEST ADAPTOR

    1. a. Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1
    b. Hubungkan kabel merah dan hitam pada kesua ujung penghamtar A dan B (boleh tebalik), lalu amati keadaan jarum
    2. a. Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1
    b. Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter
    c. Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekering
    3. a. Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk X1
    b. Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara bergantian (hubungkan kabel bolak-balik)
    4. a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K)
    c. Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A)
    5. a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω
    b. Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B)
    c. Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergamtian
    6. a. Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω
    b. Hubungkan ujung kabel merah dan hitam, lalu stel jarum pada angka 0 ohm
    c. Hubungkan ujung kabel merah pada kaki yang berpolaritas negatif (-)
    d. Hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7. a. Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk K Ω
    b. Stel jarum pada angka 0 ohm
    c. Hubungkan kabel merah pada teminal B (tap tengah)
    d. Hubungkan kabel merah pada teminal A dan C (secara bergantian)
    e. Putarlah as potensiometer


    Fatin Alissa Ditamtya VII B / 12

    BalasHapus
  76. bab 1
    1. untuk metubah arus listrik bolak balik (AC)menjadi arus listrik searah (DC)
    2. input tegangan - penurun -penyearah - penyaring - output tegangan
    3. fungsi : untuk mnghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan pd stop kontak
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110 /220 V, sekring dan lampu pilot
    4. komponen : trafo step down
    fungsi : penurun tegangan AC yg biasa berasal dari PLN dgn tegangan 110 v /220 v
    5. fungsi : merubah arus listrik bolak balik menjadi arus listrik searah
    komponen : dioda silikon
    6. fungsi : mendapatkan tegangan keluar / hasil tegangan yg halus
    komponen : elco
    7. fungsi : sbg penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yg memerlukan
    8. penyearah tunggal, ganda , jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda
    aisyah rizky /02/VIIA

    BalasHapus
  77. BAB I :
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator electronik
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    BalasHapus
  78. Nama:-Ricky Aziz F (23/VIIA)
    -Angga Rizki R(05/VIIA)

    BAB Teori Adaptor:
    1. Kegunaan adaptor adalah untuk mengubah arus bolak-balik(AC) ke arus searah(DC)
    2. Input tegangan -> Penurun Tegangan -> Penyearah -> Penyearah -> Output tegangan
    3. Fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC) pada stop kontak.
    Komponen : Steker, Kabel Input (Kabel AC), Sakelar On-Off, Sakelar pemindah tegangan 110/220 V, Sekring, & Lampu pilot
    4. Yg pertama adalah komponen pasif yaitu resistor, kondensator, lilitan dan yg terakhir adalah komponen aktif yaitu dioda, IC, transisitor
    5. Fungsi penyearah pada adaptor adalah untuk merubah arus bolak - balik (AC) menjadi arus searah (DC)
    Komponen penyearah pada adaptor adalah Dioda silikon
    6. Fungsi filter pada adaptor adalah sebagai rangkaian / penyaring yang digunakan untuk mendapatkan tegangan yang lebih rata dan halus.
    Komponen filter pada adaptor adalah elco
    7. Fungsi output pada adaptor adalah sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan
    Komponen output pada adaptor adalah kabel dan jepit buaya/jack
    8. Jenis-jenis penyearah pada adaptor :
    - Penyearah tunggal
    - Penyearah ganda
    - Penyearah jembatan dioda
    9. Rangkaian penyearah jembatan :
    - Tegangan output tunggal
    - Tegangan output ganda

    BAB Pembuatan Adaptor
    1. Resistor, elco, dioda, trafo, kabel input, steker, transistor PNP, sekring, lampu pilot, jepit buaya
    2. - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    3. Dapat dilakukan dengan posisi datar / tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. Komponen pasif yaitu:
    - resistor,condensator,lilitan
    Komponen aktif yaitu :
    - dioda,transisor,dan IC
    5. - Panaskan solder baut yang akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6. Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    7. - Potong PCB sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang sudah tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang salah / tidak. Bila tidak,PCB siap digunakan

    BalasHapus
  79. Bab. Teori Adaptor
    1. Berguna untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi searah (DC) dengan tegangan tertentu
    2. Input tegangan -> Penurun Tegangan -> Penyearah -> Penyearah -> Output tegangan
    3. Untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC) pd stop kontak. Komponen: Steker, kabel input (kabel AC) sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot
    4. Untuk menurunkan tegangan AC yg biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Komponen: trafo jenis step down
    5. berfungsi untuk merubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponen: dioda silikon
    6. Untuk mendapatkan tegangan keluaran yg lebih rata dan halus. Komponen: elco
    7. berfungsi sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yg memerlukan. Komponen: peralatan kabel output/kabel penghubung (kabel & jack)
    8. - Penyearah Tunggal
    - Penyearah Ganda
    - Penyearah Jembatan Dioda
    9. - Tegangan output tunggal
    - Tegangan output ganda

    FAKHRIZAKI C.P/VIID/15

    BalasHapus
  80. Nama:-Ricky Aziz F (23/VIIA)
    -Angga Rizki R(05/VIIA)
    BAB Mengetes Adaptor
    1. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1 , hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B lalu amati keadaan jarum
    2. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1,hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter, hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3. putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1, hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian
    4. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel merah pada kaki katoda, hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
    5. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan kabel hitam pada kaki basis , hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
    6. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Kilo ohm, hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stell jarum pada anga 0 ohm, hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif, hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7. resistor : perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur, putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau killo ohm , hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm, hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
    Potensiometer: putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk killo ohm, stel jarum pada angka 0 ohm, hubungkan kabel merah pada terminal B, hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C, (secara bergantian) , putar as potensiometer.

