class="post-fixed">

Senin, 14 Mei 2012

Mengetest komponen pada Radio IC

1. Sebutkan jenis alat praktek tangan
2. Sebutkan jenis alat praktek elektrik
3. Sebutkan fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
4. Apa Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
5. Jelaskan langkah-langkah menyolder komponen pada PCB
6. Jelaskan cara menguji komponen IC
7. Jelaskan cara menguji Dioda
8. Jelaskan cara menguji ELCO
9. Jelaskan cara menguji Varco dengan AVOmeter
10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter
12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC

85 komentar:

  1. 1. jenis alat praktek tangan :
    soldir listrik
    obeng(+)
    obeng (-)
    tang potong
    palu
    pinset
    dll
    2. jenis praktek elektrik :
    multimeter
    signa injektor
    osciloscop
    soldir listrik
    dll
    3. fungsi tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada isntalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : menyoldir kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena soldir untuk mencairkan timah patri dengan daya sebesar 3-40 watt
    sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : mengisap cairan timah patri waktu melpas kaki komponen dari PCB
    4. PCB : printed circuit board
    fungsi PCB : membuat komponen alat elektronika menjadi rapi.
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah tenol yang bermutu tinggi
    e. solder terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    f. pematrian berikutnya, komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transistor, dioda
    6. a. setel jarum pada posisi 0 ohm, sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop mengatur jalan ohm meter sebelah kanan
    7. langkah pengujian dioda menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
    a. Putarlah saklar pada Ohm, misalkan R x 1K
    b. Tempelkanlah pencolok yang merah pada terminal atau kaki katoda (+) dan pencolok yang hitam pada anoda (-) dioda
    c. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti baik, namun bila diam saja itu berarti putus atau rusak
    d. Kemudian selanjutnya pencolok yang hitam ditempelkan pada kaki katoda (+) dan pencolok yang merah ditempelkan pdai kaki anoda (-). Bila jarum multimeter diam itu berarti baik namun jika bergerak itu berarti bocor
    8. cara menguji ELCO :
    a. saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. cara menguji AVOmeter :
    a. putar saklar pemilih ohm x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    1. bila jarum bergerak berarti varco rusak
    2. bila jarum tidak bergerak, varco baik
    10. cara menguji loudspeaker :
    a. hubungkan tape loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suata krek berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jaru pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub positif baterai dan pen hitam pada kutub (-)
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    DANESTI A H/01
    ANINDITA R A/11
    8E

    BalasHapus
  2. CAECILIA FICA D.A_16_VIII D
    DESTIN PRADITYA_22_VIII D
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder, atraktor, pinset, obeng dan lain lain
    2. multimeter/ multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder lestrik, dan lain lain
    3.tespen: berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    signyal injector: mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap cairan timah patri waktu melepaskan komponen dari PCB, dalam kegiatan praktikan / perbaikan / pesawat elektronika
    4. PCB (Printed Cicuit Board) berfungsi sebagai menjadikan rapi komponen-komponen tidak semrawut
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi / baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas solder seperti IC, transistor dan dioda
    6. a. mengetahui alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elektrolit (ELCO) dengan avometer
    d. menguji Varco dengan AVOmeter
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. menguji sumber arus (baterai) dengan AVO meter
    g. menguji Chasis/ PCB dengan AVO meter
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. menguji grouping radio IC dengan AVO meter
    7. langkah-langkah menguji diode:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b.lakukan seperti gambar nomer 1
    1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4. bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c. lakukan seperti gambar nomer 2
    1. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak diode rusak
    4. bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. langkah-langkah menguji ELCO:
    a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) ELCO dan pen hitam (-) pada kaki (=)
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, ELCO baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri , ELCO bocor
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali, ELCO putus
    9. langkah-langkah menguji AVO meter:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as / poros varco di putar
    1. bila jarum bergerak, berarti varco rusak
    2. bila jarum tidak bergerak, varco baik

    10. langkah-langkah menguji loudspeaker
    a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubungan putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan rusak
    11. langkah-langkah menguji batrai dengan AVOmeter
    a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) batrai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang di uji
    12. untuk mengetaui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  3. Nama : Masitha Rizka Safiera Z (02/8D)
    Fitra Amalia Damayanti (17/8D)
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder, atraktor, pinset, obeng dan lain lain
    2. multimeter/ multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder lestrik, dan lain lain
    3.tespen: berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    signyal injector: mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap cairan timah patri waktu melepaskan komponen dari PCB, dalam kegiatan praktikan / perbaikan / pesawat elektronika
    4. PCB (Printed Cicuit Board) berfungsi sebagai menjadikan rapi komponen-komponen tidak semrawut
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi / baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas solder seperti IC, transistor dan dioda
    6. a. mengetahui alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elektrolit (ELCO) dengan avometer
    d. menguji Varco dengan AVOmeter
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. menguji sumber arus (baterai) dengan AVO meter
    g. menguji Chasis/ PCB dengan AVO meter
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. menguji grouping radio IC dengan AVO meter
    7. langkah-langkah menguji diode:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b.lakukan seperti gambar nomer 1
    1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4. bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c. lakukan seperti gambar nomer 2
    1. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak diode rusak
    4. bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. langkah-langkah menguji ELCO:
    a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) ELCO dan pen hitam (-) pada kaki (=)
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, ELCO baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri , ELCO bocor
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali, ELCO putus
    9. langkah-langkah menguji AVO meter:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as / poros varco di putar
    1. bila jarum bergerak, berarti varco rusak
    2. bila jarum tidak bergerak, varco baik

    10. langkah-langkah menguji loudspeaker
    a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubungan putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan rusak
    11. langkah-langkah menguji batrai dengan AVOmeter
    a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) batrai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang di uji
    12. untuk mengetaui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  4. Nama: Dila Erisa R (26/8D)
    Yoza Zeal K (27/8D)


    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder, atraktor, pinset, obeng dan lain lain
    2. multimeter/ multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder lestrik, dan lain lain
    3.tespen: berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    signyal injector: mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap cairan timah patri waktu melepaskan komponen dari PCB, dalam kegiatan praktikan / perbaikan / pesawat elektronika
    4. PCB (Printed Cicuit Board) berfungsi sebagai menjadikan rapi komponen-komponen tidak semrawut
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi / baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas solder seperti IC, transistor dan dioda
    6. a. mengetahui alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elektrolit (ELCO) dengan avometer
    d. menguji Varco dengan AVOmeter
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. menguji sumber arus (baterai) dengan AVO meter
    g. menguji Chasis/ PCB dengan AVO meter
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. menguji grouping radio IC dengan AVO meter
    7. langkah-langkah menguji diode:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b.lakukan seperti gambar nomer 1
    1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4. bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c. lakukan seperti gambar nomer 2
    1. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak diode rusak
    4. bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. langkah-langkah menguji ELCO:
    a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) ELCO dan pen hitam (-) pada kaki (=)
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, ELCO baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri , ELCO bocor
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali, ELCO putus
    9. langkah-langkah menguji AVO meter:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as / poros varco di putar
    1. bila jarum bergerak, berarti varco rusak
    2. bila jarum tidak bergerak, varco baik

    10. langkah-langkah menguji loudspeaker
    a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubungan putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek”, maka loudspeaker dalam keadaan rusak
    11. langkah-langkah menguji batrai dengan AVOmeter
    a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) batrai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang di uji
    12. untuk mengetaui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  5. Margareta Wahyu C / VIII D / 18 , Yoana Marsatita D / VIIID / 19
    1. Tang kombinasi , tang potong , tang lancip , solder atraktor , pinset , obeng , dll
    2. Multimeter , signal injector , osciloscop , solder listrik , dll
    3. fungsi tespen : berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat keduidukannya karena solder untuk mencairkan timah patri dengan daya besar 30-40 watt
    sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor :L untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan / perbaikan pesawat elektronika
    4. PCB : Printed Circuit Board
    fungsi PCB : dengan adanya PCB maka komponen komponen elektronika itu menjadi rapi , tdk semrawut , dan mudah untuk melacak kesalahan dan kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5. Langkah-langkah menyolder komponen pada PCB :
    a. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. Gunakan timah yang bermutu tinggi dan baik
    e. Solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas terhadap solder , seperti resistor , kondensator , trafo IF , oscillator , Trafo IT , dan trafo OT
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder , seperti : IC , transistor dan diode
    6. cara menguji komponen IC :
    a. setel jarum dalam posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm seblah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan ( adjustment)
    7. cara menguji Dioda :
    a. putar sakelar pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. – pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    - Pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    - Bila jarum bergerak kekanan , diode baik
    - Bila jarum tidak bergerak , diode rusak
    c. - pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    - Pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    - Bila jarum bergerak , diode rusak
    - Bila jarum tidak bergerak , diode baik
    8. cara menguji ELCO :
    a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) dan pen hitam (-) pada kaki (+) Elco !
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semuila , elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi kie kiri , elco bocor
    3. bila jarum tdk bergerak sama sekali , elco putus
    9. cara menguji AVOmeter :
    a. putar saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. hubungkan pen hitan pada kaki varco yang tengah , dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian , sambil as / poros varco diputar
    1. bila jarum bergerak , berarti varco rusak
    2. bila jarum tdk bergerak , varco baik
    10. cara menguji loudspeaker :
    a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah olah ada gerakan hubungan putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “ krek” brarti loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tdk terdengar suara “krek” berarti loudspeaker dalam keadaan rusak
    11. cara menguji Baterai dengan AVOmeter:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm pada sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai , dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. t ujuan pengujian grounding pada radio IC :
    untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tdk dpt bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  6. 1.Tang Kombinasi ,Tang Potong, Tang Lancip, Solder Atraktor, Pingset, Obeng
    2.Multimeter,Signal Injector, Osciloscop, Solder Elektrik
    3. Tespen: Mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    Solder listrik : Menyolder kaki kompnen yg telah dirakit pada PCB
    Sinyal injector : Mengetahui hubungan kompnen yg mengalami kerusakan
    Solder Atraktor : Menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki kompnen pada PCB
    4.PCB = Printed Circuit Board
    Fungsi PCB : Sebagai penyangga kompnen scr mekanis
    5. - Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    - Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    - Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    - Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7.- saklar multimeter pada posisi K ohm
    - hubungkan kabel merah pada kaki katode
    -hubungkan kabel hitam pada kaki anode

    8.- saklar pemilih pada posisi K ohm
    - hubungkan kabel merah dan hitam pada multimeter lalu setel jarum pada posisi nol
    -hubungkan kabel hitam pada kaki positif dan merah pada kaki begatif
    9. - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    10. – hubungkan tep loudspeaker dengan baterai menggunkan kabel
    - pada sambungan positif baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    -bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    - bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker dalam keadaan rusak
    11.-putar saklar pemilih pada posisiDCV
    - setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    -tempelkan pen merah pd kutup positif baterai,dan peb hitam pada kutup negatif
    -jarum meter menunjkan besarnya niali baterai yg diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yg tdk dapat bekeja sebagaiman mestinya


    Alvin,Aldo (10,15/8D)

    BalasHapus
  7. 1.Sebutkan jenis alat praktek tangan
    2. Sebutkan jenis alat praktek elektrik
    3. Sebutkan fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
    4. Apa Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
    5. Jelaskan langkah-langkah menyolder komponen pada PCB
    6. Jelaskan cara menguji komponen IC
    7. Jelaskan cara menguji Dioda
    8. Jelaskan cara menguji ELCO
    9. Jelaskan cara menguji AVOmeter
    10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
    11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC

    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik.
    Solder listrik: menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt.
    Sinyal injektor : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepaskan kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika.
    4. PCB : Printed Circuit Board
    Fungsi : dengan adanya PCB maka komponen-komponen elektronika menjadi rapi, tidak semrawut, mudah melacak kesalahan, atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan serta lebih praktis.
    5. - Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    - Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    - Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    - Gunakan timah atau tenol yang bermutu tinggi atau baik
    - Solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscilator, trafo IT, dan trafo OT.
    - Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transistor, dan dioda.
    6. A. stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjustmeter).
    7. A. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K.
    b. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    c. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    d. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik. Bila jarum tidak bergerak dioda rusak.
    8. A. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri.
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) ELCo dan pen hitam (-) pada kaki (+) ELCO!
    d. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri kembali semula ELCO baik, bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri ELCO bocor (konsleting)
    e. bila jarum tidak bergerak sama sekali ELCO putus (rusak)
    9. A. stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjustmeter).
    10. A. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker dalam keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek”, maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. A. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    B. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    C. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai , dan pen hitam pada kutub (-) baterai.
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. Untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya.

    Kinanthi (01/ VIIId)
    Fida Laili (06/ VIIId)

    BalasHapus
  8. 1.Tang Kombinasi ,Tang Potong, Tang Lancip, Solder Atraktor, Pingset, Obeng
    2.Multimeter,Signal Injector, Osciloscop, Solder Elektrik
    3. Tespen: Mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    Solder listrik : Menyolder kaki kompnen yg telah dirakit pada PCB
    Sinyal injector : Mengetahui hubungan kompnen yg mengalami kerusakan
    Solder Atraktor : Menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki kompnen pada PCB
    4.PCB = Printed Circuit Board
    Fungsi PCB : Sebagai penyangga kompnen scr mekanis
    5. - Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    - Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    - Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    - Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7.- saklar multimeter pada posisi K ohm
    - hubungkan kabel merah pada kaki katode
    -hubungkan kabel hitam pada kaki anode

    8.- saklar pemilih pada posisi K ohm
    - hubungkan kabel merah dan hitam pada multimeter lalu setel jarum pada posisi nol
    -hubungkan kabel hitam pada kaki positif dan merah pada kaki begatif
    9. - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    - Setel jarum pd posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    10. – hubungkan tep loudspeaker dengan baterai menggunkan kabel
    - pada sambungan positif baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    -bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    - bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker dalam keadaan rusak
    11.-putar saklar pemilih pada posisiDCV
    - setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    -tempelkan pen merah pd kutup positif baterai,dan peb hitam pada kutup negatif
    -jarum meter menunjkan besarnya niali baterai yg diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yg tdk dapat bekeja sebagaiman mestinya


    Faiz (04/8D)
    Liant (08/8D)

    BalasHapus
  9. alfiandia v. a. p. (21/8d)
    kharisma dewi (23/8d)


    1. a. tang kombinasi
    b. tang potong
    c. tang lancip
    d. solder atraktor
    e. obeng
    2. a. multimeter
    b. sinyal injector
    c. osciloscop
    d. solder listrik
    3. a. tespen = berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    b. solder listrik = untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    c. sinyal injector = untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    d. solder altractor = untuk menghisap cairan timah patri
    4. PCB ( Printed Circuit Board) berfungsi untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    d. gunakan timah bermutu tinggi dan baik
    e. soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. a. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menjuk
    Ω x 1K
    b. - pen merah (+)pada kaki (-) katode
    - pen hitam (-) pada kaki anode
    - bila jarum bergerak kekanan dioda baik
    - bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c. - pen merah (+) tempelkan pada anode
    - pen hitam (-) tempelkan pada katode
    - bila jarum bergerak dioda rusak
    - bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi Ω x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah,dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, poros varco diputar
    10. a. hubungkan tab loudspeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) batrai seoalah olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loundspeaker mengeluarkan suara maka lounspeaker keadaan baik
    d. bila loundspeaker tidak mengeluarkan suara maka lounspeaker keadaan rusak
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutup (+) batrai dan pen hitam (-) batrai
    d. jarum meter menunjukan nilai batrai yang di uji
    12. untuk mengetahui bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  10. Luthfi(05/VIIID) Sujatmiko(28/VIIID)14 Mei 2012 19.44

    1. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    2. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    3. tempelkan pen merah pda kutub (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    4. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yg diuji

    BalasHapus
  11. nama : Elvira Heragandhi (01/8a)
    RR.Noorlita SD (07/8A)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter atau multitester atau avometer, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll
    3.a. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    b. solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannnya karna solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 sd 40 watt
    c.sinyal injector : berguna untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    d. solder atraktor : berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan / pesawat elektronik
    4. PCB = Printed Circuit Board
    fungsi PCB : merapikan komponen komponen agar tidak semrawut, agar rapi, dan ,mudah untuk melacak kesalahan / kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatau gangguan
    5. a. pakailah solder yang mempunyaoi daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    d. gunakan tenol yang bermutu tinggi / baik
    e. solderlah terlebih dahgilu yang tahan terhadap panas dari solder sprti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT
    f. pematrian berikutnya, komponen yang tidak tahan panasnya solder sprti IC, TRANSISTOR, DIODA
    6. a. menguji alat ukur posisi nol OHM sebalah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elektrolit dengan AVO meter
    c. menguji varco dengan AVO meter
    d. menguji loudspeaker dengan batrai
    meguji sumber arus baterai dengan AVO meter
    e. menguji PCB dengahn AVOmeter
    f. menguji hubungna terbuka toiap komponen radi IC dengan AVOI meter
    g. menguji Grounding radio IC dengan AVO meter
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi penunjuk OHM x 1K
    b. hubungkan katoda dan anoda
    c. perhatikan multimeter
    8. a. sakelar pemilih pada [posisi OHM X IK
    b. stel jarum pada posisi 0 OHM sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pent merah (+) pada kaki (-) elco dan pent hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. stel jarum pada posisi 0 OHM sebelah kiri dengan cara ,memutar skrup pengaturnal sebelah kiri
    b. stel jarum pada posisi 0 OHM sebelah kanan dengan cara memutar knop penghatur jarum o meter sebelah kanan
    10. a. hubungkan tep loudspeker dengan baterai memaikai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berati loudspeaker keadaan baik.
    d. jika sebaliknya maka loudspeaker rusak (utus spoelnya)
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. stel jarum pada posisi 0 OHM pada sebelah kiri
    c., tempelkan pent merah pada kutub (+) baterai dan pent hitam pada kutub (-) baterai.
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuuji
    12. untuk mengetahui pada bnagian bagian radio yang tidak da[pat bekerja sebagai mana mensinya