    BalasHapus
  81. Bab Pembuatan Adaptor
    1. Steker dgn kabelnya. sakelar geser 2 buah, lampu pilot, trafo adaptor menggunakan CT 500 mA P = 0,110,220, D1, D2 = IN400I dan yg sejenis, C!, C@ = 22A0 uf/10V, R = 10 ohm 5 watt, Jack dgn kabelnya, kabel secukupnya, tenol super/timah patri
    2. CCB/PCB polos, Ferrie Chloride, spidol cat, bensin/spiritus, pensil & kertas karbon, bor mini, pemukul kecil/palu, paku driv, kain lap, ember plastik & air, amplas, gambar lay out PCB
    3. Dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pada PCB serta disesuaikan dgn besarnya fisik komponen yang akan dipasang
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, IC
    5. - Panaskan solder bout yg akan digunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yg akan disolder dr korosi kotoran
    - Tempelkan ujung besi solder yg sudah panas pd titik yg akan disolder
    - Tempelkan pula timah patri pada ujung besi solder
    - Perhatikan cairan timah patri pd titik yg disolder
    - Angkat ujung besi solder dr PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup
    6. - Ukuran solder hendaknya disesuaikan dgn ketebalan plat/jenis komponen yg akan disolder
    - Usahakan sekali menyolder selesai, tidak diulang-ulang pd titik yg sama
    - Apabila cairan timah tidak mudah menempel pd logam yg dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dgn air keras
    - Gunakan tenol yg berkualitas baik
    - Amati hubungan setelah penyolderan
    - Usahakan komponen yg dipatri tdk bergerak sebelum timah benar-benar mengeras
    - Hasil patrian yg baik akan kelihatan mengkilat
    7. - Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yg telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dgn amplas halus
    - Pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    - Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut
    - Buatlah larutan ferrie chlorida dgn air
    - Masukkan CCB yg telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida
    - Angkat CCB dr ember plastik & cucilah dgn air bersih
    - Buatlah titik-titik pd bagian-bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen
    - Buatlah lubang pd titik-titik tersebut
    - Bersihkan/cucilah spidol cat pd PCB dgn bensin/spiritus lalu bersihkan dengan kain lap
    - Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pd PCB
    - Bila ada yg betulkan korslet dgn menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang

    FAKHRIZAKI C.P/VIID/15

    BalasHapus
  82. BAB TEORI ADAPTOR
    1. Alat yang digunakan untuk mengubah arus listrik AC menjadi DC
    2. Input tegangan >> penurun tegangan >> penyearah tegangan >> penyaring >> output tegangan
    3. Kegunaan : intuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik AC pada stop kontak.komponen: steker,kabel input,sakelar on/off sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4.Kegunaan: untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V . Komponen: trafo step down
    5.Kegunaan: mengubah arus AC menjadi DC. Komponen: dioda silikon
    6. Kegunaan : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.komponen : elco/ kondensator electronik
    7.Kegunaan: sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung atau (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.

    Fathi Ikhwatu Hasanah (10/VII A)
    Vania Lysandra (27/VII A)

    BalasHapus
  83. Bab Teori Adsptor
    1. kegunaan adaptor : mengubah arus listrik bolak-balik (AC) ke arus listrik searah (DC) dgn tegangan tertentu
    2. input tegangan ->penurun tegangan ->penyearah -> filter -> output tegangan
    3. kegunaan : utk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dgn sumber arus listrik AC pada stop kontak. komponen : steker, kabel AC, saklar, sekering, lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yg berasal dari listrik PLN tegangan 110/220 V menjandi 6/12 V. komponen : trafo jenis step down
    5. fungsi : merubah arus AC menjadi arus Dc. komponen : dioda
    6. fungsi : utk meratakan arus listrik DC. komponen : elco
    7. fungsi : sbg penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika. komponen : kabel, jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal terdiri 1 dioda, penyearah ganda terdiri 2 dioda, penyearah jembatan terdiri 4 dioda
    9. penyearah output tunggal, penyearah output ganda

    Syafina Dewi (25/VII A)

    BalasHapus
  84. BAB pembuat adaptor
    1. a. steker dgn kabel f. elco
    b. sakalar g. resistor
    c. lampu pilot h. jack atau jepit buaya dgn kabelnya
    d. trafo adaptor i. kabel
    e. dioda j. tenol super atau timah patri
    2. a. CCB g. palu
    B. ferrie chloride h. paku driv
    c. spidol cat i. kain lap
    d. spiritus j. ember plastik dan air
    e. pensil dan kertas karbon k. amplas
    f. bor mini l. gambar konsep PCB
    3. Dipasang dgn posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yg tersedia di PCB serta disesuaikan dgn besarnya fisik komponen yg akan dipasang.
    4. dimulai dr komponrn pasif : resistor, kondensator, lilitan, kemudian komponen aktif : dioda, transisitor, IC
    5. Langkah menyolder :
    a. panaskan solder bout yg akan digunakan
    b. bersihkan permukaan bagian yg akan disolder dr korosi kotoran
    c. tempelkan ujung besi solder yg sudah panas ke titik yg akan disolder
    d. tempelkan tenol pada ujung solder
    e. perhatikan timah patri, jangan sampai berlebih melewati jalur lain
    f. angkat ujung besi solder dr PCB bersama dgn tenolnya setelah komponen dgn permukaan PCB rekat menyatu
    6. catatan saat menyolder :
    - ukuran solder disesuaikan dgn jenis komponen
    - menyolder sekali selesai, tidak diulang ulang pada titik yg sama
    - jika cairan timah tdk mudah menempel, tetesi dulu dgn air keras
    - gunakan tenol berkualitas
    - amati hubungan setelah penyolderan, apakah berhubungan singkat (korsleting) atau hubungan belum baik
    - usahakan komponen tidak goyang
    - hasil patrian yg baik akan kelihatan mengkilat
    7.a. potong CCB sesuai gambar konsep PCB
    b. bersihkan PCB dari korosi
    c. pindah gambar konsep CCB sesuai jalurnya
    d. tebalkan jalur jalur tersebut dgn spidol cat lalu keringkan
    e. buatlah larutan ferrie chloride dgn air
    f. masukkan CCB yg telah diberi gambar kedalam larutan ferrie chloride, goyangkan hingga cat hilang
    g. angkat CCB lalu cuci dgn air bersih
    h. buatlah titik-titik yg akan digunakan untuk memasang komponen
    i. bersihkan spidol cat pada PCB dgn spiritus lalu bersihkan dgn kain lap
    j. telitilah kembali apakah pola jalur pada PCB sudah benar.
    k. bila da yg korslet betulkan dgn menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yg menyebabkan korslet hilang

    Syafina Dewi (25/VII A)

    BalasHapus
  85. bab 1
    1.mengubah arus AC menjadi DC
    2.Input Tegangan - Penurun Tegangan - Penyearah - Penyaring (Filter) - Output Tegangan.
    3.menghubungkan gulungan primer trafo ke stop kontak.
    4.menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5.mengubah atus Ac menjadi arus DC , komponennya : dioda.
    6.mendapat teganagn keluar yang rata & halus . ( elco )
    7.sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponennnya kabel output dan jepit buaya.
    8.1dioda ( penyearah tunggal ), 2dioda ( penyearah ganda )
    9.teganagan output tunggal dan tegangan out put ganda
    DIEN AINUN NIKMAH
    VII B / 11

    BalasHapus
  86. 1.steker dan kabelnya
    -sakelar geser 2 buah
    -lampu pilot
    -trafo adaptor CT 500 mA
    -jepit buaya
    -tenol,dll
    2.
    -CCB
    -Ferrie Cholorida
    -spidol cat
    -bensin/spiritus
    -pensil&kertas karbon
    -bor mini,dll
    3.mendatar/ tegak sesuai dengan tempat masing masing dan lubangnya sendiri.
    4.dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,kondensator dan lilitan,yang terakhir komponen aktif seperti dioda,transistor&ic
    5.>panaskan solder bout yang akan digunakan
    >bersihkan permukaan bagian yang akan disolder
    >tempelkan ujung besi yang sudah panas pada titik yang akan disolder
    >tempelkan tenol pada ujung besi solder,maka tonol akan mencair
    >perhatikan cairan tenol jangan sampai menyebrang jalur lain
    >angkat ujung besi solder dari PCB
    >sebaiknya saat menyolder dari komponen pasif ke aktif.
    6.> ukuran solder sebaiknya disesuaikan dengan flat
    >sahakan menyolder sekali selesai
    >jika cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dengan air keras
    >gunakan tenol yang berkualitas baik
    7.
    -potong CCB sesuai gambar lay out
    -besihkan CCB dari korosi dengan amplas halus
    -pindahkan gambar lay out ke CCb sesuai pola jalurnya
    -buatlah laurutan Ferrie Cholorida dengan air
    -masukkan CCB yang sudah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan Ferrie Cholorida
    -angkat CCB lalu dicuci dengan air
    -buatlah titik titik untuk memasukkan kaki komponen.
    -bersihakan spidol cat pada CCB dengan bensin/spiritus
    -telitilah kembali pola jalur jlaur lapisan tembaga pada PCB

    BalasHapus
  87. 1. mengubah arus listrik AC (bolak-balik) menjadi DC (searah)
    2. input - penurun tegangan - penyearah - penyaring - output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input, sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V.
    komponen : transformator
    5. untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6. untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lbh rata dan halus.
    komponen : elco
    7. sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : kabel dan jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.tegangan output tunggal dan teganagan output ganda.
    farida 7CHe

    BalasHapus
  88. BAB. Teori Adaptor
    1. untuk mengubah listrik arus Ac menjadi DC
    2. input tegangan--Penurun Tegangan--Bagian Penyearah--Bagian Filter--Output Tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dgn sumber arus listrik AC pd stopkontak
    komponen : steker,kabel input,sakelar on/off,sakelar pemindah tegangan 110/220 V,sekring,lampu pilot
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yg biasanya berasal dr listrik PLN dengan tegangan 110 volt atau 220 volt
    komponen : trafo jenis stepdown
    5. fungsi : merubah arus bolak-balik (AC) ke arus searah (DC)
    komponen : dioda silikon
    6. bagian filter : untuk mendapatkan tegangan yg lebih rata
    komponen : kondensator elektrolit (elco)
    7. output tegangan : penguhubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yg memerlukan
    komponen : jepit buaya atau peralatan kabel output
    8. penyearah tunggal , penyearah ganda , penyearah jembatan dioda
    9. tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    ELINDA PRAMITASARI
    06/VIIA

    BalasHapus
  89. BAB MENGETES ADAPTOR
    1. cara mengetes steker :
    - putarlah saklar pemilih multimeter pad posisi X1
    - Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar (boleh terbalik)
    - jika jarum bergerak jauh kekanan, berarti hubungan steker dgn kabel input baik
    - jika jarum diam, berarti kabel dan steker terputus
    2. sekering :
    - putar saklar pemilih multimeter pada posisi X1,
    -hubungkan ujung kabelmerah dan hitam pada multimeter,
    -hubungkan ujung kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar sekring,
    - bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti dlm keadaan baik,
    - jika diam, berarti terputus
    3. trafo :
    -putar saklar pemilih pada posisi X1,
    -hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 scr bergantian,
    - jika jarum bergerak ke kanan menunjukkan angka tertentu berarti dlm keadaan baik,
    - jika diam berarti terputus
    4. dioda ;
    -saklar pemilih pada posisi K ohm,
    -hubunGkan kebel merah dgn kaki katoda,
    -dan hitam dgn kaki anoda,
    - bila jarum bergerak jauh kekanan berarti dlm keadaan baik,
    - jika jarum diam berarti putus
    5. transisstor :
    -sakelar pemilih pada posisi K ohm,
    -hubungkan kebel hitam dgn kaki basisi,
    -dan merah pada kaki kolektor dan emitor scr bergantian,
    - jika jarum bergerak jauh ke kanan berarti dlm keadaan baik,
    - jika jarum diam berarti rusak
    6. elco :
    -sakelar pemilih pada posisi K ohm,
    -hubungkan kabel merah dan hitam,
    -lalu stel pada angka 0 ohm,
    -hubungkan kabel merah pada kaki berpolaritas negatif,
    -dan hitam positif,
    - jika jarum bergerak jauh kekanan lalu kembali kesemula berarti elco baik,
    - jika bergerak jauh kekanan dan tidak kembali berarti bocor,
    - bila jarum diam berarti putus
    7. resistor :
    -perkirakaan nilai hambatannya,
    -putar saklar pada posisi yg sesuai dgn jangkauan nilai yg diperkirakan,
    -hubungkan kabel merah dan hitam lalu stel pada posisi 0,
    -hubungkan kabel merah dan hitam pada kebua kaki resistor,
    - bila jarum bergerak kekanan menunjuk nilai hambatan berarti baik,
    - bila diam kemungkinan posisi saklar pemilih kurang tepat.
    potensiometer :
    -putar saklar pemilih pada posisi K ohm,
    -stel jarum pada angka 0, hubungkan kabel merah pada terminal B,
    -kabel hitam pada terminal A dan C,
    -putarlah as potensiometer,
    - jika jarum bergerak ke kanan atau ke kiri bersamaan ketika as diputar berarti dlm keadaan baik,
    - jika jarum bergerak tersendat sendat pada saat as diputar berarti dlm keadaan aus,
    = jika jarum diam berarti putus.