    BalasHapus
  12. Vania Ratna D. F. (12/ VIIIA)
    1.TANG KOMBINASI, TANG POTONG, TANG LANCIP, SOLDER ATRAKTOR, OBENG
    2. Multimeter, signal injector, solder listrik, osciloscop.
    3. a. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik.
    b. solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    c. sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB,dalam kegiatan perakitan/perbaikan pesawat elektronika.
    4. PCB = Printed Circuit Board, fungsinya dengan adanya PCB komponen elektronika menjadi rapi dan tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/kerusakan bila peralatan tsb mengalami gangguan.
    5. a. Pakailah solder yang punya daya watt 30-40 watt.
    b. ujung solder harus runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sblim disolder
    d. Gunakan timah yg bermutu tinggi
    e. soldirlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas solder
    f. Soldirlah komponen yang tidak tahan panas.
    6. a. menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan/kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. Menguji kondensator elektrolit dengan avometer
    d. Menguji varco dgn avometer
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. Menguji sumber arus dgn avometer
    g. menguji PCB dengan avometer
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dgn avomneter
    i. Menguji grounding Ic dgn avometer
    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi ohm x IK
    b. hubungkan katoda dgn anoda
    c. perhatikan multimeter
    8. a. Sakelar pemilih pd posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sblah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah (+) pd kaki (-) dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dgn cara memutar sekrup mengatur 0 sblah kiri
    b. setel jarum pd posisi 0 ohm sblah kanan dgn cara memutar knop pengatur jarum ohmeter sblah kanan.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dgn baterai memeakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah2 ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti baik
    d. bila tidak ada suara krekj berarti rusak./
    11. a. purat saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pd posisi 0 ohm sblah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub positive baterai dan pen hitam pd kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yg diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian2 radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  13. Ambar Listyarini (10/VIIIA)
    Rizki cintia devi (17/8A)
    1.tang kombinasi,tang potong,tang lancip,solder atraktor,pinset,obeng,dll
    2.multimeter,signal injector,oscilostop,soder listrik,dll
    3.a.tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pd instalasi atau sambungan listrik
    b.solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pd PCB agar kuat kedudukannya.
    c.signal injector : mengetahui hub. komponen atau rangkaian yg mengalami kerusakan
    d.solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dr PCB.
    4.PCB : Printed Cicuit board,berfungsi untuk komponen elektronika menjadi rapi tdk semrawut dan mudah untk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tsb mengalami suatu gangguan
    5.a.pakailah solder dgn daya 30-40 watt
    b.ujung solder selalu runcing dan bersih
    c.bersihkan kaki komponen dr korosi sblm disolder
    d.gunakan timah yg bermutu tinggi
    6.a.stel jarum pd posisi 0 ohm sblh kiri dgn cara memutar sekrup pengatur 0 sblh kiri
    b.stel jarum pd posisi 0 ohm sblh kanan dgn memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7.a.putar saklar pemilih pd posisi menunjuk ohm X 1K
    b.pin merah pd kaki katode
    c.pin hitam pd kaki anode
    d.bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    e.bila jarum tdk bergerak dioda rusak
    8.a.saklar pemilih pd posisi menunjuk ohm X 1K
    b.stel jarum pd posisi 0 ohm sebelah kanan-kiri
    c.hub pin merah pd kaki elco dan pin hitam pd kaki elco
    9.a.saklar pemilih pd posisi menunjuk ohm X 1K
    b.hub pen hitam pd posisi kaki varco yg tengah dan pen merah pd kaki varco yg tepi scr bergantian,sambil poros varco diputar
    10.a.hub.tep loupspeaker dgn batrei menggunakan kabel
    b.pd sabungan + baterai seolah olah ada grakan hubung putus
    c.bila louspaker mengeluarkan suara krekk berarti lospeker berkedaan baik
    d.bila louspaker tdk terdengar suara kreekk loupspeaker rusak
    11.a.putar skar pemilih dgn posisi DCV
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sebalah kiri
    c. tempelkan pen merah pd kutup +baterai dan pen hitam pd kutup - baterai
    d.jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yg diuji
    12.a.mengetahui bag radio yg tdk dpt bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  14. Hafeid 25, Fuad 30 VIII A
    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder aktraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Multimeter, signal injector, oscilacop, solder listrik, dll.
    3. Tespen : Berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    Solder listrik : Untuk menyoldir kaki komponen yg telah dirakit pada pcb agar kuat kedudukannya karena soldir untuk mencairkan timah tenol dengan daya sebesar 30 sampai 40 watt.
    Sinyal injector : Untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Solder atraktor : Berfungsi umtuk menghisap timah.
    4. PCB : Printed Circuit Board.
    Fungsinya kami belum tahu, maaf cari sendiri yaaa
    5. a. Pakailah solder yg mempunyai daya 30 sampai 40 watt.
    b. Ujung solder harus runcing.
    c. Bersihkan kaki komponmen dari korosi sebelum di solder.
    d. Menggunakan timah yang bermutu tinggi.
    e. soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldi
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas nya soldir
    6. 1.menguji alat ukur posisi 0 ohm
    2.menguji dioda dngan avo meter
    3.mnmguji kondensator elektrolid
    4.mnguji varco dngn avo meter
    5.mnguji loutspeaker dngan baterai
    6.menguji sumber arus baterai dngan avo meter
    7.mnguji casis dngan avo meter

    BalasHapus
  15. HABIBI HASBI S (08/VIIIA) ABDUL AZIZ B (19/VIIIA)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop,solder listrik, dll
    3. tespen : berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada pcb agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 - 40 watt
    sinyal injector : berguna untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder altraktor : berguna untuk menghisap tenol waktu melepas kaki komponen dari pcb
    4. Printed Circuid Board
    berfungsi agar membuat komponen elektronika lebih rapi dan mempermudah untuk melacak kerusakan.
    5. a. pakailah solder yg mempunyai daya 30 - 40 watt
    b. ujung solderharus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. gunakan tenol yg bermutu tinggi & baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yg terhadap panas dari solder, seperti resistor
    f. pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder seperti IC
    6. a. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setalah jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1k
    b. 1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (k)

    BalasHapus
  16. Aldev 26 VIII A
    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder aktraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Multimeter, signal injector, oscilacop, solder listrik, dll.
    3. Tespen : Berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    Solder listrik : Untuk menyoldir kaki komponen yg telah dirakit pada pcb agar kuat kedudukannya karena soldir untuk mencairkan timah tenol dengan daya sebesar 30 sampai 40 watt.
    Sinyal injector : Untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Solder atraktor : Berfungsi umtuk menghisap timah.
    4. PCB : Printed Circuit Board.
    Fungsinya kami belum tahu, maaf cari sendiri yaaa
    5. a. Pakailah solder yg mempunyai daya 30 sampai 40 watt.
    b. Ujung solder harus runcing.
    c. Bersihkan kaki komponmen dari korosi sebelum di solder.
    d. Menggunakan timah yang bermutu tinggi.
    e. soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldi
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas nya soldir
    6. 1.menguji alat ukur posisi 0 ohm
    2.menguji dioda dngan avo meter
    3.mnmguji kondensator elektrolid
    4.mnguji varco dngn avo meter
    5.mnguji loutspeaker dngan baterai
    6.menguji sumber arus baterai dngan avo meter
    7.mnguji casis dngan avo meter

    BalasHapus
  17. Nama : Annisa Rifka A. J. 06/8A

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, obeng
    2. Multimeter, signal injector, solder listrik, osciloscop.
    3. a. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik.
    b. solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    c. sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB,dalam kegiatan perakitan/perbaikan pesawat elektronika.
    4. PCB = Printed Circuit Board, fungsinya dengan adanya PCB komponen elektronika menjadi rapi dan tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/kerusakan bila peralatan tsb mengalami gangguan.
    5. a. Pakailah solder yang punya daya watt 30-40 watt.
    b. ujung solder harus runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sblim disolder
    d. Gunakan timah yg bermutu tinggi
    e. soldirlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas solder
    f. Soldirlah komponen yang tidak tahan panas.
    6. a. menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan/kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. Menguji kondensator elektrolit dengan avometer
    d. Menguji varco dgn avometer
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. Menguji sumber arus dgn avometer
    g. menguji PCB dengan avometer
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dgn avomneter
    i. Menguji grounding Ic dgn avometer
    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi ohm x IK
    b. hubungkan katoda dgn anoda
    c. perhatikan multimeter
    8. a. Sakelar pemilih pd posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sblah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah (+) pd kaki (-) dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dgn cara memutar sekrup mengatur 0 sblah kiri
    b. setel jarum pd posisi 0 ohm sblah kanan dgn cara memutar knop pengatur jarum ohmeter sblah kanan.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dgn baterai memeakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah2 ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti baik
    d. bila tidak ada suara krekj berarti rusak./
    11. a. purat saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pd posisi 0 ohm sblah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub positive baterai dan pen hitam pd kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yg diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian2 radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  18. nama : Ega Kharisma (16/8A)
    Cindy Puspita (22/8A)




    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.

    2. Multimeter/multitester, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.

    3. Tespen = untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik.
    Solder listrik = untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    sinyal injector= untuk mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan.
    solder atraktor= untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB.

    4. PCB = (printed circuit board)
    fungsi = untuk merapikan komponen2 elektronika dan untuk lebih mudah melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan mengalami suatu gangguan.

    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt.
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih.
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. gunakan timah/tenol yang bermutu tinggi atau baik.
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dr solder.
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder.

    6. - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri.
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjustment)

    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk ohmXIK
    b. lakukan pada gambar nomer 1
    1. pen merah + pada kaki - katode (K)
    2. pen hitam - pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik.
    4. bila jarum tidak bergerak dioda rusak.
    c. lakukan seperti pada gambar nomor 2
    1. pen merah + tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada - tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak.
    4. bila jarum tidak bergerak dioda baik.

    8. - saklar pemilih pada posisi ohmXIK
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    - hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco.


    9. a. putar saklar pemilih pada posisi ohmXI
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.

    10. - hubungkan tep louspeaker dengan baterai memakai kabel
    - pada sabungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara KREK berarti loudspeaker dlm keadaan baik
    - bila loudspeaker tidak terdengar suara KREK, maka loudspeaker rusak (putus sepoelnya)

    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada tutup (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  19. BAGUS RESPATI A (12/VIIIC)
    IVAN DARMAWAN (30/VIIIC)




    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder, obeng
    2. multimeter,solder, osciloscop
    3. tespen: berfungsi mengetahui ada tidak nya muatan listrik pada instalasi atyau sambungan listrik
    solder: berfungsi untuk menyoldir kaki komponen
    sinyal injector: mengetahui hubungan komponen yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisab cairan timah patri
    4. PCB: printed circuid board
    5. 1. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    2. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    4. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi/ baik
    5. solderlah terlebih dahulun komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    6. pematrian berikutnya komponenn yang tidak tahan panasnya solder.

    6.a. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutarkan skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7.a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    b. lakukan seperti :
    1. pen merah plus pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak kekanan dioda baik
    4. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c. lakukan seperti : ]
    1. pen merah (+) tempelkan pda anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak
    4. bila jarum tidak bergeraak dioda baik
    8. a. sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) ELCO dan pen hitam (-) pada kaki (+) ELCO
    9. a.putar sakelar pada posisi ohm x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/ poros daan varco diputar

    10.a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeakaer mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeakaer tidak terdengar suara 'krek", maka loudpseakaer rusak
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pda posisi 0 ohm sebelah kiri.
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai \, dan pen hitam pada kutub (-) baterai.
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji.

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  20. AKBAR PALLASARON R(19/8C)
    BAGAS KURNIAWAN W(24/8C)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop,solder listrik, dll
    3. tespen : berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada pcb agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 - 40 watt
    sinyal injector : berguna untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder altraktor : berguna untuk menghisap tenol waktu melepas kaki komponen dari pcb

    4. Printed Circuid Board
    berfungsi agar membuat komponen elektronika lebih rapi dan mempermudah untuk melacak kerusakan.

    5. a. pakailah solder yg mempunyai daya 30 - 40 watt
    b. ujung solderharus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. gunakan tenol yg bermutu tinggi & baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yg terhadap panas dari solder, seperti resistor
    f. pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder seperti IC
    6. a. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setalah jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1k
    b. 1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (k)
    8. a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki(-) elco dan pen hitam(-) pada kaki (+)elco!
    9. a.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjusment).
    10. a. hubungkan tape loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara "krek",maka loudspeaker rusak(putus spulnya).
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri.
    c. tempelkan pen merah pada kutub(+)baterai,dan pen hitam pada kutub(-)baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. untuk menegtahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  21. Lingga Edni ( 23 / 8a )

    1. Sebutkan jenis alat praktek tangan
    Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Sebutkan jenis alat praktek elektrik
    Multimeter / multitester / AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. Sebutkan fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
    a. Tes pen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b. Solder listrik : menyolder kaki komponene yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 – 40 watt.
    c. Sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. Solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan / pesawat elektronika.
    4. Apa Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
    PCB : Printed Cicuit Board.
    Fungsi : maka komponen – komponen elektronika itu menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mangalami gangguan.
    5. Jelaskan langkah-langkah menyolder komponen pada PCB
    a. Pakailah solder yang mempunyai daya 30 – 40 watt.
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan bersih.
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. Gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi / baik.
    e. Soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT.
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transsistor, dan dioda.

    6. Jelaskan cara menguji komponen IC
    a. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohm meter sebelah kanan.

    7. Jelaskan cara menguji Dioda
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1
    b) Lakukan seperti gambar no 1
    1. Pen merah ( + ) pada kaki ( - ) katode ( K )
    2. Pen hitam ( - ) pada kaki anode ( A )
    3. Bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. Bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c) Lakukan seperti gambar no 2
    1. Pen merah ( + ) tempelkan pada anode ( A )
    2. Pen hitam pada ( - ) tempelkan pada katode ( K )
    3. Bila jarum bergerak diode rusak
    4. Bila jarum tidak bergerak diode baik


    8. Jelaskan cara menguji ELCO
    a) sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b) stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c) hubungkan pen merah ( + ) pada kaki ( -) elco dan pen hitam ( - ) pada kaki ( + ) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik.
    2. Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor ( korsleting )
    3. Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus ( rusak )
    9. Jelaskan cara menguji AVOmeter
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    b) Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as / poros varco diputar
    1. Bila jarum bergerak berate varco rusak ( bagian rotor dan stator korsleting )
    2. Bila jarum tidak bergerak varco baik
    10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
    a) Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b) Pada sambungan ( + ) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c) Bila loudspeaker mengeluarkan suara “ krek “ berate loudspeaker keadaan baik
    d) Bila loudspeaker tidak terdengar suar “ krek ‘ maka loudspeaker rusak ( putus spoelnya )
    11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b) Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c) Tempelkan pen merah pada kutub ( + ) baterai, dan pen hitam pada kutub ( - ) baterai.
    d) Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC
    Untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat berkerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  22. Anita fedora ( 21 / 8c )
    putri fatonah ( 22 / 8c )

    1. Sebutkan jenis alat praktek tangan
    Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Sebutkan jenis alat praktek elektrik
    Multimeter / multitester / AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. Sebutkan fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
    a. Tes pen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b. Solder listrik : menyolder kaki komponene yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 – 40 watt.
    c. Sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. Solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan / pesawat elektronika.
    4. Apa Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
    PCB : Printed Cicuit Board.
    Fungsi : maka komponen – komponen elektronika itu menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mangalami gangguan.
    5. Jelaskan langkah-langkah menyolder komponen pada PCB
    a. Pakailah solder yang mempunyai daya 30 – 40 watt.
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan bersih.
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. Gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi / baik.
    e. Soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT.
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transsistor, dan dioda.

    6. Jelaskan cara menguji komponen IC
    a. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohm meter sebelah kanan.

    7. Jelaskan cara menguji Dioda
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1
    b) Lakukan seperti gambar no 1
    1. Pen merah ( + ) pada kaki ( - ) katode ( K )
    2. Pen hitam ( - ) pada kaki anode ( A )
    3. Bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. Bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c) Lakukan seperti gambar no 2
    1. Pen merah ( + ) tempelkan pada anode ( A )
    2. Pen hitam pada ( - ) tempelkan pada katode ( K )
    3. Bila jarum bergerak diode rusak
    4. Bila jarum tidak bergerak diode baik


    8. Jelaskan cara menguji ELCO
    a) sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b) stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c) hubungkan pen merah ( + ) pada kaki ( -) elco dan pen hitam ( - ) pada kaki ( + ) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik.
    2. Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor ( korsleting )
    3. Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus ( rusak )
    9. Jelaskan cara menguji AVOmeter
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    b) Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as / poros varco diputar
    1. Bila jarum bergerak berate varco rusak ( bagian rotor dan stator korsleting )
    2. Bila jarum tidak bergerak varco baik
    10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
    a) Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b) Pada sambungan ( + ) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c) Bila loudspeaker mengeluarkan suara “ krek “ berate loudspeaker keadaan baik
    d) Bila loudspeaker tidak terdengar suar “ krek ‘ maka loudspeaker rusak ( putus spoelnya )
    11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b) Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c) Tempelkan pen merah pada kutub ( + ) baterai, dan pen hitam pada kutub ( - ) baterai.
    d) Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC
    Untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat berkerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  23. NAMA : - Annas Swastika Mayang ( 15 / VIIIA )
    -Unsi Rianasari Pratiwi ( 18 / VIIIA )
    1. jenis alat praktek tangan
    • Tang kombinasi
    • Tang potong
    • Tang lancip
    • Solder atraktor
    • Pinset
    • Obeng
    2.jenis alat praktek elektrik
    • Multimeter/multitester/AV Ometer
    • Signal injector
    • Oscilloscope
    • Solderistik

    3.fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
    • Tespen : Mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    • Solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    karena solder untuk mencairkan timah patri ( tenol ) dengan daya sebesar 30 – 40 watt
    • Sinyal injector : mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan
    • Solder atractor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB

    4. Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
     PCB : Printed Cicuit Bord
     Fungsi PCB : untuk membuat komponen – komponen elektronika menjadi rapi dan tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.

    5. langkah-langkah menyolder komponen pada PCB :
    1) Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    2) Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3) Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    4) Gunakan timah ( tenol ) yg bermutu tinggi / baik
    5) Solderlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas dari solder,seperti resistor,kondensator,trafo IF,oscillator,trafo IT,dan trafo OT
    6) Pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder seperti IC,transistor dan dioda

    6. cara menguji komponen IC :
    1) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri
    2) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar “ knop “ pengatur jarum ohm meter sebelah kanan ( adjustment )
    7. cara menguji Dioda :
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    2) Lakukan seperti
    a. Pen merah ( + ) pada kaki ( - ) katode ( K )
    b. Pen hitam ( - ) pada kaki anode ( A )
    c. Bila jarum bergerak ke kanan, diode baik
    d. Bila jarum tdk bergerak diode rusak
    3) Lakukan seperti
    a. Pen merah ( + ) tempelkan pada anode ( A )
    b. Pen hitam pada ( - ) tempelkan pada katode ( K)
    c. Bila jarum bergerak diode rusak
    d. Bila jarum tdk bergerak diode baik
    8. cara menguji ELCO :
    a. Sakelar pemilih pada posisi Ω X 1 K
    b. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah ( + ) pada kaki ( - ) elco dan pen hitam ( - ) pada kaki ( + ) elco
    9. cara menguji AVOmeter :
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    2) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    3) Tempelkan pen merah pada kutub ( + ) batrai, dan pen hitam pada kutub ( - ) batrai
    4) Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    10. cara menguji loudspeaker :
    1) Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    2) Pada sambungan ( + ) baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    3) Bila loudspeaker mengeluarkann suara “ krek “ berarti loudspeaker keadaan baik
    4) Bila loudspeaker tdk terdengar suara “ krek “ maka loudspeaker rusak ( putus spoelnya )
    11.cara menguji Baterai dengan AVOmeter :
    1)Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    2)Setel jarum pada posisi 0 ohm pada sebelah kiri
    3)Tempelkan pen merah pada kutub ( + ) batrai, dan pen hitam pada kutub ( - ) batrai
    4)Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.tujuan pengujian grounding pada radio IC : untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat nbekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  24. 1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik;
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt;
    sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan;
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan/perbaikan pesawat elektronika
    4. PCB = Printed Circuit Board. Berfungsi sebagai papan rangkaian komponen elektronika.
    5. - pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    - ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    - bersihkan kaki komponen dari kororsi sebelum disolder
    - gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi/baik
    - solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscilator, trafo IT, dan trafo OT
    - pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transistor, dan dioda
    6. - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. - putar saklar pemilih pada posisi penunjuk ohm x 1K
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    a. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    b. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    c. bila jarum bergerak ke kanan, dioda baik
    d. bila jarum tidak bergerak, dioda rusak
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    a. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    b. pen hitam (-) tempelkan pada katode (K)
    c. bila jarum bergerak, dioda rusak
    d. bila jarum tidak bergerak, dioda baik
    8. - saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan kiri
    - hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    a. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    b. bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor/konslet
    c. bila jarum tidak bergerak sama sekali, elco putus (rusak)
    9. - putar sakla pemilih pada posisi Ω x 1K
    - hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/ poros varco diputar
    a. bila jarum bergerak, berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konslet)
    b. bila jarum tidak bergerak, varco baik
    10. - hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    - pada sambungan (+) baterai seolah oleah ada gerakan hubung putus
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik
    - bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara "krek" maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. - putar saklar pemilih pada posisi DCV
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    - tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    - jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.


    Amelinda (06/VIII C) - Ismi (08/VIII C)

    BalasHapus
  25. Errina K. (02/VIIIC)
    Dewi Ayu (07/VIIIC)
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter/multitester/AVO meter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll
    3. tespen : berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : berfungsi menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    sinyal injector : berguna untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB : Printed Circuit Board
    fungsi : membuat komponen-komponen elektronika menjadi rapi, tidak semrawut dan mudah melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5.- Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain.
    - Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    - Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    - Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    - Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. - Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri
    - Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. - Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    (1)
    - Pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    - Pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    - Bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    - Bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    (2)
    - Pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    - Pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    - Bila jarum bergerak dioda rusak
    - Bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. - Sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    - Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    - Hubungakan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. - Putar saklar pemilih pada posisi Ω x 1
    - Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    10. - Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    - Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    - Bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaannya baik
    - Bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaannya rusak(putus spoelnya)
    11. - Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    - Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    - Tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    - Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  26. Ivan Aditya N (05/VIII C)
    Anung Nugraha (20/VIII C)

    JAWAB :

    1. Tang Potong, Tang Lancip,
    tang kombinasi,solder atraktor, pinset,
    obeng.
    2. Multimeter, Signal Injector, Osciloscop,
    Solder Listrik.
    3. Tespen = Mengetahui ada tidaknya muatan
    listrik pada instalasi atau sambungan
    listrik.
    Solder Listrik = Menyolder kaki komponen
    yang telah dirakit pada PCB
    agar kuat kedudukannya
    karena solder untuk
    mencairkan timah patri
    dengan daya sebesar 30
    sampai 40 watt.
    Sinyal Injector = Mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Solder Atraktor = Menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan pesawat elektronika.
    4. PCB = Printed Circuit Board
    Fungsi PCB = Untuk merapikan komponen agar tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut menalami suatu gangguan.
    5. a. Pakailah solder yang mempunyai daya
    30-40 watt.
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan
    bersih.
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi
    sebelum disolder.
    d. Gunakan timah yang bermutu baik.
    e. Solderlah terlen\bih dahulu komponen yang
    tahan terhadap panas dari solder.
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak
    tahan panasnya solder
    6. a. Menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. Menguji dioda dengan avometer.
    c. Menguji kondensator elektrolit dengan avometer.
    d. Menguji varco dengan avometer.
    e. Menguji loudspeaker dengan baterai.
    f. Menguji baterai dengan avometer.
    g. Menguji chasis/PCB dengan avometer.
    h. Menguji hubungan terbuka tiap komponen
    radio IC dan avometer.
    i. Menguji grounding radio IC dengan
    avometer.
    7. a. Putar saklar penilik pada posisi menunjuk
    ohm * 1K
    b. Lakukan :
    1. Pen merah (+) pada kaki katode.
    2. Pen hitam (-) pada kaki anode.
    3. Bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. Bila jarum tidak bergerah dioda rusak.
    c. Lakukan :
    1. Pen merah (+) tempelkan pada anode.
    2. Pen hitam (-) tempelkan pada katode.
    3. Bila jarum bergerak dioda rusak.
    4. Bila jarum tidak bergerak dioda baik.
    8. a. Saklar pemilih pada posisi ohm * 1K.
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c. Hubungkan pen merah (+) pada kaki elco dan pen hitam (-) pada kaki elco .
    1. Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik.
    2. Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali ke kiri, elco bocor.
    3. Bila jarum tidak bergerak elco rusak.
    9. a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm * 1.
    b. Hubungkan pen hitam (-) pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah (+) pada kaki varco yang tepi secara bergantian.
    1. Bila jarum bergerak, varco rusak.
    2. Bila jarum tidak bergerak, varco baik.
    10. a. Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai.
    b. Pada sambungan baterai seolah-olah ada gerakan putus-putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara, berarti loudspeaker baik.
    d. Bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara, berarti loudspeaker rusak.
    11. a. Putar saklar pemilih pada posisi DCV.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm.
    c. Tempelkan pen merah pada kutub baterai dan pen hitam pada kutub baterai.
    d. Jarum meter menunjukkan besarnya nilai yang diuji.
    12. Untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja.

    BalasHapus
  27. Aditya Nur Arifin (04/VIII C)
    Rahmad Nur Hidayadi (10/VIII C)

    Link : http://www.ziddu.com/download/19392203/Adit04-VIIICRahmad10-VIIIC.docx.html

    BalasHapus
  28. shofia(17) & erlin (26) 8C
    Jawab
    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder altaktror, pinset, obeng
    2. Multimeter, signal injector, osciloscop, solder listrik
    3. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    Solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    Signal injector : mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan
    Solder altraktor : menghisap cairan timah pantri waktu melepas kaki komponen dari PCB.
    4. PCB : Printed Cicuit Board
    Fungsinya adalah meletakkan komponen-komponen elektronika menjadi rapi dan mudah untuk melacak kesalahan bila peralatan tersebut mengalami sebuah gangguan.
    5. Langkah-langkah menyolder :
    • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    • Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    • Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    • Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. Cara menguji IC
    - Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    - Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. Cara menguji dioda :
    - Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    - Lakukan seperti gambar nomer (1)
     Pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
     Pen hitam (-) pada kaki anode (A)
     Bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
     Bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    - Lakukan seperti gambar nomer dua
     Pen meraah (+) tempelkan pada anode (A)
     Pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
     Bila jarum bergerak dioda rusak
     Bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. Cara menguji ELCO :
    - Saklar pilih pada posisi Ω x 1K
    - Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    - Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco !
     Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula elco baik
     Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri maka elco bocor/konsleting
     Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus/rusak
    9. Cara menguji varco :
    - Putar saklar pada pemilih pada posisi Ω x 1K
    - Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/ poros varco diputar
     Bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konsleting)
     Bila jarum tidak bergerak varco baik
    10. Cara menguji loudspeaker :
    - Hubungkan tep laudspeaker dengan baterai memakai kabel
    - Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    - Bila laudspeaker mengeluarkan suara krek, berarti laudspeaker baik
    - Bila laudspeaker tidak terdengar suara krek, maka laudspeaker rusak
    11. – putar saklar pemilih pada posisi DCV
    - Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    - Tempel pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub(-)baterai
    - Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui bagian-bagian pada radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  29. NAMA : Fikri Hashfi N. (09_VIIIC)
    Joshua Harry P. (14_VIIIC)

    Jawab :
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. fungsi :
    tespen : berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / saluran listrik
    solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PBC agar kuat kedudukannya
    sinyal injector : berfungsi untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PBC
    4. PBC : printed circuit board
    fungsi : membuat rapi komponen komponen elektronika supaya tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5. 1. pakai solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    2. ujung solder harus selalu runcing
    3. bersihkan komponen dari korosi sebelum di solder
    4. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi/baik
    5. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas dari solder
    6. pematrian beriokutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. a. setel jarum pada posisi nil ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b. 1. pen merah pada kaki katode
    2. pen hitam pada kaki anode
    3. bila jarum bergerak kekanan dioda baik
    4 bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c. 1. pen merah tempelkan pada anode
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode
    3. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    4. bila jarum bergerak kekanan dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebalah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker pada keadaan baik dan sebaliknya
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) BATERAI
    d. jarum meter menuunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  30. Siska Anggraini K (23/8c)& Kristalina Kartika S (11/8C)
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng.
    2. multimeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. tespen :
    solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB.
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB.
    4. printed circuit board, berfungsi agar rangkaian elektronika menjadi rapi dan mudah untuk melacak kesalahan apabila ada kerusakan.
    5. a. Pegang besi solder seperti pena, dekat pangkal gagang.
    b. Bayangkan Anda akan menulis nama Anda! Ingatlah untuk tidak pernah menyentuh elemen panas atau ujung solder.
    c. Sentuh solder ke titik kaki komponen yang akan disolder.
    d. Pastikan menyentuh kedua kaki komponen dan PCB. Pegang ujung sana selama beberapa detik dan ...
    e. Berikan tenol sedikit ke solder sedikit ke PCB.
    f. Tenol harus mengalir lancar ke PCB dan kaki komponen untuk membentuk bentuk gunung berapi seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
    g. Biarkan bersama beberapa detik untuk dingin sebelum Anda memindahkan papan PCB.
    h. Periksa hasilnya sudah benar erat atau belum.
    i. Seharusnya terlihat mengkilap dan memiliki bentuk seperti 'gunung berapi' . Jika tidak, Anda akan perlu untuk memanaskan kembali dan pakan di solder sedikit lebih. Kali ini memastikan bahwa baik memimpin dan melacak dipanaskan sepenuhnya sebelum menerapkan solder.
    6. a. menguji alat ukur posisis nol ohm sebelah kanan atau kiri dengan memutar skrup.
    b.menguji dioda dengan AVO meter.
    c. menguji kondensator ELCO dengan avometer.
    d. menguji varco dengan avometer.
    e. menguji loudspeaker dengan baterai.
    f. menguji sumber arus (baterai) dengan avometer.
    g. menguji PCB dengan avometer.
    h. menguji hubunagn terbuka tiap komponen radio IC denagn AVOmeter.
    menguji grounding radio IC dengan AVOmeter.
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjukkan Ω X 1K.
    b. 1)pen merah (+) pada kaki (-) katode
    2)pen hitam (-) pada kaki anode
    3) bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4) bilajarum tidak bergerak dioda rusak
    c. 1)pen merah (+) ditempelkan pada anode
    2)pen hitam (-) ditempelkan pada katode
    3)bila jarum bergerak dioda rusak
    4)bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a.sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K.
    b.setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c.hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    1)bila jarum bergerak ke kanan dan kembali ke kiri seperti semula elco baik
    2)bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali ke kiri elco bocor
    3)bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus
    9. a. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara "krek" maka loudspeaker rusak.
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) BATERAI DAN PEN HITAM pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian2 radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  31. 1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya



    Niken s.w (16/VIIIc)
    Kusumaning D.S.P. (27/VIIIc)

    BalasHapus
  32. Tito (05/8B) Rangga (26/8B)14 Mei 2012 22.31

    1. tang kombinasi,tang potong,tang lancip,solder atraktor,pinset,obeng,dll.
    2. multimeter/multitster, signal injector, asciloscop, solder listrik,dll
    3. tes pen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik :untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB : Printed Circuit Board
    berfungsi untuk membuat rangkaian menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan
    5. a. panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b. siapkan bahan untuk disolder
    c. lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10. a. hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  33. Dzaki Adhi Wicaksana (03/VIIIB)
    Enriko Padmono (19/VIIIB)

    1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset, solder atraktor
    2. multimeter, signal injector,solder listrik multitester, avometer
    3.- taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    - solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit pada PCB
    - sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    -solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan
    4. Printed Cicuit Board. fungsi: untuk merapikan komponen yang smrawutdan mudah untuk melacak kesalahan/ kerusakan
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus lancip dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korusi
    d. gunakan timah yang bermutu tinggi
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas
    f. pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya
    6. a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. 1. putar sklar pemilih pada posisi memnunjuk ohm x 1K
    2. a. pen merah+ pada kaki- katode K
    b. pen hitam - pada kaki anode A
    c. bila jarum bergerak ke kanan baik
    d. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    3. a. pen merah+tempelkan pada anode A
    b. pen hitam- tempelkan pada katode K
    c. bila jarum bergerak baik
    d. bila tidak bergerak rusak
    8. a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah+pada kaki - elco dan pen hitam - pada kaki + elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali elco bocor
    3. bila jarum tdk bergarak elco putus
    9. a. putar saklar pada posisi ohmx1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah, pen hitam pada kaki yang tepi secara bergantian, sambil as diputar
    1. bila jarum bergerak varco rusak
    2. bila tidak bergerak varco baik
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dgn batrai memakai kabel
    b. sambuyngan + seolah-olah ada gerakakan hubung putus
    c. bila loudspeker mengeluarkan suara krek artinya baik]
    d. bila tidak ada suara berati rusak
    11. a. putar saklar pada posisi DVC
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah paada kutub + batrei, pen hitam pada kutub -
    d. jarum meter menunjukan besaran nilai batreai yang diuji
    12. 1. untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja semestinmya