    Syafina Dewi (25/VII A)

    BalasHapus
  90. Aksa (VIIF/01)
    bab teori Adaptor
    1.mengubah arus AC-DC
    2.input tegangan-penurun tegangan-penyearah-filter-output tegangan
    3.untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik , komponen input steker, kabel input, sekring, sakelar on off, lampu pilot, sakelar pemindah tegangan 110/220 volt
    4.menurunkan AC dr PLN dengn tegangan 110 volt/220volt ,komponen step down
    5.mengubah AC-DC komponen dioda silikon
    6.untuk mendapatkan tegangan yg lebih halus & rata , komponen elco
    7.penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptorke pesawat elektronika yg memerlukan , komponen jack
    8.penyearah tunggal 1 dioda
    penyearah ganda 2 dioda
    penyearah jembatan 4 dioda
    9penyearah putput tunggal & ganda

    BalasHapus
  91. 1. Untuk mengubah arus DC menjadi AC
    2. input ->penurun tegangan->penyearah->penyaring->output
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dgn sumber arus AC pd stop kontak. komponen: sakelar, kabel input, sakelar on-off,Sakelar pemindah tegangan 110/220 V,Sekring,Lampu pilot.
    4. untuk menurunkan tegangan AC dari PLN dengan tegangan 110V / 220V. Komponen : trafo step down
    5. mengubah arus AC menjadi DC. Komponen : DIoda
    6. untuk mendapatkan tegangan keluaran yang rata dan halus. komponen : ELCO
    7. untuk penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke alat elektronika yang memerlukan. Kompone : kabel output, dan jack
    8. penyearah tunggal, penyearah ganda , penyearah jembatan dioda
    9.penyearah output tunggal dan ganda

    ^^Almira Nadia Shalsabila 4/7D^^

    BalasHapus
  92. Bab Mengetest Adaptor
    Nama : Retina Firsti Gracia
    No/Kelas : 20/VII C

    1.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
    Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B
    2.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
    Hubungkan ujung kabel merah dan hitam multimeter
    Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    3.Putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi x1
    Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada ternminal 110 dan 220 secara bergantian
    4.Diberi Tegangan Maju
    Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
    Hubungkan kabel merah pada kaki katoda
    Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda
    Diberi Tegangan Mundur
    Caranya sama
    5.Diber Tegangan Maju
    Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
    Hubungkan kabel hitam pada kaki basis
    Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor dan emitor secara bergantian
    Diberi Tegangan Mundur
    Caranya sama
    6.Sakelar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
    Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lalu stel jarum pada anga 0 ohm
    Hubungkan kabel merah pada kaki yg berpolaritas negatif
    Hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    7.Resistor
    Perkirakan nilai hambatan resistor yg akan diukur
    Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1 X10 atau kilo ohm Hubungkan ujung kabel merah dan hitam lau stel jarum pd angka 0 ohm Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua kaki resistor
    Potensiometer
    Putarlah saklar pemilih pada posisi menunjuk kilo ohm
    Stel jarum pada angka 0 ohm
    Hubungkan kabel merah pada terminal B
    Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian), putar as potensiometer.

    BalasHapus
  93. BAB Teori Adaptor
    1. Adaptor berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC
    2. Input tegangan => Penurun tegangan => penyearah => output tegangan
    3. Fungsi : untuk mneghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak balik (AC). Komponennya : steker, kabel input, sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sekring dan lampu pilot.
    4. Fungsi : untuk menurunkan tegangan AC yg biasanya berasal dari listik PLN dengan tegangan 110 V atau 220 V. Komponennya : Sebuah trafo step down.
    5. Fungsi : untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponennya : Dioda Silikon
    6. Fungsi : Untuk mendapatkan tegangan keluaran yg lebih rata dan halus. Komponennya : kondensator elektrolit (elco)
    7. Fungsi : sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yg dihasilkan adaptor ke pesawat elektronoka yg memerlukan. Komponennya : kabel output, dan jepit buaya atau jack.
    8. - penyearah tunggal
    - penyearah ganda
    - penyearah jembatan dioda
    9. - tegangan output tunggal
    - tegangan output ganda

    Nama : Nisrina Nur Aini (VII A/22)

    BalasHapus
  94. BAB II
    1. Steker dan kebel, sakelar 2 buah, lampu pilot, trafo adaptor, dioda,C1, C2= 22A0 uf/10V, resistor, jack, kabel secukupny, tenol
    2.Ccb, Ferrie Chloride, Spidol cat, bensin/ spiritus, pensil dan ertas karbon, bor mini, pali kceil, paku drv, kain lap, ember plastik dan air, amplas, gambar konsep
    3. dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang ada pada PCB dan disesuaikan dengan besarnya komponen.
    4. dilakukan dari omponen pasif(resistor, kondensator, lilitan) dan teakhir aktif(dioda,transistor, IC)
    5. a. panaskan solder
    b. bersihkan permukaan bagian yg akan di solder dari kotoran.
    c. tempel ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan di solder.
    d. tempe tenol pada ujung solder agar mencair
    e. perhatikan tenol pada titik yg disolder, jgn brlebihan sampai menyebrang ke jalur lain karena akan menyebabkan korsleting
    f. angkat ujung solder dengan tenolnya dikira sudah cukup pada kaki komponen dengan permukaan pcb
    6.
    a. ukuran solder harus sesuai
    b. usahakan menyolder sekali
    c. apabila tenol idak menempel ditetesi air keras
    d. gunakan tenol berkualitas
    e. amati jalur penyolderan
    f. usahakan komponen yg di patri tidak goyang
    g. hasil patrian baik akan mengkilat
    7.
    a. potong PCB seperti ga,bar konsep
    b. bersihkan pcb
    c. indahkan gambar layout sesuai pola jalurnya
    d. teliti jalurnya, tebalkan dengan spidol
    e. buat larutan ferrie chloride dengan air sebaiknya agak pekat
    f. masukan ccb pada larutan ferrie chloride
    g. angkat ccb , bersihkan dengan air
    h. buat titik-titik untuk memasang komponen
    i. buat lubang pada titik tersebut dgn paku driv dan palu
    j. bersihan spidol pada ccb dgn bensin / spiritus
    k. telti kembali pola lapisan tembaga pada pcb
    . apabila ada betulkan korseltm gunakan pisau untuk menghilangkan lapisan tembaga pada jalur penyebab korselt