    BalasHapus
  34. Raditya Nova P (21/VIIIB)
    Ihsan Hadi W (30/VIIIB)
    1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  35. 1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip dan pinset
    2. Signal injector, solder listrik dan multimeter
    3. Taspen : mengatahui adanya instalasi pada listrik
    Solder listrik : untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    Sinyal injector : mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    Solder atraktor : menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan.
    4. PCB : Printed Cicuit Board
    Fungsi : untuk merapikan komponen yang smrawut
    5. a. Panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b. Siapkan bahan untuk disolder
    c. Lalu disolder
    6. a. Stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b. Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. Putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b. Penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8. a.Saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. Stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c. Hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9. a. putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b. hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10. a. hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila loudspeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dalam keadan baik
    11. a. Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    Dhamiyant Rahma I (11/8B)
    Shafira Tsany T (15/8B)

    BalasHapus
  36. GERALD DEWA A (28/VIIIB)
    HAMIM ALFANSA A (29/VIIIB)
    1.Tangkombinasi, Tangpotong, Tanglacip, Obeng
    2.Multimeter, Soldier listrik, Signal Injektor, Osciloscop
    3.Tespen: Mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi
    Soldier Listrik: Untuk menyoldier kaki komponen yang dirakit
    Signal Injektor: untuk mengetahui hubungan komponen yang mengalami kerusakan
    Soldier Atraktor: Untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen

    4.PCB(Printed Circuit Broad) Fungsi : Untuk melacak kesalahan bila peralatan tsb mengalami suatu gangguan
    5. 1.Pakailah soldier yang mempunyai daya 30-40 watt
    2.Ujung soldier harus runcind dan bersih
    3.Bersihkan kaki komponen dari korosi
    4.Gunakan tenol yang bermutu baik
    5.soldierlah terlebuh dahulu komponen yang tahan terhadap panas
    6.pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas]
    6. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar scrup pengator 0 sebelah kiri , setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar jarum ohm meter sebelah kanan
    7.Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    pen merah (+)pada kaki (-) katode
    pen merah (+)tempelkan pada anode
    8.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    SETEL JARUM pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    9. Putar sklar pemilih pada posisi ohm x 1
    Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah dan penmerah pada kaki varco yangtepi secara bergantian
    10. Hububgkan tab loudspeaker dengan batrai memakai kabel
    Pada sambungan + batrai seolah olah ada gerakan hubung putus
    Bila loudspeak1 mengeluarka suara krek brarti loudspeaker keadaan baik
    Bila loudspeak tidak mengeluarka suara krek maka loudspeaker rusak
    11. -Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    -Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    -Tempelkan pen merah pada kutub + batrai dan pen hitam pada kutub - batrai]
    -Jarum meter menunjuk kan besar nilai batrai yang di ujui
    12.Untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja bagai mana mestinya

    BalasHapus
  37. Nabila Rezty 13/14 VIII B14 Mei 2012 22.45

    Nabila Sekaring D (13/VIII B)
    Reztya Asy’ari A.U (14/VIII B)
    1. Tang kombinasi,tang potong, tang lancip,pinset
    2. Signal injector,solder listrik,multimeter, solder listrik
    3. Taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    Solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    Sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    Solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika
    4. PCB :Printed Circuit Board
    fungsi :untuk merapikan komponen yang semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. a. Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain.
    b. Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    c. Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    d. Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan
    6. a. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri.
    b. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan/adjustment
    7. a. Putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.Lakukanlah :
    1. Pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. Pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. Bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4. Bila jarum tidak bergerak, diode rusak
    c. Lakukan :
    1. Pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. Pen hitam (-) tempelkan pada katode (K)}
    3. Bila jarum bergerak diode rusak
    4. Bila jarurum tidak bergerak, diode baik
    8. a. Saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantia, sambil as/poros varco diputar
    10. a. Hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. Pada sambungan (+) batrai seolah-olah ada gerakan sambungan putus
    c. Bila loudspeaker mengelurkan suara krek berarti loudspeaker dlm keadan baik
    d. Bila loudspeaker tidak terdengar suara krek maka loudspeaker rusak
    11. a. Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. Setel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c. Tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  38. F. Bima P.K (09/8B)
    Z Calvin S (10/8B)
    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset ,obeng dan lain2
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik,dll
    3. tespen: berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pd instalasi/sambungan listrik
    solder listrik: berfungsi untuk menyolder kaki komponen yang telah di rakit pd pcb
    sinyal injektor: berguna untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari pcb
    4. Printed Circuit Board
    berfungsi untuk meletakan komponen agar tidak semrawut
    5. 1. pakailah solder yang mempunyai 30-40 watt
    2. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3. bersihkan kaki komponen dr korosi sebelum di solder
    4. gunakan timah/tenol yang bermutu tinggi/baik
    5. solderlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas dari solder
    6. pamatrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. a. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. 1. pen merah (+) pada kaki (-) katode(k)
    2. pen hitam (-) pd kaki anode
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. bila jarum tdk bergerak dioda rusak
    c. 1. pen merah (+) tempelkan pd anode
    2. pen hitam (-) tempelkan pd katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak
    4. bila jarum tdk bergerak dioda baik
    8. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    1. bila jarum bergerak kekanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula elco bak
    2. bila jarum bergerak kekanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    1. bila jarum bergarak berarti varco rusak
    2. bila jarum tidak bergerak varco baik
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker rusak
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. dengan melakukan pengujian ini maka dapat diket lokasi rangkaian yang mengalami gangguan/kerusakan

    BalasHapus
  39. firli s.y 8b/17
    1. TANG LANCIP, TANG KOMBINASI, TANG LANCIP, SOLDER ATRAKTOR, PINSET, OBENG, DLL.
    2. MULTIMETER, SIGNAL INJECTOR, OSCILOSCOP, SOLDER LISTRIK, DLL.
    3. tespen: MENGETAHUI ADA TIDAKNYA MUATAN LISTRIK PADA INSTALASI ATAU SAMBUNGAN LISTRIK,
    solder listrik: MENYOLDER KAKI KOMPONEN YANG TELAH DIRAKIT PADA PCB AGAR KUAT KEDUDUKANNYA KARENA SOLDER UNTUK MENCAIRKAN TIMAH PATRI DENGAN DAYA SEBESAR 30-40 Watt,
    sinyal injector: MENGETAHUI HUBUNGAN KOMPONEN ATAU RANGKAIAN YANG MENGALAMI KERUSAKAN,
    solder atraktor: MENGHISAP CAIRAN TIMAH PATRI WAKTU MELEPAS KAKI KOMPONEN DARI PCB.
    4. PCB: PRINTED CIRCUIT BOARD, TEMPAT RANGKAIAN ELEKTRONIKA
    5. PAKAILAH SOLDER YANG MEMPUNYAI DAYA 30-40 WATT
    UJUNG SOLDER HARUS RUNCING DAN BERSIH
    bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disloder
    gunakantimah yang bermutu tinggi
    soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas dari soldir
    pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas
    6. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup
    setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kN dengan cara memutar knop pengatur jarum ohmmeter sebelah kan nomor 2
    7. 1.putar sakelar pemilih pada posisi menujunk ohm*1K
    2. a. pen merah pada kaki katode
    b. pen hitam pada kaki anode
    c. bila jarum bergerak ke kanan didoda baik, jika sebaliknya dioda rusak
    3. a. pen merah tempelkan pada anode
    b. pen hitam pada katode
    c. bila jarum bergerak dioda rusak, jika tidak, dioda baik
    8. 1. sakelar pemilih pada posisi ohm*1K
    2. setel jarum pada posisi nil ohm sebelah kanan dan kiri
    3. hubungkan pen merah pada kaki elco min dan pen hitam ada kaki elco plus
    a. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik, jika sebalikanya elco bocor. dan bila jarum tak bergerak sedikitpun berarti elco rusak
    9. a. putar sakelar pemilih pada posisi ohm*1K
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco tengah, dan pen merah pada posisi kaki varco tepi secara bergantian, sambil poros varco diputar.
    bila jarum bergerak: varco rusak, sebaliknya varco baik.
    10. a hubungkan tep loudspeaker dengan baterao memakia kabel
    b. pada sambungan plus baterai seolah olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loaudspeaker terdengar krek, beraerti baik, jika tidak terdengar suara, loudspeaker rusaj
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel harum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub plus baterai dan pen hitam pada kutub min
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  40. SWASTI NIRAMAYA (08 / VIII B)
    JUANITA RATIH W (23 / VIII B)

    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng
    2. Multimeter/multiitester/ AVO meter, sinyal injektor, oscilloscop, solder listrik
    3. A. tespen : berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    B. solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB
    C. sinyal injektor : berguna untuk mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    D. solder atraktor : berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen PCB dalam kegiatan perakitan / perbaikan pesawat eleltronika
    4. PCB : Printed Circuit Board
    Fungsi PCB : merapikan komponen yang semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan / kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan

    5. langkah-langkah menyolder komponen pada PCB :
    • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    • Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    • Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    • Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya)
    6. cara menguji komponen IC :
    1. setel jarum pada posisi 0 Ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri
    2. setel jarum pada posisi 0 Ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” mengatur jarum Ohm meter sebelah kanan (adjustment)
    7. cara menguji Dioda :
    1. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    2. a. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    b. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    c. bila jarum bergerak ke kanan, diode baik
    d. bila jarum tidak bergerak, diode rusak

    3. a. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    b. pen hitam (-) tempelkan pada katode (K)
    c. bila jarum bergerak, diode rusak
    d. bila jarum tidak bergerak, diode baik

    8. cara menguji ELCO :
    1. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    2. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    3. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a.putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b.hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yg tengah ,dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian,sambil as/poros varco di putar.
    (1) bila jarum tidak bergerak, varco baik
    (2) bila jarum bergerak berarti varco rusak
    10. 1) hubungkan tep loudspaker dengan baterai memakai kabel.
    2)pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    3)bila loudspeker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeker keadaan baik
    4)bila loudspeker tidak terdengar suara”krek” maka loudspaker rusak atau putus spoelnya.
    11. a) putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    B)stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c) tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai , dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d) jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. tujuan pengujian grounding pada radio IC adalah untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  41. 1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/AVO meter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dall.
    3.a.tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b.solder listrik :untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    c.sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d.solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika.
    4.kepanjangan PCB yaitu Printed Circuit Board
    fungsinya : menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.
    5.Langkahnya :
    1.pakailah solder yang mempunyai day 30-40 watt
    2.ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3.bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    4.gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi atau baik
    5.solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder, seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscilator, trafo IT, dan trafo OT
    6.pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder, seperti IC, transistor, dan dioda.
    6.
    7.1.putar saklar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    2.pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    3.pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    4.bila jarum bergerak kekanan dioda baik, bila jarum tidak bergerak berarti dioda rusak
    5.pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    6.Pen hitam (-) tempelkan pada katode (K)
    7.bila jarum bergerak dioda rusak, bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8.1.saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    2.Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    3.hubungkan pen merah(+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki(+) elco
    a. bila jarum bergerak kekanan dan kembali lagi kekiri seperti semula, elco baik
    b. bila jarum bergerak kekanan tidak kembali lagi kekiri, elco bocor
    c. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus
    9.1.setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    2.setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm metersebelah kanan
    10.1.hubungkan tape loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    2.pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    3.bila louspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker baik, dan sebaliknya.
    11.1.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    2.setel jarum pada posisi 0 ohm seblah kiri
    3.tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada posisi kutub (-)
    4.jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.1.putar saklar pada posisi DCV
    2.pada AVO meter A pengujian grounding pada kaki IC 1 dan kaki IC 6,kaki IC 1:jalur negative jika jarum bergerak kekanan menunjuk sesuai dengan tegangan sumber arus berarti tegangan pada sumber arus baik
    3.pada AVO meter B pengujian grounding pada loudspeaker hubungkan pen (+) pada tape loudspeaker dan pen (-) pada jalur negative, jika jarum bergerak berarti baik
    (firda nur h & tursina ma)
    8B 12/18

    BalasHapus
  42. Mutiarafah (06)
    Safira Nisa Fadila (25)
    VIII B
    1. TANG KOMBINASI
    TANG potong
    tang lancip
    solder atraktor
    pinset
    obeng
    2. multimeter
    signal injector
    osciloscop
    solder listrik
    3 tespen : utk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : utk menyolder kaki kopmponen yang telah dirakit pada pcb
    solder injector : utk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    4. PCB : Printed Circuit Board fungsinya agar komponen-komponen elektronika menjadi rapi tidak semrawut dan mudah melacak kesalahan /kerusakan bila peralatan tersebut mengalami gangguan.
    5. 1. pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    2. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    4. gunakan timah yang bermutu tinggi
    5 soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder.
    6. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya soldir
    6. a. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "KNOP" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan.
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    b. lakukan seperti gambar no 1:
    1) pen merah(+)pada kaki (-)katode(K)
    2) pen hitam (-)pada kaki anode(A)
    3) bila jarum bergerak ke kanan dioda baik .
    4) bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c. lakukan seperti gambar no 2
    1) pen merah(+)tempelkan pada anode
    2) pen hitam pada(-) tempelkan pada katode
    3) bila jarum bergerak dioda rusak
    4) bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah(+) pada kaki(-) elco dan pen hitam(-) pada kaki (+)elco :
    1. bila jarum bergerak kekanan dan kembali lagi kekiri seperti semula, elco baik
    2. bila jarum bergerak kekanan tidak kembali lagi kekiri , elco bocor
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus.
    9. 1. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1
    2. hubungkan penhitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan penmerah pada kaki varco yang tepi secara bergantian , sambil as/poros varco diputar :
    a. bila jarum bergerak berarti varco rusak.
    b. bila jarum tidak bergerak, varco baik
    10. a. hubungkan TEP loudspeaker dengan batrei memakai kabel
    b. pada sambungan (+) batrei seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspaker baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara"krek" maka loudspeaker rusak
    11. a putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutub + batrai, dan pen hitam pada kutub (-) batrai,
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai batrai yang diuji
    12. untuk mengetahuoi pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.dengan melakukan pengujian ini, maka dapat diketahui lokasi rangkaian yang mengalami gangguan atau kerusakan.

    BalasHapus
  43. sena 4/8b
    fikri a 20/8b

    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng
    2. Multimeter/ multitester/AVO meter, signal injector, osciloscop, solder listrik
    3. Tespen: mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    Solder listrik: menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    Sinyal injector: mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    Solder atraktor: menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB: Printed Circuit Board, berfungsi agar komponen komponen elektronika menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    Gunakan timah(tenol)yang bermutu tinggi atau baik
    Solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    Pematrian berikutnya komponen yang tidak panasnya solder
    6. Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri
    Setel jarum pada posisi 0 ohm pada sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan(adjusment)
    7. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ωx 1K
    Lakukan seperti gam,bar nomor 1
    1. Pen merah(+) pada kaki(-) katode(K)
    2. Pen hitam(-) pada kaki anode (A)
    3. Bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4. Bila jarum tidak bergerak diode rusak
    Lakukan seperti pada gambar nomor 2
    1. Pen merah(+) tempelkan pada anode(A)
    2. Pen hitam(-) tempelkan pada katode(K)
    3. Bila jarum bergerak diode rusak
    4. Bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. Putar saklar pemilih pada posisi Ωx 1K
    Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam(-) pada kaki (+) elco
    1. Bila jarum bergerak kekanan dan kembali kekiri seperti semula elco baik
    2. Bila jarum bergerak kekanan dan tidak kembali kekiri elco bocor(korsleting)
    3. Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus(rusak)
    9. Putar saklar pemilih pada posisi Ω x 1
    Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yg tepi scara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    1. Bila jarum bergerak berarti varco rusak
    2. Bila jarum tidak bergerak varco baik
    10. Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    Pada sambungan + baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    Bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker keadaan baik
    Bila loudspeaker tidak mengeleuarkan suara krek berarti loudspeaker rusak
    11. Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    Tempelkan pen merah pada kutub + baterai dan pen hitam pada kutub – baterai
    Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja

    BalasHapus
  44. Kurnia Puspaningrum 01/VIIIB
    Adhe Yulia Nugraheni 27/VIIIB
    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng.
    2. Multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik
    3. Fungsi :
    a) Tespen :mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b) Solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 Watt.
    c) Signal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d) Solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika.
    4. Printed Circuit Board.
    Fungsi PCB adalah untuk merapikan komponen-komponen elektronika yang semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan dan kerusakan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu ganggguan.
    5. Langkah-langkah menyolder :
    • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain.
    • Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder dengan menggunakan kain atau ampelas.
    • Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    • Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.
    6. Menguji tiap komponen pada IC
    1) Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri.
    2) Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment).
    7. Cara menguji dioda :
    a. Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    b. Lakukan seperti yang dibawah ini :
    1) Pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2) Pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3) Bila jarum bergerak ke kanan diode baik
    4) Bila jarum tidak bergerak diode rusak
    c. Lakukan seperti yang dibawah ini lagi :
    1) Pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2) Pen hitam (-) tempelkan pada katode (K)
    3) Bila jarum bergerak diode rusak
    4) Bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. Cara menguji elco :
    a. Sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco!
    1) Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula elco baik
    2) Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor (Korsleting)
    3) Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak)
    9. Cara menguji varco dengan AVOmeter :
    a. Putar sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. Hubungan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    1) Bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator korsleting)
    2) Bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. Cara menguji loudspeaker :
    a. Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung-putus
    c. Bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker keadaan baik
    d. Bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek” maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. Cara menguji baterai dengan AVOmeter :
    a. Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. Tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Tujuan pengujian grounding adalah untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  45. Refita Tri Yuliana (02/VIIIB)
    Dinda Lian Pratiwi (16/VIIIB)
    1. Jenis alat praktek tangan antara lain: tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Jenis alat praktek elektrik antara lain: multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. fungsi tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik. fungsi solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 sampai 40 watt.
    fungsi sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan .
    fungsi solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan pesawat elektronika.
    4. Kepanjangan PCB : Printed Circuit Board
    Fungsi PCB : sebagai papan rangkaian elektronika agar komponen-komponen elektronika itu menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. Langkah-langkah menyolder komponen pada PCB yaitu:
    • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    • Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    • Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    • Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. Cara menguji IC :
    1) Menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    2) Menguji diode dengan AVOmeter
    3) Menguji kondensator elektrolit dengan AVOmeter
    4) Menguji varco dengan AVOmeter
    5) Menguji loudspeaker dengan baterai
    6) Menguji sumber arus(baterai) dengan AVOmeter
    7) Menguji chasis atau PCB DENGAN avoMETER
    7. Cara menguji diode:
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    2) Hubungkan kabel merah pada bagian kaki katoda (K)
    3) Hubungkan kabel hitam pada bagian kaki anoda (A)
    4) Bila jarum bergerak jauh kekanan berarti keadaan diode dalam keadaan baik
    5) Bila jarum diam berarti diode rusak

    BalasHapus
  46. Lanjutan...
    Refita Tri Yuliana (02/VIIIB)
    Dinda Lian Pratiwi (16/VIIIB)
    8. Cara Menguji Elco:
    1) Sakelar pemilih pada multimeter pada posisi Ω x 1K
    2) Hubungkan kabel merah dan hitam pada multimeter, lalu setel jarum pada posisi nol
    3) Hubungkan kabel merah pada kaki negative
    4) Hubungkan kabel hitam pada kaki positif
    5) Bila jarum bergerak jauh kekanan dan kembali kekiri pada kedudukan semula berarti elco dalam keadaan baik
    6) Bila jarum bergerak kekanan dan tidak kembali kekiri berarti elco bocor
    7) Bila jarum tidak bergerak berarti elco putus atau rusak
    9. Cara menguji Varco dengan AVOmeter:
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    2) Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil poros varco diputar.
    3) Bila jarum bergerak berarti varco rusak
    4) Bila jarum tidak bergerak berarti varco baik
    10. Cara menguji Loudspeaker:
    1) Hubungkan tep speaker dengan baterai memakai kabel
    2) Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    3) Bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    4) Bila loudspeaker tida terdengar suara “krek” maka loudspeaker rusak
    11. Cara menguji baterai dengan AVOmeter:
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    2) Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    3) Tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-)baterai
    4) Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Tujuan pengujian grounding adalah untuk mengetahui pada bagin radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  47. Nama : mur muflihah putri w (07/VIIB)

    1. Jenis alat praktek tangan adalah tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng dan lain-lain.
    2. Jenis alat praktek elektrik adalah multimeter/ multitester/ AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dan lain-lain.
    3. Fungsi tespen adalah mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    Fungsi solder listrik adalah menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt.
    Fungsi signal injector adalah mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Fungsi solder atraktor adalah menghisap cairan timah patriwaktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/ pesawat elektronika.
    4. Kepanjangan dari PCB adalah Printed Circuit Board
    Fungsi PCB adalah merapikan komponen agar tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami gangguan.
    5. Langkah-langkah menyolder komponen pada PCB :
    • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    • Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    • Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    • Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. Cara menguji komponen IC :
    • Menguji alat ukur posisi nol sebelah ohm sebelah kanan atau kiri
    • Meguji dioda dengan AVO meter
    • Menguji kondensator elektrolit (ELCO) dengan avometer
    • Menguji Varco dengan AVOmeter
    • Menguji loudspeaker dengan baterai
    • Menguji sumber arus (baterai) dengan AVOmeter
    • Menguji Chasis/ PCB dengan AVOmeter
    • Menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    • Menguji grounding radio IC dengan AVOmeter

    BalasHapus
  48. nur muflihah putri w 07/VIIB

    Cara menguji Dioda :
    • Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    • Lakukan seperti gambar nomor 1
    a. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    b. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    c. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    d. bila jaruk tidak bergerak dioda rusak
    • Lakukan seperti gambar nomor 2
    a. pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    b. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    c. bila jarum bergerak dioda rusak
    d. bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. Cara menguji ELCO:
    • Sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    • Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    • Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. Cara menguji Varco dengan AVOmeter:
    • Putar sakelar pemilih pada posisi Ω x 1
    • Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, pen merah pada kaki varo yang tepi secara bergantian, sambil as/ poros varco diputar
    10. Cara menguji loudspeaker:
    • Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    • Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    • Bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker keadaan baik
    • Bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. Cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    • Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    • Setel jarum pada posisi ohm sebelah kiri
    • Tempelkan pen merah pada kutub + baterai, dan pen hitam pada kutub –
    • Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang di uji
    12. tujuan pengujian grounding pada radio IC
    • untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaiman mestinya

    BalasHapus
  49. Latifa Amalia (8F/12)
    Alliya Yusticia P.W (8F/30)

    1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  50. Daffa Raditasta (26/8F)
    Rosyta Zulfa (28/8F)

    1. Tang kombinasi , tang potong , tang lancip , soldier aptraktor , pinset , obeng , dll.
    2. Multimeter , signal injector , osciloscop , soldier listrik , dll.
    3. Tespen : Untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalansi atau sambungan listrik .
    Soldier listrik : untuk menyoldirkan kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena soldier untuk mencairkan timah patri (Tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt .
    Sinyal injector untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan .
    soldier atraktor untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika .
    4. PCB adalah papan rangkaian elektronika yang digunakan komponen-komponen elektronika itu menjadi rapi tdk semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami gangguan
    5. - pakailah soldier yang mempunyai daya 30-40 watt
    - ujung soldier harus selalu runcing dan bersih
    - bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di soldier
    - gunakan timah yang bermutu tinggi
    - soldierlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldier seperti resistor , kondensator , trafo IF , oscillator , Trafo IT , dan trafo OT .
    - pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya soldier seperti : IC , transistor , dioda .
    6. - menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    - menguji dioda dengan AVO meter
    - menguji kondensator elektrolit dengan AVO meter
    - menguji varco dengan AVO meter
    - menguji loudspeaker dengan batrai
    - menguji sumber arus baterai dengan AVO meter
    - menguji casis dengan AVO meter
    - menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    - menguji gronding radio IC dengan AVO meter

    BalasHapus
  51. MUCHTADHO D.A 05/VIIIF
    A.ABDUL AZIZ U.A 18/VIIIF
    1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  52. MAURIZKA VIERA C 8F 02
    VIVI DWI C 8F 20
    1. Alat praktek tangan: tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder altractor, pinset, obeng
    2. Alat praktek elektrik: multimeter, signal injector, osciloscop, solder llistrik
    3. Fungsi tespen: mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    Solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    Signal injector: mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    Solder atractor: menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. Kepanjangan: Printed Circuit Board
    Fungsi: untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila perawatan tsb mengalami suatu gangguan
    5. a. panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b. siapkan bahan untuk disolder
    c. lalu disolder
    6. a. stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8. a. saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c. hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9. a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b. hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10. a. hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  53. Maharani Prabuningrum (13 / 8f), Hanifah Istri Jauhari (27/ 8f)14 Mei 2012 23.26

    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng.
    2. Multimeter / multester / avometer, signal injector, osciloskop, solder listrik
    3. a. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    b. solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah di rakit pada PCB agar kuat kedudukanya
    c. sinyal injector : meyetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    d. solder atraktor : menghisap cairan patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB (Printed Circuit Board) berfungsi untuk menyusun komponen elktronika untuk sebuah rangkaian tertentu.
    5. 1) Pakailah solder yang mempunyai daya 30 - 40 watt
    2) Uji solder harus selalu runcing dan bersih
    3) Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    4) Gunakan timah yang bermutu tinggi
    5) Solderlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas dari solder
    6) Pematrian berikutnya komponen yg tdk tahan panas dengan solder
    6. 1) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur 0 sebelah kiri
    2) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. 1) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    2) Lakukan seperti gambar no. 1 (LKS pada hal. 46)
    3) Lakukan seperti gambar no. 2 (LKS pada hal. 46)
    8. 1) Sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    2) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    3) Hubungkan pen merah pada kaki elco dan pen hitam pada kaki elco
    9. 1) Putar sakelar pemilih pada posisi ohm x 1
    2) Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil As atau poros varco diputar
    10. 1) Hubungkan tep ludspeaker dengan baterai memakai kabel
    2) Pada sambungan (+) baterai seolah - olah ada gerakan hubung putus
    3) Bila loudspeaker mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker keadaan baik
    4) Bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara krek berarti loudspeaker keadaan buruk
    11. 1) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    2) Setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    3) Tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    4) Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yg di uji
    12. Untuk mengetahui pada bagian - bagian radio yg tdk dpt bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  54. Monica Mega P. S. (03/8F)
    Amalia Friska D. N. (25/8F)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset obeng
    2. mutimeter / multitester / AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik.
    3. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : menghisab cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan rakitan / perbaikan pesawat elektronika.
    4. PCB (Printed Circuit Hoard) adalah papan rangkaian elektronika, yang berfungsi : merapikan komponen komponen elektronika agar tidak semrawut, dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami gangguan.
    5. a. pakailah solder yang mempunyai daya 30 - 40 watt.
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi atau baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder seperti resistor, kondensator, trafo IF, oscilator, trafo IT dan trafo OT
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transistor, dioda.
    6. a. menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elco dengan AVO meter
    d. menguci Varco dengan AVO meter
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. menguji sumber arus baterai dengan AVO meter
    g. menguji chasis / PCB dengan AVO meter
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. menguji grounding radio IC dengan AVO meter.
    7. a. putar skalar pemilih pada posisi menunjuk ohm kali 1K
    b. lakukan seperti gambar no.1
    -pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    -pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    -bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    -bila jarum, tidak bergerak dioda rusak
    c. lakukan seperti gambar no.2
    -pen merah (+) ditempelkan pada anode (A)
    -pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    -bila jarum bergerak dioda rusak
    -bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih a\pada posisi ohm kali 1K
    b. setel jarum pada posisis nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm kali 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil AS atau poros dibuka.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara 'krek' berarti loudspeaker dalam kedadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara 'krek' maka loudspeaker rusak
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  55. 1. tang kombinasi, tang potong, tanglancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter, AVO meter, signal injector, osciloscop, selder listrik, dll
    3. a. fungsi tespen= mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi li8strik
    b. fungsi solder listrik= menyoldier kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    c. fungsi sinyal injector= mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. solder atraktor= menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB.
    4. Printed Circuid Board, berfungsi untuk memudahkan melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalamoi gangguan
    5. langkah menyoldier komponen dalam PCB:
    a. lihat skema gambar yang telah tersedia dan dibuat
    b. siapkan komponen yang akan di solder
    c. pakailah solder yang memiliki daya 30-40 watt
    d. ujung soldier haris selalu runcing dan bersih
    e. membersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    f. gunakan timah yang baik
    g. soldirlah dahulu komponen yang trahan terhadap panas
    h. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas
    6. cara menguji komponen IC
    a. menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    b. menguji dioda dengan AVO meter
    c. menguji kondensator elektrolit dengan AVO meter
    d. menguji VARCO dengan AVO meter
    e. menguji loudspeaker dengan baterai
    f. menguji sumber arus dengan AVO meter
    g. menguji PCB dengan AVO meter
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO Meter
    i. menguji grounding radio IC dengan AVO meter
    7. cara menguji Dioda
    a.putar skelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    b. pen merah pada kaki katode
    c. pen hitam pada kaki anode
    d bila jarum bergerak ke kanan maka dioda baik, sedangkan bila jarum tidak bergerak dioda rusajk.
    e. pen merah pada anoda
    f. pen hitam pada katopde
    g. bila jarum bergerak dioda rusk dan bila tidak bergerak dioda baik
    8. cara menguji ELCO
    a. sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan penmerah pada kaki negatif elco dan pen hitam pada kaki [positif elco
    9. Jelaskan cara menguji Varco dengan AVOmeter
    10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
    11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC

    BalasHapus
  56. Amelia Indria P. (06/VIIIF)
    Khalista Arkania (09/VIIIF)


    1.1. A. Tang Kombinasi
    B. Tang Potong
    C. Tang Lancip
    D. Solder Atraktor
    E. Pinset
    F. Obeng
    2. A. AVO meter
    B. Signal injector
    C. Oscilocop
    D. Solder Listrik
    3. A. Tespen berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    B. Solder Listrik berfungsi menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    C. Sinyal Injector berfungsi untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    D. Solder Atraktor berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB ( Printed Cicuit Board)
    PCB berfungsi melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan
    5. 1. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    2. Ujung solder harus runcing dan bersih
    3. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    4. Gunakan tenol yang bermutu baik
    5. Solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    6. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. 1. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup mengatur nol sebelah kiri
    2. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan
    7. 1. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    2. Lakukan seperti gmbr (1)
    3. lakukan seperti gmbr (2)
    8. 1. Sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    2. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    3. Hubungkan pen merah(+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. 1. Putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1
    2. Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil As/poros varco diputar
    10. 1. Hubungkanm tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    2. Pada sambungan (+) baterai seolah – olah ada gerakan hubungan putus
    3. Bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker keadaan baik
    4. Bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek”, maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. 1. Putar saklar pemilih pada posisi DCV
    2. Setel jarum pda posisi 0 ohm, sebelah kiri
    3. Tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai,dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    4. Jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. Untuk mengetahui bagian – bagian radio yang tidak dsapat bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  57. Aisyah Nur R. (01/8f)
    Enggar Bayu K. (16/8f)

    1. Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, soder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. Multimeter/multitester/AVOmeter, sinyal injector, osciloscop, solder listrik, dll
    3. Tes pen : Mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    Solder listrik : Untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCBagar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri dengan daya sebesar 30-40 watt
    Sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen yang mengalami kerusakan
    Solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB : Printed Circuit Board
    Fungsi : Agar komponen-komponen elektronika itu menjadi rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/ kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. A. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah yang bermutu tinggi atau baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    f. pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. A. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohm meter sebaelah kanan
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω X1K
    b. lakukan seperti gambar no.1
    c. lakukan seperti gambar no.2
    8. a. sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω X1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    9. a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω X1K
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “ krek” berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengan suara “ krek “ maka loudspeaker dalam keadaan rusak
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jaru pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besar nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat berkerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  58. nanda marita dewi retno bestari (04/8F)
    amalia lestari (11/8F)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter, signal enjector, osciloscop, solder listrik, dll
    3. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. Printed Circuit Board, tempat menyusun kompenen-kompenen agar tidak semrawut.
    5. Pakailah solder yang memiliki daya 30-40 watt
    Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    Gunakan timah yang bermutu tinggi
    solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder
    6. Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    stel jarum pada posisi 0 sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. pen merah (+) tempelkan pada anode A
    pen hitam pada (-) tempelkan pada katode
    bila jarum bergerak dioda rusak dan sebaliknya
    8. Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    hubungkan pen merah (+) pada kaki negativ elco dan pen hitam (-)_ pada kkaki positif elco
    9. Putar Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian sambil as varco diputar
    10. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    pada sambungan (+) berarti seolah ada gerakan hubungan putus
    bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker dalam keadaan baik dan sebaliknya
    11. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    tempelkan pen merah pada kutub + baterai dan pen hitam pada kutub - baterai
    jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat berkerja sebagai mana semestinya

    BalasHapus
  59. 1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  60. Daffa R (26/8F)
    Rosyta z (28/8F)

    7. a . putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b . lakukan seperti gambar nomor (1)
    1) pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2) pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3) bila jarum begerak ke kanan dioda baik , bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c . lakukan seperti gambar nomor (2)
    1) pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2) pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3) bila jarum bergerak dioda rusak , bila jarum tidak bergerak dioda baik .
    8. a . saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b . setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c . hubungkan pen merah(+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco!
    1) bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi kekiri seperti semula elco baik .
    2) bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi kekiri elco bocor
    3) bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus
    9 . a . putar saklar pemilih pada posisi Ω x 1
    b. hubungkan pen hitam pada kaki Varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian sambil poros varco diputar
    1) bila jarum bergerak berarti varco rusak
    2) bila jarum tdk bergerak varco baik
    10. a . hubungkan tape loudspeaker dengan batrai memakai kabel
    b . pada sambungan (+) batrai seolah2 ada gerakan hubungan putus
    c . loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik
    d . bila loudspeaker tdk terdengar suara krek maka loudspeaker rusak
    11 . a . putar saklar pemilih pada poisisi dcv
    b . setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) batrai dan pen hitam pada kutub (-) batrai
    d . jarum meter menunjukkan besarnya nilai batrai yang diuji
    12 . Untuk mengetahui hubungan kaki kom[ponen 1 dengan kaki komponen yang lain sudah baik atau belum .