    ^Almira Nadia Shalsabila 4/7d^

    BalasHapus
  95. Bab pembutan adaptor
    Aksa (VII F/01)
    1.steker dgn kabelnya , sakelar geser 2 , lampu pilot , trafo adaptor CT 500 mA P=0,110,220 ,D1,D2 =IN4001 C1,C2 =22A0uf/10V , R=10ohm 5 watt, jack ,kabel secukupnya,tenil super
    2.CCB , Fe c13 ,spidol cat ,bensin/spirtus,pensil,bor mini,palu,paku driv,kain lap,ember plastik dan air amplas , gambar lay out
    3.dengan posisi mendatar/tegak tergantung jarak lubang yg tersedia di PCB
    4. dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, kondensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, IC, transisitor
    5. Panaskan solder baut yang akan digunakan.
    Bersihkan permukaan yang akan disolder.
    Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    Tempelkan timah patri (tenol) pada ujung besi yang disolder.
    Perhatikan cairan tenol yang disolder.
    Angkat ujung besi solder dari PCB bersama tenolnya
    6.ukuran solder disesuaikan dengan ketebalan jenis komponen yang akan disolder,
    usahakan menyolder sekali selesai tidak diulang ulang, apabila cairan tenol tidak mudah menempel pada logam yang dipatri sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras,
    gunakan tenol super,
    amati hubungan setelah penyolderan, usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak,
    hasil patrian yang baik kelihatan mengkilat
    7. Potong PCB sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan
    Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus,
    Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya,
    Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan,
    Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam,
    Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang sudah tertutup cat hilang/larut,
    Angkat CCB dan cuci hingga bersih,
    Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu,
    Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu,
    Cuci spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap ,
    Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang salah / tidak. Bila tidak,PCB siap digunakan.

    BalasHapus
  96. Bab. Teori Adaptor
    1. Untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) dengan tegangan tertentu.
    2. Input : tegangan AC 110/220 V
    Trafo : penurun tegangan
    Dioda : penyearah
    Elco : penyaring
    Output : tegangan DC 12 V
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak. contoh komponennya : kabel input, steker, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, lampu pilot,dll.
    4. Untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari PLN dengan tegangan 110V / 220V. contoh komponennya adalah trafo jenis step down.
    5.Untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). contoh komponennya : dioda silikon
    6. Untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus. komponennya: kondensator elektrolit (elco)
    7. sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.komponennya: kabel dan jepit buaya atau jack.
    8. Pennyearah tunngal, penyearah ganda, dan penyearah jembatan
    9.Tegangan output tunggal dan tegangan output ganda

    Yossy Widyaswara (VII A/ 30)

    BalasHapus
  97. BAB Pembuatan Adaptor
    1. Steker dgn kabelnya. sakelar geser 2 buah, lampu pilot, trafo adaptor menggunakan CT 500 mA P = 0,110,220, D1, D2 = IN400I dan yg sejenis, C1, C2 = 22A0 uf/10V, R = 10 ohm 5 watt, Jepit buaya dgn kabelnya, kabel secukupnya, tenol super/timah patri
    2. CCB atau PCB polos, Ferrie Chlorida, spidol cat, bensin atau spritus, pensil dan kertas karbon, bor mini, pemukul kecil/palu, paku driv, kain lap, ember plastik dan air, amplas, gambar lay out PCB.
    3. Pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dgn posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yg tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, dan IC.
    5. - Panaskan solder bout yg akan dipergunakan
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder
    - Tempelkan ujung solder pada titik yang akan disolder
    - Tempelkan timah patri pada ujung besi solder
    - Perhatikan cairan timah patri jangan sampai berlebihan
    - Angkat ujung besi soldeer dari PCB
    6. - Ukuran solder hendaknya disesuaikan dgn ketebalan plat/jenis komponen yg akan disolder
    - Usahakan sekali menyolder selesai, tidak diulang-ulang pd titik yg sama
    - Apabila cairan timah tidak mudah menempel pd logam yg dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dgn air keras
    - Gunakan tenol yg berkualitas baik
    - Amati hubungan setelah penyolderan
    - Usahakan komponen yg dipatri tdk bergerak sebelum timah benar-benar mengeras
    - Hasil patrian yg baik akan kelihatan mengkilat.
    7. - Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yangg telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar lay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    - Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut
    - Buatlah larutan ferrie chlorida dengan air
    - Masukkan CCB yg telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida
    - Angkat CCB darir ember plastik & cucilah dengan air bersih
    - Buatlah titik-titik pada bagian-bagian yg akan dibuat untuk memasang kaki komponen
    - Buatlah lubang pd titik-titik tersebut
    - Bersihkan/cucilah spidol cat pd PCB dgn bensin/spiritus lalu bersihkan dengan kain lap
    - Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pd PCB
    - Bila ada yg betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang.