    BalasHapus
  61. 1.tang kombinasi,tang potong tang lancip,pinset
    2.signal injector,solder listrik,multimeter
    3.taspen :mengatahui adanya instalasi pada listrik
    solder listrik: untuk menyolder komponen yang telah dirakit
    sinyal injector:mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: menghisap timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dlm kegiatan perakitan
    4.PCB :Printed Cicuit Board
    -fungsi :untuk merapikan komponen yang smrawut
    5.a.panaskan solder sampai menjadi cairan tinol
    b.siapkan bahan untuk disolder
    c.lalu disolder
    6.a.stel jarum pada posisi 0 ohm dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    b.stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jaruim sebalah kanan adjustment
    7. a. putar sakral pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1k
    b.penmerah tempelkan pada anode dan pen hitam, tempelkan pada katode
    8.a.saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b. stel jarum pada posisi 0 ohm sbelah ikanan dan kiri
    c.hubungkan penmerah pada posisi pen merah pada positif pada kaki negatif
    9.a.putar saklat pada posisi ohm x 1k
    b.hubungkan pen hitam pada posisi varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian as/poros varco diputar
    10.hubungkan tap lospeaker dengan batrai memakai kabel
    b. pada sambungan (+)ada gerakan sambungan putus
    c. bila lospeaker mengelurkan suara krek berarti lospeaker dlm keadan baik
    11.putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b.stel jarum pada posisi 0 sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutup (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetahui pada bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya

    BalasHapus
  62. Evianita I.M (11/8D) & Tita I.M (13/8D)15 Mei 2012 01.34

    Evianita Ika M (11 / VIII D)
    Tita Izatul M (13 / VIII D)

    1. Jenis alat praktek tangan :
    tang kombinasi, tang potong , tang lancip, solder atraktor,pinset, obeng.

    2. Jenis alat praktek elektrik :
    multimeter / multitester / AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik,

    3.tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB , dalam kegiatan perakitan atau perbaikan / pesawat elektronika

    4.kepanjangan PCB adalah printed circuit board, fungsinya menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.

    5.a.Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain.
    Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    b.Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    c.Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    d.Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). e.Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.

    6.a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω × 1
    b. hubungkan pen merah dan hitam pada titik - titik / kaki komponen pada PCB yang ada aliran arus listriknya
    c. pada AVO meter kiri jarum tidak bergerak , berarti pada jalur C13 kaki (-) dengan kaki IC nomor 5 terjadi putus tidak berhubungan / hubungan terbuka
    d. pada AVO meter yang kanan jarum meter bergerak ke kanan, berarti kaki tengah varco dengan kaki collector transistor 2 ada hubungan baik / terbentuk hubungan tertutup.

    7. langkah-langkah pengujian dioda menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
    1. Putarlah saklar pada Ohm, misalkan R x 1K
    2. Tempelkanlah pencolok yang merah pada terminal atau kaki katoda (+) dan pencolok yang hitam pada anoda (-) dioda
    3. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti baik, namun bila diam saja itu berarti putus atau rusak
    4. Kemudian selanjutnya pencolok yang hitam ditempelkan pada kaki katoda (+) dan pencolok yang merah ditempelkan pdai kaki anoda (-). Bila jarum multimeter diam itu berarti baik namun jika bergerak itu berarti bocor

    BalasHapus
  63. Evianita I.M (11/8D) & Tita I.M (13/8D)15 Mei 2012 01.36

    Evianita Ika M (11/8D)
    Tita Izatul M (13/8D)


    8.menguji kondensator elco dengan avometer :
    a.sakelar pemilih pada posisi Ω × 1K
    b.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c.hubungkan pen merah (+)pada kaki (-) elco dan pen hitam (-)pada kaki (+) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali ke kiri , elco bocor (korsleting)
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali , elco putus / rusak

    9.cara menguji varco dangan avometer:
    a. putar sakelar pemilih pada posisi Ω × 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah , dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    1. Bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator korsleting)
    2. Bila jarum tidak bergerak maka varco baik

    10. Cara menguji loudspeaker dengan baterai:
    a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah - olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker dalam keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara "krek ", maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)

    11. cara menguji baterai dengan AVO meter :
    a.putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c.tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai , dan pen hitam pada kutub (-) baterai.
    d.jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang di uji.

    12.tujuan pengujian grounding pada radio IC adalah untuk mengetahui pada bagian - bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  64. Muh. Dhea F. (9/VIII E)
    Edo Muh. Nashirudin L. (18/VIII E)

    Jawab :
    1. Alat praktek tangan atara lain
    Pinset, solder atraktor, obeng,tang potong, tang lancip, dan tang kombinasi.

    2. Alat praktik elektrik antara lain :
    AVOmeter, signal injector, solder listrik, osciloscop.

    3. a. fungs tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b. fungsi solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya besar 30-40 watt.
    c.fungsi sinyal injector : mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. fungsi solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB.

    4. PCB (Printed Circuit Board) berfungsi sebagai tempat meletakkannya komponen - komponen listrik untuk menjadi sebuah rangkaian, yg tlah tertata rapi dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebt mengalami gangguan.

    5. langkah-langkah menyoldir komponen pada PCB :
    a) Pakailah solder yg mempunyai daya 30-40 watt
    b) Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c) Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    d) Gunakan timah(tenol) yang bermutu tinggi/ baik
    e) Soldirlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas dari soldir, sprt resistor, kondensator, trafo IF, oscillator, trafo IT, dan trafo OT
    f) Pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder, sprt IC, transistor, dan dioda.

    6. Cara menguji komponen radio IC
    Menguji alat ukur posisi nol ohm seblah kanan / kiri
    1) Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri.
    2) Stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjustment).

    7. Cara menguji dioda menggunakan AVOmeter :
    a) Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    b)-Pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    -Pen hitam (-) pada kaki (+) anode (A)
    -Bila jarum bergerak kekanan dioda baik
    -Bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    C)-Pen merah (+) pada kaki (+) anode (A)
    -Pen hitam (-) pada kaki (-) katode (K)
    -Bila jarum bergerak dioda rusak
    -Bila jarum tidak bergerak dioda baik

    8. Cara menguji elco dng AVOmeter
    1) Sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    2) Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    3) Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco.
    4)-Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik.
    -Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor (korsleting).
    -Bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak).

    9. Cara menguji Varco dng AVOmeter
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi ohm x 1
    2) Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi scr bergantian, sambil as/ poros varco diputar.
    3)-Bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator korsleting)
    -Bila jarum tidak bergerak varco baik.

    10. Cara menguju loudspeaker dengan baterai :
    1) Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    2) Pada sambungan (+) baterai seolah - olah ada gerakan hubung putus
    3) Bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker dlm keadaan baik
    4) Bila loudspeaker tidak terdengar suara, maka rusak

    11. Cara menguju baterai dg AVO meter
    1) Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    2) Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    3) Tempelka pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    4) Jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yg diuji

    12. Tujuan pengujian grounding pada radio IC adalah untuk mengetahui pada bagian - bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  65. Adhitya (07/VIIID) Hanif (09/VIIID)15 Mei 2012 03.41

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder aktraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter, signal injektor, osciloscop, solder listrik, dll
    3. tespen = mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi
    solder listrik = untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB
    sinyal injector = untuk mengetahui hubungan komponen/ rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor = untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB = Printed Circuit Board
    fungsi PCB = merapikan komponen-komponen elektronika agar tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan/ kerusakan bila peralatan tsb. mengalami suatu gangguan
    5. 1) pakailah solder yang mempunyai daya 30-40wat
    2) ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    3) Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum di solder
    4)gunakan timah yang bermutu tinggi
    5) solderlah terlebih dahulu komponen yg tahan terhadap panas dari solder
    6) pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder
    6. 1) Menguji alat ukur posisi nol ohm sebekah kanan atau kiri
    2) Menguji diode dengan AVO meter
    3)Menguji Kondensator Elco dengan avometer
    4)Menguji Varco dengan Avometer
    5)Menguji loudspeakers dengan Avometer
    6)Menguji sumber arus( baterei) dengan Avometer
    7)Menguji Chasis/PCB dengan AVOmeter
    8)Menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVOmeter
    9) Menguji grounding radio IC dengan AVOmeter
    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ωx1K
    b. 1) Pen merah tempelkan pada kaki Katode
    2) Pen hitam tempelkan pada kaki Anode
    3)Bila jarum bergerak ke kanan ,diode baik
    4) Bila jarum tidak bergerak maka diode rusak
    c.1)pen merah tempelkan pada Anode
    2)Pen hitam tempelkan pada Katode
    3)Bila jarum bergerak maka diode rusak
    4)Bila jarum tidak bergerak maka diode baik
    8.a sakelar pemilih pada posisi Ωx1K
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah pada kaki (-) elco dan pen hitam pada kaki (+) elco
    (1)Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    (2)Bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor
    (3) Bila jarum tidak bergerak maka elco rusak
    9.a. putar sakelar pada posisi Ωx1
    b. Hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yng tepi secara bergantian, sambil as/ poros varco diputar
    (1) jarum bergerak berarti varco rusak
    (2)jarum tdk bergerak berarti varco baik
    10.a. Hubungkan tep loudspeaker dg baterai memakai kabel
    b. Pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c.Bila loudspeaker mengeluarkan suara krek, berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara krek maka loudspeaker rusak
    11.a. Putar sakelar pamilih pada posisi DCV
    b. stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelka pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji
    12.untuk mengetauhi pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  66. 1. tang kombinasi,tang potong,tang lancip,solder atraktor,pinset,obeng dll
    2. Multimeter,osciloscop,soloder listrik,signal injecktor
    3. -tespen= berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    -solder listrik=berfugsi untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukanya
    -sinyal injecktor=untuk mengetahui hubnugan komponen / rangkaian yg mengalami kerusakan
    -solder atraktor=berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB=printed circuit board, sebagai papan untuk membantu merakit komponen elektronika
    5. a.pakailah solder yg mempunyai daya 30-40 watt
    b.ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki kompone dari korosi sebelum di solder
    d.gunakan timah yg bermutu tinggi
    e.solder lah terlebih dahulu komponen ygh tahan terhadap panas dari solder
    f.pematrian berikutnya komponen yg tdk tahan panasnya solder
    6. a.putar saklar pemilih pada posisi ohm x1
    b.hubungkan pen merah dan hitam pada titik2/kaki komponen pada PCB yg ada aliran arus listriknya
    c.pada AVO meter kiri jarum tdk beregerak,berarti pada jalur c13 kaki(-) dg kaki IC no 5 terjadi putus tdk berhubungan/hubungan terbuka.
    d. pada AVO meter yg kanan jarum meter bergerak kekanan, berarti kaki tenagh varco dg kaki kolektor transistor 2 ada hubungan baik/terbentuk hubungan
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk 1K ohm
    b.(1) pen merah(+) pada kaki (-) katode(K)
    (2)pen hitam(-)pada kaki anode(A)
    (3)bila jarum bergerak kekanan dioda baik,bila jarum tdk bergerak dioda rusak
    c.(1) pen merah(+) pada anode(A)
    (2)pen hitam(-)pada kaki katode(K)
    (3) Bila jarum bergerak dioda rusak,bila jarum tdk bergerak dioda baik
    8. a.saklar pemilih pada posisi 1K Ohm
    b.setel jarum pada posisi 0 Ohm sebelah kanan dan kiri
    c.hubungkan pen merah(+) pada kaki(-) Elco dan pen hitam(-)pada kaki(+) elco
    1) bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    2) bila jarum bergerak kekanan dan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor
    3) bila jarumtidak bergerak sama sekali elco putus
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi 1 ohm
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as varco diputar
    1) bila jarum bergerak berarti varco rusak
    2) bila jarum tidak bergerak, varco baik
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker rusak
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohmsebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. tujuannya untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  67. Fadly Fauzan A. (19/8F)
    Anas Abrori (21/8F)

    1. tang kombinasi,tang potong,tang lancip,solder atraktor,pinset,obeng dll
    2. Multimeter,osciloscop,soloder listrik,signal injecktor
    3. -tespen= berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    -solder listrik=berfugsi untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukanya
    -sinyal injecktor=untuk mengetahui hubnugan komponen / rangkaian yg mengalami kerusakan
    -solder atraktor=berfungsi untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB=printed circuit board, sebagai papan untuk membantu merakit komponen elektronika
    5. a.pakailah solder yg mempunyai daya 30-40 watt
    b.ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki kompone dari korosi sebelum di solder
    d.gunakan timah yg bermutu tinggi
    e.solder lah terlebih dahulu komponen ygh tahan terhadap panas dari solder
    f.pematrian berikutnya komponen yg tdk tahan panasnya solder
    6. a.putar saklar pemilih pada posisi ohm x1
    b.hubungkan pen merah dan hitam pada titik2/kaki komponen pada PCB yg ada aliran arus listriknya
    c.pada AVO meter kiri jarum tdk beregerak,berarti pada jalur c13 kaki(-) dg kaki IC no 5 terjadi putus tdk berhubungan/hubungan terbuka.
    d. pada AVO meter yg kanan jarum meter bergerak kekanan, berarti kaki tenagh varco dg kaki kolektor transistor 2 ada hubungan baik/terbentuk hubungan
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk 1K ohm
    b.(1) pen merah(+) pada kaki (-) katode(K)
    (2)pen hitam(-)pada kaki anode(A)
    (3)bila jarum bergerak kekanan dioda baik,bila jarum tdk bergerak dioda rusak
    c.(1) pen merah(+) pada anode(A)
    (2)pen hitam(-)pada kaki katode(K)
    (3) Bila jarum bergerak dioda rusak,bila jarum tdk bergerak dioda baik
    8. a.saklar pemilih pada posisi 1K Ohm
    b.setel jarum pada posisi 0 Ohm sebelah kanan dan kiri
    c.hubungkan pen merah(+) pada kaki(-) Elco dan pen hitam(-)pada kaki(+) elco
    1) bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    2) bila jarum bergerak kekanan dan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor
    3) bila jarumtidak bergerak sama sekali elco putus
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi 1 ohm
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as varco diputar
    1) bila jarum bergerak berarti varco rusak
    2) bila jarum tidak bergerak, varco baik
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker baik
    d. bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker rusak
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohmsebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. tujuannya untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  68. http://www.ziddu.com/download/19395397/Tugasrudytito.rar.html

    RUDY WIJANARKO (VIIIA/13)
    TITO NUR KHOLIS (VIIIA/14)

    BalasHapus
  69. NAMA: -Herawati Nur Syafiah (28A)
    -Dinar Wukirsari (27A)
    1. Tang kombinasi, tang potong , tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. Multimeter/ multitester/AVO meter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll.
    3. -tes pen: mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/ sambungan listrik.
    -solder listrik: menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt.
    -sinyal injector: mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    -solder atraktor: menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan / perbaikan / pesawat elektronika.
    4. -PCB kepenjangan dari: printed circuit board.
    -fungsi PCB: untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. -Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB.
    -Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    -Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    -Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
    6. a. menguji alat ukur posisi 0 ohm sebelah kanan atau kiri.
    b. menguji diode dengan avometer.
    c. menguji kondensator elektrolit atau ELCO dengan avometer.
    d. menguji varco dengan avometer.
    e. menguji loudspeaker dengan baterai.
    f. menguji sumber arus atau baterai dan avometer.
    g. menguji chasis atau PCB dengan avometer

    BalasHapus
  70. NAMA: -Herawati Nur Syafiah (28A)
    -Dinar Wukirsari (27A)
    h. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan avometer.
    i. menguji grounding radio IC dengan avometer.
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K.
    b.1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K).
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A).
    3. bla jarum bergerak ke kanan diode baik.
    4. bila jarum tidak bergerak diode rusak.
    c. 1. Pen mera(+) tempelkan pada anode (A).
    2. pen hitam (-) pada tempelkan pada katode (K).
    3. bila jarum bergerak diode rusak.
    4. bila jarum tidak bergerak diode baik.
    8. a. saklar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) dalam kaki (+) elco!
    - bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula, elco baik.
    - bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor (korsleting).
    - bila jaum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak).
    9. a. putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1.
    b. hbugkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/ poros varco diputar.
    -bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator korsleting).
    - bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+) baterai seolah olah ada gerakan hubung putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker dalam keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek” , maka loudspeaker rusak.
    11. a. putar saklar pemilih pada posisi DCV.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri.
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai.
    D. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. tujuan pengujian grounding adalah untuk mengetahui pada bagian bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  71. 1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/ multitester/ AVOmeter, signal injector, osciloscop, slfer listrik, dll.
    3. a. tespen : untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    b. solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya.
    c. signal injector : untuk engetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    d. solder atraktor : untuk menghisap cairan timh patri waktu melapas kai komponen dari PCB, dalam kegiatan peraitan atau perbaikan/ pesawat elektronika.
    4. PCB : Printed Circuit Board
    fungsinya : menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.
    5. a. pakai solder yang mempunya daya 30 - 40 watt
    b. ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi/ baik
    e. soldirah terlebih dahulu komonrn yang tahan terhadap panas dari soder
    pemetrian berikutnya komponen yang tidk tahan panasnya solder
    6. a. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nl sebelah kiri.
    b. setel jarum pafa posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjustment).
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menujuk ohm x 1 K.
    b. 1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (K).
    2. pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik.
    4. bila jarum tidk bergerak dioda rusak.
    c. 1. pen merah (+) tempelkan pada anoda (A).
    2. pen hitam (-) tempelkan pada katoda (K).
    3. bila jarum bergerak dioda rusak.
    4. bila jarum tidak bergerak dioda baik.
    8. a. sakelar pemilih pada posisi ohm x 1 K
    b. setel jarum pada posisi 0 hm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco!
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kir seerti semula, elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor, (korsleting)
    3. bila jarum tidak bergerk sama selaki elco putus atau rusak
    9. a. putar sakelar pemilih pada posisi ohm x 1
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as atau poros varco diputar.
    1. bila jarum bergerak bararti varco rusak (bagian rotr dan stator korsleting)
    2. bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambugan (+) baterai selah-olah ada gerakan hubung putus.
    c. bila loudspeakaer mengeluarkan suara "krek' berarti loudspeaker keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara "krek" maka loudspeaker rusa (putus spoelnya)
    11. a. putar sakear pemilih pada posisi DCV.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebeah kiri.
    c tempelan pen merah pada kutub (+) baterai dan pen hitam pada kutub (-) baterai.
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. untuk mengetahu pada bagian-bagian rao yang tidak dapat bekeja sebagaimana mestinya.