    Nama : Nisrina Nur Aini (VII A/22)

    BalasHapus
  98. MUHAMMAD AINURRASYID ALFIKRI (16/7B)
    1.Mengubah arus AC ke DC
    2.Bagian INPUT TEGANGAN >> PENURUN TEGANGAN >> PENYEARAH >> PENYARING >> BAGIAN OUTPUT
    3.Menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik AC pada stop kontak, komponennya steker, kabel input, sakelar on / off, lampu pilot
    4.Menurunkan tegangan AC 110 volt / 220 volt, komponennya Trafo stepdown
    5.Merubah Arus bolak balik (AC) menjadi searah (DC), komponennya dioda silikon
    6.Mendapat tegangan yang lebih rata dan halus, komponennya elco
    7.Penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan, komponennya peralatan kabel output / kabel penghubung
    8.Penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda
    9.Tegangan output ganda
    Tegangan output tunggal

    BalasHapus
  99. Bab. Pembuatan Adaptor
    1. - steker dengan kabelnya
    - sakelar geser 2 buah
    - lampu pilot
    - trafo adaptor menggunakan CT 500 mA. P= 0,110,220
    - D1,D2 = 1N4001 dan yang sejenisnya
    - C1,C2 = 22A0 uf/10V
    - R = 10 ohm 5 watt
    - jack atau jepit buaya dengan kabelnya
    - kabel secukupnya
    - tenol super atau timah patri
    2. - CCB (Cooper Clead Board) atau PCB polos
    - Ferrie Chloride (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - bensin atau spiritus
    - pensil dan kertas karbon
    - bor mini (mini drill)
    - pemukul kecil atau palu
    - paku driv
    - kain lap
    - ember plastik dan air
    - amplas
    - gambar lay out (gambar konsep) PCB
    3. pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, dan IC.
    5. - panaskan solder bout yang akan dipergunakan (hubungkan pada stop kontak yang, bertegangan listrik)
    - bersihkan permukaan bagian yang akan di solder dari korosi kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik
    - tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder
    - selanjutnya tempelkan pula timah patri (tenol) pada ujung besi solder, maka timah patri dapat akan mencair
    - perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder, jangan sampai berlebihan sehingga menyeberang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan terjadinya korsleting
    - angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup dan kaki komponen dengan permukaan PCB yang disolder rekat menyatu
    6. - ukuran solder hendaknya disesuaikan dengan ketebalan plat atau jenis komponen yang akan disolder
    - usahakan, menyolder sekali selesai, tidak diulang-ulan pada titik yang sama
    - apabila cairan timah (tenol) tidak mudah menempel pada logam yang dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras
    - gunakan tenol yang berkualitas baik (tenol super)
    - amati hubungan setelah penyolderan, apakah ada jalur yang berhubungan singkat (korsleting) atau hubungan belum baik (cairan timah yang masih mentah)
    - usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak (bergoyang) sebelum timah benar-benar mengeras
    - hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilat dan bentuk hasil solderan
    7.- potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB (konsep) yang telah direncanakan
    - bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - pindahkan gambar laay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya
    - setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut dengan mempergunakan spidol cat lalu keringkan
    - buatlah larutan ferrie chlorida dengan air, sebaiknya larutan dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plstik jangan dari logam
    - masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida. selanjutnya goyang-goyangkan hingga lapisan logam (tembaga) pada permukaan CCB yang tidak tertutup cat hilang atau larut
    - angkat CCB dari ember plastik dan cucilah dengan air bersih
    - buatlah titik-titik pada bagian-bagian yang akan dibuat untuk memasang kaki komponen denga mempergunakan paku driv dan palu
    - buatlah lubang pada titik-titik tersebut dengan menggunakan pku driv dan palu
    - bersihkan /cucilah spidol cat pada PCB dengan bensin atau spiritus lalu bersihkan dengan kain lap
    - telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang berhubungan singkat (korsleting) atau tidak. bila sudah benar berarti PCB siap dipakai
    - bila ada yang betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang

    Yossy Widyaswara (VII A/ 30)

    BalasHapus
  100. Bab. Mengetest Adaptor
    1. Langkah-langkah kegiatan :
    - putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi X1.
    - hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A dan B (boleh terbalik), lalu amati keadaan jarum
    selanjutnya, C dan D lalu amati keadaan jarum.
    hasil pengamatan :
    - bila jarum bergerak jauh menyimpang ke kanan, berarti hubungan steker dengan kabel input tidak putus (baik).
    - bila jarum tetap atau diam, berarti steker dan kabel input terputus
    2. Langkah-langkah kegiatan :
    - putarlah saklar pemilih multimeter pada posisi menunujukan X1
    - hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter
    - hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring
    hasil pengamatan :
    - bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti kawat pengaman sekring tidak putus
    - bila jarum diam, berarti kawat pengaman sekring putus
    3. a. mengetest gulungan primer
    Langkah-langkah kegiatan :
    - putarlah saklar pemilih pada posisi menunjukkan X1
    - hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara bergantian (hubungkan kabel bolak-balik)
    Hasil pengamatan :
    - bila jarum bergerak ke kanan menunjukkan angka tertentu, berarti gulungan kawat primer tidak terputus (baik)
    - bila jarum/diam, berarti gulungan primer putus (rusak)
    b. mengetest gulungan sekunder
    Langkah-langkah kegiatan :
    - posisi saklar pemilih multimeter tetap (sama) diatas
    - hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian
    Hasil pengamatan :
    - bila jarum bergerak ke kanan menunjukkan angka tertentu berarti gulungan kawat sekunder tidak putus (baik)
    - bila jarum tetap/diam,berarti gulungan sekunder putus
    c. mengetest gulungan primer terhadap gulungan sekunder
    Langkah-langkah kegiatan :
    - saklar pemilihan pada posisi menunjukkan X1
    - hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0,110,atau 220)
    - hubungkan kabel hitam pada inti besi (X)
    Hasil pengamatan :
    - bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan sekunder tidak korsleting (baik)
    - bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer dengan sekunder terjadi korsleting
    d. mengetest gulungan primer terhadap inti besi
    Langkah-langkah kegiatan :
    - saklar pemilih pada posisi menunjukkan X1
    - hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0,110 dan 220)
    - hubungkan kabel hitam pada inti besi
    Hasil pengamatan:
    - bila jaru tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan inti besi tidak korsleting (baik)
    - bila jarum bergerak jauh ke kanan berarti gulungan primer dengan inti besi terjadi korsleting
    e. mengetest gulungan sekunder terhadap inti besi
    Langkah kegiatan :
    - saklar pemilih pada posisi menunjukan X1
    hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gulungan primer (0,3,6,9, atau 12)
    - hubungkan kabel hitam pada inti besi
    Hasil pengamatan :
    - bila jarum tetap/diam, berarti gulungan kawat primer terhadap gulungan inti besi terjadi korsleting

    BalasHapus
  101. pak Heri kiriman trakhir tdi dri Yossy Widyaswara (VII A/30)