    HAFIIZHOH HANAFIA (25/ 8E)
    LAINUN ISYRAQI K (26/ 8E)

    BalasHapus
  72. . Sebutkan jenis alat praktek tangan
    2. Sebutkan jenis alat praktek elektrik
    3. Sebutkan fungsi tespen, solder listrik, sinyal injector, solder atraktor
    4. Apa Kepanjangan dari PCB dan fungsi dari PCB
    5. Jelaskan langkah-langkah menyolder komponen pada PCB
    6. Jelaskan cara menguji komponen IC
    7. Jelaskan cara menguji Dioda
    8. Jelaskan cara menguji ELCO
    9. Jelaskan cara menguji Varco dengan AVOmeter
    10. Jelaskan cara menguji loudspeaker
    11. Jelaskan cara menguji Baterai dengan AVOmeter12. Sebutkan tujuan pengujian grounding pada radio IC


    Nama : Syaifullah Ibnu M (10/8F)
    : Indra Wirawan Adhi Kusuma (29/8F)

    1. Contoh : tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. Multimeter, AVOmeter, signal injector, osciloscop, solder listrik, dll
    3. Tespen :berfungsi mengetahui ada tidaknya muatan listrik
    solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukkannya
    sinyal injector:untuk mengetahui hubungan komponen/rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor: untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB : Printed Circuit Board
    Fungsi :untuk memepermudah melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. a. Menyiapkan sumua bahan yang akan disoldier.
    b. Menyiapkan soldier yang mempunyai daya 30-40 watt.
    c. Memilih ujung soldier yang runcing dan bersih.
    d. Soldierlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas
    e. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panas.
    6. a. Menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri.
    b. Menguji diode dengan AVOmeter.
    c. Menguji kondensator elektrolit menggunakan AVOmeter.
    d. Menguji varco dengan AVOmeter
    e. Menguji loudspeaker dengan baterai.
    f. Menguji baterai dengan AVOmeter
    g. Menguji PCB dengan AVOmeter
    h. Menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVOmeter.
    i. Menguji grounding radio icdengan AVOmeter.
    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ῼx 1K
    b. Pen merah pada kaki katode.
    c. pen hitam pada kaki anode.
    d. bila jarum bergerak ke kanan diode baik, sebaliknya bila jarum tidak bergerak diode rusak
    e. pen merah tempelkan pada anode
    f. pen hitam tampelkan pada katode.
    g. bila jarumbergerak berarti diode rusak, sebaliknya bila jarum tidak bergerak diode baik.
    8. a. sakelar pemilih pada posisi ῼx 1K.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm pada posisi kiri dan kanan.
    c. hubungkan pen merah pada kaki elco dan pen hitam pada kaki elco.
    d. bila jarum ke kanan dan kembali elco baik.
    e. bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali, elco bocor(korsleting)
    f. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco rusak.
    9. a. putar sakelar pemilih pada posisi ῼx 1K.
    b. hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco
    secara bergantian.
    10. a. hubungkan tep loudspeaker dngan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubungan putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara’krek’ berarti loudspeaker keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara’krek’ berarti loudsoeaker rusak.
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri.
    c. tempelkan pen merah pada kutub(+)baterai dan pen hitam pada kutub(-) baterai.
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. tujuan : adalah untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  73. AULIA R 12/8E & YUKI C 13/8E

    1. tang potong, tang lancip, tang kombinasi, solder atraktor, pinset, obeng, dll
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, oscilascop, solder listrik, dll
    3. tespen, metahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    solder listrik, menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri dengan daya sebesar 30-40 watt
    sinyal injector, mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor, menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika.
    4. PCB> Printed Circuit Board
    komponen elektronika menjadi rapi tdk semrawut mudah dilacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. pakailah solder yg mempunyai daya 30-40 watt, ujung solder harus selalu runcing dan bersih, bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder, gunakan timah yg bermutu tinggi, soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder seperti resistor kondensator trafo IF dll, pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder seperti IC transistor dan diode.
    6. 1. Menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan atau kiri
    2. menguji diode dengan AVOmeter
    3. menguji kondensator elektrolit dengan avometer
    4. menguji varco dengan avometer
    5. menguji loudspeaker dengan baterai
    6. menguji sumber arus dengan avometer
    7. menguji PCB dengan avometer
    8. menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan avometer
    9. menguji grounding radio Ic dengan avometer
    7. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K, lakukan seperti gambar diatas yg menunjukkan –pen merah pada kaki katode –pen hitam pada kaki anode –bila jarum bergerak ke kanan diode baik –bila jarum tdk bergerak diode rusak, lakukan pada gambar diatas yg menunjukkan –pen merah tempelkan pada anode –pen hitam tempelkan pada katode –bila jarum bergerak diode rusak –bila jarum tidak bergerak diode baik
    8. sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K, setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri, hubungkan pen merah pada kaki elco dan pen hitam pada kaki elco
    9. putar sakelar pemilih dengan posisi ohm x 1, hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yg tengah dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian sambil as/poros varco diputar.
    10. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel, pada sambungan baterai seolaholah ada gerakan hubungan putus, bila loudspeaker mengeluarkan bunyi krek berarti loaudspeaker keadaan baik, bila loudspeaker tidak mengeluarkan suara krek maka loudspeaker rusak
    11. putar sakelar pemilih pada posisi DCV, setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri, tempelkan pen merah pada kutub positif baterai dan pen hitam pada kutub negative baterai, jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji
    12. tujuan untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yg tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya

    BalasHapus
  74. Dara & Tiyas15 Mei 2012 22.03

    Gustaria Dara A (06/8E)
    Septiana C (17/8E)

    1. tang kombinasi,tang potong, tang lancip,solder atraktor, pinset, obeng.
    2. multimeter/multiteste/AVOmeter,signal injector, osciloscop, solder listrik.
    3. tespen: mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    solder listrik: untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt.
    sinyal injector: untukmengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    solder atraktor: untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB, dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/pesawat elektronika.
    4. PCB: Printed Circuit Board
    fungsi: komponen-komponen elektroknika menjadi rapi, tidak semrawut, dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. - pakailah soldier yang mempunyai daya 30-40watt.
    - ujung soldier harus selalu runcing dan bersih.
    - bersihkan kak komponen dari korosi sebelum disoldir.
    - gunakan timah (tenol) yang bermutu tinggi atau baik.
    - soldierlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldier.
    - pematrian berikutnya pada komponen yang tidak tahan panas.
    6. - menguji alat ukur posisi nol ohm sebelah kanan/kiri
    - menguji dioda dengan AVOmeter
    - menguji kondensator elektrolit (ELCO) dengan AVOmeter
    - menguji varco dengan AVOmeter
    - menguji loudspaker dengan baterai
    - menguji sumber arus (baterai)
    7. - putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk ohm x 1K
    - lakukan :
    (1). pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    (2) pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    (3) bila jarum bergerak ke kanan dioda baik.
    (4) bila jarum tidak bergerak dioda rusak.
    -lakukan:
    (1) pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    (2) pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    (3) bila jarum bergerak dioda rusak
    (4) bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. - sakelar pemilih pada posisi ohm x 1K
    - setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    - hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco!
    a) bila jarum bergerak ke kanan dan embali lagi ke kiri seperti semula, elco baik
    b) bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri, elco bocor (konsleting)
    c) bila jarum tidak bergerak sama sekali, elco putur (rusak)
    9. - putar sakelah pada pemilih pada posisi ohm x 1K
    - hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    a) bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konsleting)
    b)bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. - hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    - pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    - bila loudspeaker tidak terdengar suara"krek", maka louspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. - putar sakela pemilih pada posisi DCV
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri.
    - tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-)baterai.
    - jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yng diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  75. Sunu Ariasmara (25 / 8c)
    Yoga Budi K (15 / 8c)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2. multimeter/multitester/AVOmeter, signal injector, osciloscop,solder listrik, dll
    3. tespen : berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    solder listrik : berfungsi untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada pcb agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30 - 40 watt
    sinyal injector : berguna untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder altraktor : berguna untuk menghisap tenol waktu melepas kaki komponen dari pcb

    4. Printed Circuid Board
    berfungsi agar membuat komponen elektronika lebih rapi dan mempermudah untuk melacak kerusakan.

    5. a. pakailah solder yg mempunyai daya 30 - 40 watt
    b. ujung solderharus selalu runcing dan bersih
    c. bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder.
    d. gunakan tenol yg bermutu tinggi & baik
    e. solderlah terlebih dahulu komponen yg terhadap panas dari solder, seperti resistor
    f. pematrian berikutnya komponen yg tidak tahan panasnya solder seperti IC
    6. a. stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setalah jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan
    7. a. putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1k
    b. 1. pen merah (+) pada kaki (-) katode (k)
    8. a. sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki(-) elco dan pen hitam(-) pada kaki (+)elco!
    9. a.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur nol sebelah kiri.
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohm meter sebelah kanan (adjusment).
    10. a. hubungkan tape loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b. pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara "krek",maka loudspeaker rusak(putus spulnya).
    11. a. putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri.
    c. tempelkan pen merah pada kutub(+)baterai,dan pen hitam pada kutub(-)baterai
    d. jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.
    12. untuk menegtahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  76. ALDINA SHIENA FERNANDA 22/ VIII B
    KHOIRUNNISA HASNA N.Y 24/ VIII B
    1.Tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng, dll.
    2.Multimeter/multitester/AVOmeter, sinyal injector, osciloscop, solder listrik, dl.
    3.Tespen = untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/ sambungan listrik.
    Solder listrik = untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya karena solder untuk mencairkan timah patri (tenol) dengan daya sebesar 30-40 watt.
    Sinyal injector = untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan.
    Solder atraktor = untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB dalam kegiatan perakitan atau perbaikan/ pesawat elektronika.
    4.PCB=Printed Cicuit Board
    Fungsi PCB = untuk merapikan komponen komponen elktronika agar tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5.A) Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB
    B) Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
    C) Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
    D) Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Janganmemasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang lainnya).
    6.cara menguji komponen IC

    a) setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol seblah kiri
    b) setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar ‘’knop’’ pengatur jarum ohm meter sebelah kanan .
    7.cara menguji dioda dengan AVOmeter :
    a). putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ωx1K
    b). lakukan seprti gambar no 1
    (1) pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    (2) pen hitam (-) pada kaki anode (A)
    (3)jika jarum bergerak ke kanan dioda baik
    (4) bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c) lakukan seperti nomer (2)
    (1) pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    (2) pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3) bila jarum bergerak dioda rusak
    4) bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. cara menguji ELCO
    a) sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K.
    b) setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c)hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco!
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri seperti semula ,elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan tidak kembali lagi ke kiri,elco bocor (korsleting)
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak)


    9. cara menguji Varco dengan AVOmeter
    a) putar sakelar pada posisi Ω x1
    b) hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah ,dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian ,sambil as /poros varco diputar.
    1. bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator korsleting)
    2. bila jarum tidak bergerak ,varco baik
    10. cara menguji loudspeaker
    a) hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b) pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    c) bila loudspeaker menegluarkan suara “krek “ berarti loudspeaker keadaan baik
    d) bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek” berarti loudspeaker rusak (putus spoelnya )
    11. cara menguji Baterai dengan AVOmeter
    a) putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b) setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c) tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai ,dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d) jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang di uji
    12. tujuan pengujian grounding pada radio IC adalah untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  77. nama : dika adityas p (11/8a)
    nurul fatma (29/8a)



    1. tang kombinasi, tan potong tang lancip, solder atraktor, pinset, obeng ,dll
    2. multimeter /multitester/AVO meter ,signalinjector, osciloscop,solder listrik DLL
    3. tespen : mangetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik.
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat.
    sinyal injector : untuk mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB
    4. PCB (printed circuit board)
    Fungsi: merapikan komponen-komponen elektronika agar tidak semrawot dan dapat juga untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan.
    5. a.)Gunakan solder yang mempunyai daya 30-40.
    b) Ujung solder harus selalu bersih dan runcing.
    c.) bersihkan kaki komponen korosi sebelum di solder.
    d.)Gunakan tenol yang bermutu tinggi.
    e.) Soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan panas dari solder, seperti resistor,kondensator,trafo IF, oscillator, trafo IT , dan trafo OT.
    f.) pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder seperti IC, transistor, dan dioda.

    6. a) stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri (no.1)
    b) setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kenan dengan cara memutar ”knop” pengatur jarum ohmmeter sebelah kanen nomor 2.
    7.a. putarlah saklar pada ohm , misalkan Rx1K
    b. Tempelkan pencilok yang merah pada kaki katoda (+) dan pencolok yang hitam pada anoda (-)
    c. bala jarum multimeter bergerak hal itu berarti baik, namun bila diam itu berarti putus atau rusak.
    d. kemudian selanjutnya pencolok yang hitam ditempelkan pada kaki katode (+) dan pencolok nya yang merah ditempelkan pada kaki anoda (-), bila jarum diam itu berarti baik , bila jarum bergerak itu berarti bocor.
    8. a) sakelar pemilihpada posisi ohm x 1
    b) stel jarumpada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri.
    c) hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (-) elco !
    9.` a) putar saklar pemilih pada posisi ohm x 1k
    b) hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah , dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bargantian , sambilas/ poros varco diputar
    10. a) hubungkan loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    b) pada sambunagn (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubungan putus
    c) bila loudspeaker mengluarkan suara ”krek” berarti loudspeaker keadaan baik.
    d) bila loudspeaker tidak berbunyi , maka loudspeaker rusak.
    11. a) putar sakalar pemilih pada posisi DCV
    b) stel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c) tempelkanpen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai

    12. mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya.