    BalasHapus
  102. Nama : Siti Maezaroh
    No : 27
    Kelas : VIIE (7E)
    Bab Teori Adaptor:
    1. kegunaan adaptor : merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik arus searah (DC)dengan tegangan tertentu.
    2. input tegangan > penurun tegangan > penyearah tegangan >penyaring > output tegangan
    3. fungsi : untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stopkontak.
    komponen : steker, kabel input (kabel AC), sakelar on off, sakelar pemindah tegangan 110/220V, sekering dan lampu pilot.
    4. fungsi : menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110/220 V. Tegangan AC tersebut diturunkan menjadi 3V,4,5V,6V,7,5V,9V,12V atau lebih menurut kebutuhan.
    komponen :trafo jenis step down
    5.fungsi : untuk mengubah arus bolak balik (AC)menjadi arus searah (DC).
    komponen: dioda silikon.
    6.fungsi : untuk mendapatkan tegangan keluaran atau output yang lebih rata dan halus.
    komponen : elco/ kondensator elektrolit
    7.fungsi : sebagai penguhubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan.
    komponen : peralatan kabel output atau kabel penguhubung (kabel dan jepit buaya atau jack )
    8. * Penyearah Tunggal = menggunakan 1 dioda, 1⁄2 gelombang. Untuk arus AC yang berasal dari gulungan sekunder Trafo Output Tunggal. Hasilnya arus yang berdenyut.
    * Penyearah Ganda = menggunakan 2 dioda, gelombang penuh. Trafo yang digunakan adalah Trafo Output Ganda / CT.
    * Penyearah Jembatan = menggunakan 4 dioda, gelombang penuh.
    9. - Tegangan Output Tunggal : trafo digunakan gul.sekunder tanpa sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan postitif (+) dan nol (0).
    - Tegangan Outpul Ganda : trafo digunakan gul.sekunder mempunyai sambungan tengah (CT). Terdiri dari tegangan positif (+), nol(0), dan tegangan negatif (-).

    BalasHapus
  103. Nama: siti maezaroh
    No:27
    Kelas: 7e
    Bab Pembuatan Adaptor
    1. komponen:
    steker dengan kabelnya,
    sakelar geser 2 buah,
    lampu pilot,
    trafo adaptor menggunakan CT 500 mA,P= 0,110,220,
    D1,D2= IN4001 dan yang sejenis,
    C1,C2=22A0 uf/10V,
    R= 10 ohm 5 watt,
    Jack /jepit buaya dengan kabelnya,
    Kabel secukupnya,
    Tenol super atau timah patri
    2.Bahan-bahan yang diperlukan:
    - CCB ( Cooper Clead Board )/ PCB polos
    - Ferrie Chlorida (Fe C13)
    - Spidol cat (tahan air)
    - Bensin/spiritus
    - Pensil dan Kertas karbon
    - Bor mini ( mini drill )
    - Pemukul kecil / palu
    - Paku driv
    - Kain lap
    - Ember plastik dan air
    - Amplas
    - Gambar lay out PCB
    3.Posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4.Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor,condensator,lilitan, dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor,dan IC.
    5. -Panaskan solder baut yang akan digunakan (hubungkan pada stop kontak yang bertegangan listrik)
    - Bersihkan permukaan bagian yang akan disolder dari korosi kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    - Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas ke titik yang akan disolder
    - Tempelkan pula tenol pada ujung besi solder maka tenol akan mencair
    - Perhatikan cairan tenol pada titik yang disolder jangan sampai berlebihan sehingga akan menyebrang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan korsleting
    - Angkat ujung besi solder bersama dengan tenolnya setelah tenol diperkirakan cukup dan kaki komponen pada permukaan PCB rekat menyatu
    6.Catatan khusus menyolder :
    - Gunakan tenol yang berkualitas baik
    - Usahakan sekali menyolder langsung selesai,tidak diulang - ulang
    - Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak sebelum timah benar - benar mengeras
    - Ukuran solder disesuaikan dengan ketebala plat
    -Apabila tenol tidak mudah menempel pada logam yang akan dipatri, sebaiknya ditetesi dengan air keras
    -Amati hubungan setelah penyolderan, apakah ada yang korsleting,hubungan blm baik
    -Hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilat
    7.)Urutan membuat PCB:
    - Potong PCB sesuai dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB yang telah direncanakan
    - Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus
    - Pindahkan gambar layout pada CCB sesuai pola jalurnya
    - Tebalkan jalur tesebut dengan spidol cat lalu keringkan
    - Buat larutan ferrie chlorida dengan air,larutan dibuat agak pekat dan gunakan ember plastik jangan dari logam
    - Masukkan CCB kedalam larutan ferrie chlorida kemudian goyangkan hingga lapisan logam pada permukaan CCB yang tdk tertutup cat hilang/larut
    - Angkat CCB dan cuci hingga bersih
    - Buat titik pada bagian - bagian yang akan dipasangi kaki komponen dengan paku driv dan palu
    - Buat lubang pada titik tersebut dengan paku driv dan palu
    - Cuci/bersihkan spidol cat pada PCB dengan bensin/spritus kemudian keringkan dengan kain lap
    - Teliti kembali pola jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang korsleting / tidak. Bila sudah benar,PCB siap digunakan.
    -Bila ada yang betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bab Teori Adaptor
      1. Mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah(DC)
      2. Input -> Penurun Tegangan (Trafo) -> Penyearah (Dioda) -> Penyaring (Elco) -> Output
      3. Kegunaan bagian input tegangan adalah untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) pada stop kontak. Bagian input tegangan menggunakan komponen yang terdiri dari steker, kabel input (kabel AC), sakelar on-off, sakelar pemindah tegangan 110/220 V, sakring dan lampu pilot.
      4. Kegunaan bagian penurun tegangan adalah untuk menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V atau 220 V. Contoh komponen dari penurun tegangan adalah sebuah trafo jenis step down.
      5. Kegunaan bagian penyearah adalah untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Contoh komponennya adalah dioda silikon.
      6. Kegunaan bagian penyaring adalah untuk mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata dan halus. Contoh komponennya adalah kondensator elektrolit (elco).
      7. Kegunaan bagian output tegangan adalah sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. Komponennya adalah kabel output atau kabel penghubung (kabel dan jack).
      8. Penyearah tunggal, penyearah ganda, penyearah jembatan dioda.
      9. Tegangan output tunggal dan Tegangan output ganda.

      Hapus
    2. Pak Heri kiriman terahir tadi yang bab teori adaptor dari Zuhratul Husna (VII C/30) maaf ya pak.

      Hapus
  104. Siti Maezaroh / 27/ 7e
    Bab Mengetest Adaptor
    1. Putar saklar pemilih ultimeter pada posisi X1, Hubungkan kabel merah dan hitam pada kedua ujung penghantar A & B (Boleh terbalik),( Jauh menyimpang ke kanan = hubungan steker dengan kabel AC tidak putus , Diam/Tetap = steker & kabel AC terputus )
    2. Putar saklar pemilih multimeter pada posisi menunjuk X1,Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam multimeter, Hubungkan ujung kabel merah dan kabel hitam pada kedua ujung penghantar sekring. ( Jauh ke kanan = kawat pengaman tidak putus, Diam = kawat pengaman putus ).
    3.*Melalui Gulungan Primer:Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel hitam pada terminal B dan merah pada terminal 110 dan 220 secara gantian. ( Ke kanan menuju angka tertentu = gul.primer tidak putus , Tetap /Diam = gul.primer putus ).
    *Melalui Gulungan Sekunder:Posisi saklar pemilih multimeter tetap / sama diatas,Hubungkan kabel hitam pada terminal O dan kabel merah pada terminal 3,6,9,12, dan seterusnya secara bergantian. ( Ke kanan menunjuk angka tertentu = gul.sekunder tidak putus, Tetap/Diam = gul.sekunder putus ).
    *Melalui Gulungan Primer terhadap Gulungan Sekunder:Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220),Hubungkan kabel hitam pada salah satu terminal gul.sekunder (0,3,6,9,12). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    *Mengetes Gulungan Primer terhadap Inti Besi:Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,110,220),Hubungkan kabel hitam pada inti besi (X). (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    *Mengetes Gulungan Sekunder terhadap Inti Besi:Saklar pemilih pada posisi menunjuk X1,Hubungkan kabel merah pada salah satu terminal gul.primer (0,3,6,9,12),Hubungkan kabel hitam pada inti besi.. (Tetap/Diam = tidak korsleting, Jauh ke kanan = korsleting).
    4.* Diberi Tegangan Maju (Foward Bias):Sakelar pemilih pada posisi menunjuk K Ω,Hubungkan kabel merah pada kaki katoda (K),Hubungkan kabel hitam pada kaki anoda (A). (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    *Diberi Tegangan Mundur (Reverse Bias):cara sama. (Jauh ke kanan = mengalirkan arus , Diam = putus ).
    (Tetap/Diam = Baik, Jauh ke Kanan = rusak/short).
    5. * Diberi Tegangan Maju:Sakelar pemilih menunjuk K Ω,Hubungkan kabel hitam pada kaki basis (B),Hubungkan kabel merah pada kaki kolektor (C) dan emitor (E) secara bergantian. (Jauh ke kanan = baik, Tetap/diam = rusak).
    * Diberi Tegangan Mundur :cara sama
    (Tetap/diam = baik, Jauh ke kanan = rusak).
    6.Sakelar pemilih posisi menunju K Ω,Hubungkan ujung kabel merah & hitam, lalu setel jarum pada angka 0 ohm,Hubungkan kabel merah pada kaki yang berpolaritas (-),Hubungkan kabel hitam pada kaki yang berpolaritas (+). (Jauh ke kanan & lambat laun kembali ke kedudukan semula = baik, Jauh ke kanan tidak kembali = bocor/short, Tidak bergerak = berarti putus).
    7.*Mengetest Resistor:Perkirakan nilai hambatan resistor yang akan diukur (kode warna),Putar pemilih posisi menunjuk X1,X10 atau K Ω sesuaikan dengan jagkauan nilai yang diperkirakan,Hubungkan ujung kabel merah & hitam lalu setel jarum pada angka 0 (nol) ohm,Hubungkan kabel merah & hitam pada kedua kaki resistor. (Ke kanan menunjuk angka sesuai dengan nilai hambatan = baik, Tetap/diam = posisi saklar kurang tepat sehingga simpangan jarum tidak dapat dibaca).
    pengamatan= jarumjauh ke kanan menunjuk angka yng sesuai dengan nilai hambatan resistor :baik,jarum diam berarti resistor ada kemungkinan posisi saklar pemilih kurang tepat
    Mengetest Potensiometer:Putar saklar pemilih menunjuk K Ω,Setel jarum pada angka nol Ohm,Hubungkan kabel merah pada terminal B (tap tengah),Hubungkan kabel hitam pada terminal A dan C (secara bergantian). ( Bila jaru ke kanan / ke kiri bersamaan pada waktu as diputar = baik, jarum tersendat-sendat pada saat as diputar = sudah aus, Tidak bergerak = putus)

    BalasHapus
  105. Bab I
    1. mengubah arus bolak-balik menjadi searah
    2. input - tegangan AC 220 volt
    trafo - penurun tegangan
    dioda - penyearah
    elco - penyaring
    output - tegangan DC 12 volt
    3. untuk menghubungkan gulungan primer trafo penurun tegangan dengan sumber arus bolak balik (AC)pada stopkontak. contoh komponen input steker, kabel input, sekring, sakelar on off, lampu pilot, sakelar pemindah tegangan 110/220 volt
    4. menurunkan tegangan AC yang biasanya berasal dari listrik PLN dengan tegangan 110 V/220 V. komponennya trafo jenis step down
    5. merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). komponennya dioda silikon
    6. mendapatkan tegangan keluaran yang rata dan halus. komponennya elco
    7. sebagai penghubung output tegangan dan arus DC yang dihasilkan adaptor ke pesawat elektronika yang memerlukan. komponennnya kabel output dan jepit buaya atau jack
    8. penyearah tunggal yang terdiri dari 1 dioda
    penyearah ganda terdiri dari 2 dioda
    penyearah jembatan dioda terdiri dari 4 dioda
    9. penyearah output tunggal dan penyearah output ganda

    Nama : #Najib Bagus P. / #Naufal Irfansyah R.
    Kelas : 7A /7A
    absent : 20 / 21

    BalasHapus