    BalasHapus
  78. Lathifah NAR (02/VIIIE)
    Kunti S (07/VIIIE)


    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset , obeng .
    2. multimeter / multitester /avometer,signal injector,osciloscop,solder listrik
    3. tespen : untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB
    signal injector : untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB,dalam kegiatan perakitan / perbaikan pesawat elektronika
    4. PCB ( Printed Circuit Board )
    fungsi : menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.
    5. langkah-langkah menyolder komponen :
    -siapkan solder
    -Pegang besi solder seperti pena, dekat pangkal gagang.
    -Sentuh solder ke titik kaki komponen yang akan disolder.
    -Pastikan menyentuh kedua kaki komponen dan PCB.
    -Pegang ujung sana selama beberapa detik dan
    -Berikan tenol sedikit ke solder sedikit ke PCB.
    -Tenol harus mengalir lancar ke PCB dan kaki komponen untuk membentuk bentuk gunung berapi seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
    -Biarkan bersama beberapa detik untuk dingin sebelum Anda memindahkan papan PCB.
    -Periksa hasilnya sudah benar erat atau belum.
    6. a.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. 1.pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki (+) anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c.1.pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak
    4. bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri,elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri elco bocor (konsleting)
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak)

    9. - putar sakelah pada pemilih pada posisi ohm x 1K
    - hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    a) bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konsleting)
    b)bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. - hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    - pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    - bila loudspeaker tidak terdengar suara"krek", maka louspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. - putar sakela pemilih pada posisi DCV
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri.
    - tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-)baterai.
    - jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yng diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  79. Deissa A W (16/VIIIE)
    Nareswari N S (22/VIIIE)

    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset , obeng .
    2. multimeter / multitester /avometer,signal injector,osciloscop,solder listrik
    3. tespen : untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB
    signal injector : untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB,dalam kegiatan perakitan / perbaikan pesawat elektronika
    4. PCB ( Printed Circuit Board )
    fungsi : menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.
    5. langkah-langkah menyolder komponen :
    -siapkan solder
    -Pegang besi solder seperti pena, dekat pangkal gagang.
    -Sentuh solder ke titik kaki komponen yang akan disolder.
    -Pastikan menyentuh kedua kaki komponen dan PCB.
    -Pegang ujung sana selama beberapa detik dan
    -Berikan tenol sedikit ke solder sedikit ke PCB.
    -Tenol harus mengalir lancar ke PCB dan kaki komponen untuk membentuk bentuk gunung berapi seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
    -Biarkan bersama beberapa detik untuk dingin sebelum Anda memindahkan papan PCB.
    -Periksa hasilnya sudah benar erat atau belum.
    6. a.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. 1.pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki (+) anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c.1.pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak
    4. bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri,elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri elco bocor (konsleting)
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak)

    9. - putar sakelah pada pemilih pada posisi ohm x 1K
    - hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    a) bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konsleting)
    b)bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. - hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    - pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    - bila loudspeaker tidak terdengar suara"krek", maka louspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. - putar sakela pemilih pada posisi DCV
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri.
    - tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-)baterai.
    - jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yng diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  80. Akmalia K (20/VIIIE)
    Gigih YS (21/VIIIE)


    1. tang kombinasi, tang potong, tang lancip, solder atraktor, pinset , obeng .
    2. multimeter / multitester /avometer,signal injector,osciloscop,solder listrik
    3. tespen : untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi / sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yg telah dirakit pada PCB
    signal injector : untuk mengetahui hubungan komponen / rangkaian yg mengalami kerusakan
    solder atraktor : untuk menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB,dalam kegiatan perakitan / perbaikan pesawat elektronika
    4. PCB ( Printed Circuit Board )
    fungsi : menghubungkan komponen elektronik satu dengan komponen lainnya tanpa kabel.
    5. langkah-langkah menyolder komponen :
    -siapkan solder
    -Pegang besi solder seperti pena, dekat pangkal gagang.
    -Sentuh solder ke titik kaki komponen yang akan disolder.
    -Pastikan menyentuh kedua kaki komponen dan PCB.
    -Pegang ujung sana selama beberapa detik dan
    -Berikan tenol sedikit ke solder sedikit ke PCB.
    -Tenol harus mengalir lancar ke PCB dan kaki komponen untuk membentuk bentuk gunung berapi seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
    -Biarkan bersama beberapa detik untuk dingin sebelum Anda memindahkan papan PCB.
    -Periksa hasilnya sudah benar erat atau belum.
    6. a.setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar "knop" pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan (adjustment)
    7. a. putar saklar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. 1.pen merah (+) pada kaki (-) katode (K)
    2. pen hitam (-) pada kaki (+) anode (A)
    3. bila jarum bergerak ke kanan dioda baik
    4. bila jarum tidak bergerak dioda rusak
    c.1.pen merah (+) tempelkan pada anode (A)
    2. pen hitam pada (-) tempelkan pada katode (K)
    3. bila jarum bergerak dioda rusak
    4. bila jarum tidak bergerak dioda baik
    8. a. saklar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco
    1. bila jarum bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri,elco baik
    2. bila jarum bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri elco bocor (konsleting)
    3. bila jarum tidak bergerak sama sekali elco putus (rusak)

    9. - putar sakelah pada pemilih pada posisi ohm x 1K
    - hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian, sambil as/poros varco diputar.
    a) bila jarum bergerak berarti varco rusak (bagian rotor dan stator konsleting)
    b)bila jarum tidak bergerak varco baik.
    10. - hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel.
    - pada sambungan (+)baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus.
    - bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker keadaan baik.
    - bila loudspeaker tidak terdengar suara"krek", maka louspeaker rusak (putus spoelnya)
    11. - putar sakela pemilih pada posisi DCV
    - setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri.
    - tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-)baterai.
    - jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yng diuji.
    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  81. nama : Ratih W. (02/VIIIA)
    Lintang Ayu L. (24/VIIIA)
    1. Tang kombinasi, Tang potong, Tang lancip, Solder Antraktor, Pinset, Obeng, dll

    2. Multimeter/Multitester/Avometer, Signal injector, Osciloscop, Solder listrik, dll


    3. a. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    b. Solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    c. Sinyal Injector : mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    d. Solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB

    4. Printed Cicuit Board berfungsi untukuntuk melacak kesalahan / kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan

    5. a. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. Gunakan timah (tenol)yang bermutu tinggi/baik
    e. Soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldir
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder

    6. a. Menguji alat ukur posisi 0 ohm sebelah kanan/kiri
    b. Menguji dioda dengan AVO meter
    c. Menguji kondensator ELCO dengan avometer
    d. Menguji Varco dengan AVOmeter
    e. Menguji loudspeaker dengan baterai
    f. Menguji sumber arus (baterai) dengan AVO meter
    g. Menguji Chasis/PCB dengan AVO meter
    h. Menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. Menguji grounding radio IC dengan AVO meter

    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. lakukan seperti gambar nomor (1)
    c. lakukan seperti gambar nomor (2)

    8. a. Sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco.

    9. a. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan

    10. a. Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek” maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)

    11. a. Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  82. Ratih Wulandari (2/8A)
    Lintang ayu L. (24/8A)

    1. Tang kombinasi, Tang potong, Tang lancip, Solder Antraktor, Pinset, Obeng, dll

    2. Multimeter/Multitester/Avometer, Signal injector, Osciloscop, Solder listrik, dll


    3. a. Tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi/sambungan listrik
    b. Solder listrik : menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    c. Sinyal Injector : mengetahui hubungan komponen / rangkaian yang mengalami kerusakan
    d. Solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB

    4. Printed Cicuit Board berfungsi untukuntuk melacak kesalahan / kerusakan bila peralatan tersebut mengalami suatu gangguan

    5. a. Pakailah solder yang mempunyai daya 30-40 watt
    b. Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    c. Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    d. Gunakan timah (tenol)yang bermutu tinggi/baik
    e. Soldirlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari soldir
    f. Pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder

    6. a. Menguji alat ukur posisi 0 ohm sebelah kanan/kiri
    b. Menguji dioda dengan AVO meter
    c. Menguji kondensator ELCO dengan avometer
    d. Menguji Varco dengan AVOmeter
    e. Menguji loudspeaker dengan baterai
    f. Menguji sumber arus (baterai) dengan AVO meter
    g. Menguji Chasis/PCB dengan AVO meter
    h. Menguji hubungan terbuka tiap komponen radio IC dengan AVO meter
    i. Menguji grounding radio IC dengan AVO meter

    7. a. Putar sakelar pemilih pada posisi menunjuk Ω x 1K
    b. lakukan seperti gambar nomor (1)
    c. lakukan seperti gambar nomor (2)

    8. a. Sakelar pemilih pada posisi Ω x 1K
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dan kiri
    c. Hubungkan pen merah (+) pada kaki (-) elco dan pen hitam (-) pada kaki (+) elco.

    9. a. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri dengan cara memutar sekrup pengatur nol sebelah kiri
    b. Setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kanan dengan cara memutar “knop” pengatur jarum ohmmeter sebelah kanan

    10. a. Hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    b. pada sambungan (+) baterai seolah-olah ada gerakan hubung putus
    c. bila loudspeaker mengeluarkan suara “krek” berarti loudspeaker keadaan baik
    d. bila loudspeaker tidak terdengar suara “krek” maka loudspeaker rusak (putus spoelnya)

    11. a. Putar sakelar pemilih pada posisi DCV
    b. setel jarum pada posisi nol ohm sebelah kiri
    c. tempelkan pen merah pada kutub (+) baterai, dan pen hitam pada kutub (-) baterai
    d. jarum meter menunjukkan besarnya nilai baterai yang diuji

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  83. Naufal Irfan K (09) VIII A
    M Naufal Mahdi W (04) VIII A

    1. solder atraktor, tang kombinasi, tang potong, tang lancip, pinset, obeng, dll

    2. multimeter, signal enjector, osciloscop, solder listrik.

    3. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB

    4. Printed Circuit Board, tempat menyusun kompenen-kompenen agar tidak semrawut.
    5. Pakailah solder yang memiliki daya 30-40 watt
    Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    Gunakan timah yang bermutu tinggi
    solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder

    6. Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    stel jarum pada posisi 0 sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan

    7. pen merah (+) tempelkan pada anode A
    pen hitam pada (-) tempelkan pada katode
    bila jarum bergerak dioda rusak dan sebaliknya

    8. Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    hubungkan pen merah (+) pada kaki negativ elco dan pen hitam (-)_ pada kkaki positif elco

    9. Putar Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian sambil as varco diputar

    10. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    pada sambungan (+) berarti seolah ada gerakan hubungan putus
    bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker dalam keadaan baik dan sebaliknya

    11. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    tempelkan pen merah pada kutub + baterai dan pen hitam pada kutub - baterai
    jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat berkerja semestinya.

    BalasHapus
  84. FIRSTAMA SAKA ADIATMAJA VIII A

    1. solder atraktor, tang kombinasi, tang potong, tang lancip, pinset, obeng, dll

    2. multimeter, signal enjector, osciloscop, solder listrik.

    3. tespen : mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada instalasi atau sambungan listrik
    solder listrik : untuk menyolder kaki komponen yang telah dirakit pada PCB agar kuat kedudukannya
    sinyal injector : mengetahui hubungan komponen atau rangkaian yang mengalami kerusakan
    solder atraktor : menghisap cairan timah patri waktu melepas kaki komponen dari PCB

    4. Printed Circuit Board, tempat menyusun kompenen-kompenen agar tidak semrawut.
    5. Pakailah solder yang memiliki daya 30-40 watt
    Ujung solder harus selalu runcing dan bersih
    Bersihkan kaki komponen dari korosi sebelum disolder
    Gunakan timah yang bermutu tinggi
    solderlah terlebih dahulu komponen yang tahan terhadap panas dari solder
    pematrian berikutnya komponen yang tidak tahan panasnya solder

    6. Stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri dengan cara memutar skrup pengatur 0 sebelah kiri
    stel jarum pada posisi 0 sebelah kanan dengan cara memutar knop pengatur jarum ohm meter sebelah kanan

    7. pen merah (+) tempelkan pada anode A
    pen hitam pada (-) tempelkan pada katode
    bila jarum bergerak dioda rusak dan sebaliknya

    8. Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    stel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kanan dan kiri
    hubungkan pen merah (+) pada kaki negativ elco dan pen hitam (-)_ pada kkaki positif elco

    9. Putar Saklar pemilih pada posisi ohm x 1K
    hubungkan pen hitam pada posisi kaki varco yang tengah, dan pen merah pada kaki varco yang tepi secara bergantian sambil as varco diputar

    10. hubungkan tep loudspeaker dengan baterai memakai kabel
    pada sambungan (+) berarti seolah ada gerakan hubungan putus
    bila loudspeaker mengeluarkan suara "krek" berarti loudspeaker dalam keadaan baik dan sebaliknya

    11. putar saklar pemilih pada posisi DCV
    setel jarum pada posisi 0 ohm sebelah kiri
    tempelkan pen merah pada kutub + baterai dan pen hitam pada kutub - baterai
    jarum meter menunjukan besarnya nilai baterai yang diuji.

    12. untuk mengetahui pada bagian-bagian radio yang tidak dapat berkerja semestinya.

    BalasHapus
  85. Nama:Zuhratul Husna
    No:30
    Kelas:VII C
    Bab. Pembuatan Adaptor
    1. a. steker dengan kabelnya
    b. sakelar geser 2 buah
    c. lampu pilot
    d. trafo adaptor menggunakan CT 500 mA. P= 0,110,220
    e. D1,D2 = 1N4001 dan yang sejenisnya
    f. C1,C2 = 22A0 uf/10V
    g. R = 10 ohm 5 watt
    h. jack atau jepit buaya dengan kabelnya
    i. kabel secukupnya
    j. tenol super atau timah patri
    2. a. CCB (Cooper Clead Board) atau PCB polos
    b. Ferrie Chloride (Fe C13)
    c. Spidol cat (tahan air)
    d. bensin atau spiritus
    e. pensil dan kertas karbon
    f. bor mini (mini drill)
    g. pemukul kecil atau palu
    h. paku driv
    i. kain lap
    j. ember plastik dan air
    k. amplas
    l. gambar lay out (gambar konsep) PCB
    3. Pemasangan komponen pada chasis PCB dapat dilakukan dengan posisi mendatar atau tegak tergantung jarak lubang yang tersedia pada PCB serta disesuaikan dengan besarnya fisik komponen yang akan dipasang.
    4. Dimulai dari komponen pasif yaitu resistor, condensator, lilitan dan terakhir komponen aktif yaitu dioda, transistor, dan IC.
    5. a. Panaskan solder bout yang akan dipergunakan (hubungkan pada stop kontak yang, bertegangan listrik).
    b. Bersihkan permukaan bagian yang akan di solder dari korosi kotoran agar cairan timah dapat menyatu dengan baik.
    c. Tempelkan ujung besi solder yang sudah panas pada titik yang akan disolder.
    d. Selanjutnya tempelkan pula timah patri (tenol) pada ujung besi solder, maka timah patri dapat akan mencair.
    e. Perhatikan cairan timah patri pada titik yang disolder, jangan sampai berlebihan sehingga menyeberang ke jalur lain yang dapat mengakibatkan terjadinya korsleting.
    f. Angkat ujung besi solder dari PCB bersama-sama tenolnya setelah cairan timah diperkirakan sudah cukup dan kaki komponen dengan permukaan PCB yang disolder rekat menyatu.
    6. a. Ukuran solder hendaknya disesuaikan dengan ketebalan plat atau jenis komponen yang akan disolder.
    b. Usahakan, menyolder sekali selesai, tidak diulang-ulan pada titik yang sama.
    c. Apabila cairan timah (tenol) tidak mudah menempel pada logam yang dipatri, sebaiknya ditetesi dulu dengan air keras.
    d. Gunakan tenol yang berkualitas baik (tenol super).
    e. Amati hubungan setelah penyolderan, apakah ada jalur yang berhubungan singkat (korsleting) atau hubungan belum baik (cairan timah yang masih mentah).
    f. Usahakan komponen yang dipatri tidak bergerak (bergoyang) sebelum timah benar-benar mengeras.
    g. Hasil patrian yang baik akan kelihatan mengkilat dan bentuk hasil solderan.
    7. a. Potonglah CCB dengan ukuran sesuai gambar lay out PCB (konsep) yang telah direncanakan.
    b. Bersihkan PC dari korosi dengan amplas halus.
    c. Pindahkan gambar laay out pada CCB sesuai pola jalur-jalurnya.
    d. Setelah diteliti kebenaran jalurnya, selanjutnya tebalkan jalur-jalur tersebut dengan mempergunakan spidol cat lalu keringkan.
    e. Buatlah larutan ferrie chlorida dengan air, sebaiknya larutan dibuat agak pekat dan pergunakanlah ember plstik jangan dari logam.
    f. Masukkan CCB yang telah diberi gambar spidol cat ke dalam larutan ferrie chlorida. Selanjutnya goyang-goyangkan hingga lapisan logam (tembaga) pada permukaan CCB yang tidak tertutup cat hilang atau larut.
    g. Angkat CCB dari ember plastik dan cucilah dengan air bersih.
    h. Buatlah titik-titik pada bagian-bagian yang akan dibuat untuk memasang kaki komponen dengan mempergunakan paku driv dan palu.
    i. Buatlah lubang pada titik-titik tersebut dengan menggunakan paku driv dan palu.
    j. Bersihkan /cucilah spidol cat pada PCB dengan bensin atau spiritus lalu bersihkan dengan kain lap.
    k. Telitilah kembali pola jalur-jalur lapisan tembaga pada PCB apakah ada jalur yang berhubungan singkat (korsleting) atau tidak. bila sudah benar berarti PCB siap dipakai.
    l. Bila ada yang betulkan korslet dengan menggunakan pisau hingga lapisan tembaga yang menyebabkan korslet hilang.

    BalasHapus